<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8385213785005063202</id><updated>2012-02-16T18:47:53.002+07:00</updated><category term='Artikel'/><category term='Tafakur'/><category term='Nizhamul Islam'/><category term='Iluminasi Freemason'/><title type='text'>The Organization</title><subtitle type='html'>Gazwul Fikr - Pola Fikir - Idiologi</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://agusinternet.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8385213785005063202/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agusinternet.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Abu Hafidz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12439619222524772190</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_hfHC-YyHkl0/So1FDj84VKI/AAAAAAAAABM/KWaQ3ltbrWE/S220/I_053_~1.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>21</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8385213785005063202.post-5807005397738810072</id><published>2009-12-24T21:22:00.001+07:00</published><updated>2009-12-24T21:23:26.963+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nizhamul Islam'/><title type='text'>PERATURAN HIDUP  DALAM ISLAM</title><content type='html'>Islam adalah agama yang diturunkan Allah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW untuk mengatur hubungan manusia dengan Khaliq-nya, dengan dirinya dan dengan manusia sesamanya. Hubungan manusia dengan Khaliq-nya mencakup peraturan-peraturan yang berkaitan dengan aqidah dan ibadah. Hubungan manusia dengan dirinya mencakup peraturan-peraturan yang berkaitan dengan akhlak, makanan, dan pakaian. Hubungan manusia dengan sesamanya mencakup peraturan-peraturan yang berkaitan dengan mu'amalah dan uqubat (pidana, sanksi, dan pelanggaran). &lt;br /&gt;Dengan demikian Islam merupakan pedoman hidup, bukan berupa teologi. Bahkan tidak ada kaitannya sedikit pun dengan sistem kepastoran (priesthood). Islam menjauhkan otokrasi/teokrasi (kediktatoran pemerintahan agama, pent.), sehingga di dalam Islam tidak ada sekelompok orang yang dinamakan ahli agama sedangkan yang lainnya dinamakan ahli politik. Seluruh manusia yang telah memeluk agama Islam, disebut sebagai kaum muslimin, semuanya sama di hadapan agama. Jadi di dalam Islam tidak ada istilah rohaniawan ataupun teknokrat. &lt;br /&gt;Adapun maksud aspek kerohanian di dalam Islam adalah bahwasanya segala sesuatu itu adalah makhluk yang teratur mengikuti perintah dan kehendak Allah sebagai Al-Khaliq. Dengan tinjauan yang mendalam tentang alam, manusia, dan hidup, serta apa-apa yang berada di sekitarnya dan yang berkaitan dengannya, maka manusia akan dapat membuktikan kekurangan, kelemahan, dan ketergantungan dirinya, yang dapat diindera dan disaksikan atas segala sesuatu yang berkaitan dengannya (yaitu alam semesta, manusia, dan hidup, pent.). Inilah yang menunjukkan secara pasti bahwa ketiganya adalah makhluk bagi Khaliq dan diatur menurut perintah dan kehendak-Nya. Dan bahwasanya manusia itu dalam menjalankan kehidupannya memerlukan suatu sistem yang mengatur naluri dan kebutuhan jasmaninya. Tentu saja aturan itu tidak mungkin berasal dari manusia, karena ia lemah dan tidak mampu mengetahui segala sesuatu. Juga karena pemahaman manusia terhadap tata aturan sangat mungkin sekali terjadi perbedaan, perselisihan, dan pertentangan. Suatu hal yang hanya akan melahirkan tata aturan yang saling bertentangan, yang membawa akibat kesengsaraan pada manusia. &lt;br /&gt;Oleh karena itu, peraturan tersebut haruslah berasal dari Allah SWT. Konsekuensinya, manusia harus menyesuaikan seluruh amal perbuatannya dengan peraturan yang bersumber dari Allah SWT. Hanya saja apabila dalam mengikuti peraturan ini didasarkan hanya pada manfaat peraturan, bukan didasarkan pada kesadaran bahwa peraturan bersumber dari Allah, tentu tidak terdapat aspek kerohanian di dalamnya. Berdasarkan hal ini, hendaknya seluruh amal perbuatan manusia diatur berdasarkan perintah dan larangan Allah yang dilandasi oleh kesadaran manusia terhadap hubungannya dengan Allah SWT, sehingga akan terwujudlah ruh dalam amal-amal perbuatannya. Dengan kata lain haruslah ada kesadaran akan hubungannya dengan Allah, kemudian dengan kesadaran ini manusia akan menyesuaikan seluruh amal perbuatannya sesuai dengan perintah Allah dan larangan-Nya. Sehingga ruh akan nampak pada saat melakukan setiap amal perbuatannya. Sebab, arti ruh itu adalah kesadaran manusia akan hubungannya dengan Allah. Sedangkan yang dimaksud dengan menggabungkan ruh dengan materi adalah terwujudnya kesadaran akan hubungannya dengan Allah, tatkala ia melakukan amal perbuatan. Dengan demikian, manusia akan menyesuaikan setiap amal perbuatannya dengan peintah Allah dan larangan-Nya berdasarkan kesadaran akan hubungannya dengan Allah. &lt;br /&gt;Dalam hal ini amal perbuatan bersifat materi, sedangkan kesadaran akan hubungannya dengan Allah ketika melakukan setiap perbuatan dinamakan ruh. Penggabungan antara amal perbuatan dengan perintah Allah dan larangan-Nya yang didasarkan pada kesadaran akan hubungannya dengan Allah itulah yang dimaksud dengan usaha menyatukan antara materi dengan ruh. Dari sinilah kesesuaian amal perbuatan orang yang bukan muslim dengan hukum-hukum syari'at yang digali dari Al-Quran dan Sunah tidak dapat dianggap sebagai aktivitas yang dipengaruhi oleh ruh. Bahkan penggabungan materi dengan ruh tidak ada sama sekali dalam perbuatannya itu, sebab, ia tidak beriman kepada Islam. Maka dengan sendirinya ia tidak menyadari akan hubungannya dengan Allah. Ia hanya mengambil hukum-hukum syariat itu sebagai peraturan yang dikaguminya, yang mengatur segala amal perbuatannya. &lt;br /&gt;Berbeda halnya dengan seorang muslim yang melakukan segala perbuatan sesuai dengan perintah dan larangan Allah SWT yang dibangun atas kesadarannya akan hubungannya dengan Allah, sedangkan tujuannya dalam hal ini hanya mencari keridlaan Allah SWT, bukan sekedar mendapatkan manfaat dari peraturan. Oleh karena itu harus terdapat aspek rohaniah dalam segala sesuatu, dan harus ada ruh tatkala melakukan seluruh amal perbuatan. Hanya saja setiap orang harus memahami dengan jelas bahwasanya arti aspek kerohanian adalah segala sesuatu itu merupakan makhluk bagi Khaliq, yaitu hubungan makhluk dengan Khaliq-nya. Sedangkan ruh itu adalah kesadaran tentang hubungan ini, yaitu kesadaran manusia akan hubungannya dengan Allah. Inilah aspek kerohanian dan ini pula yang dimaksud dengan ruh (spirit). Inilah satu-satunya persepsi/ mafhum yang benar, selain itu adalah persepsi yang salah. Tinjauan yang mendalam dan cemerlang mengenai alam, hidup, dan manusia inilah yang telah menghantarkan kepada hasil pemikiran yang benar, serta telah menghasilkan persepsi yang benar seperti diuraikan di atas.&lt;br /&gt;Sebagian agama telah memandang bahwa di dalam alam ini terdapat hal-hal yang dapat diindera dan yang abstrak (ghaib) yang satu sama lain berlawanan. Manusia mempunyai bakat rohani dan jasmani yang keduanya tak bisa disatukan. Di dalam kehidupan ini terdapat unsur spiritual dan material, dan bahwasanya materi itu berlawanan dengan ruh (spirit). Oleh karena itu, dua segi ini bagi mereka adalah terpisah. Sebab, ada perbedaan di antara keduanya yang sangat prinsipil dilihat dari hakekatnya, dan tidak mungkin keduanya disatukan. Setiap usaha untuk memperkuat salah satu dari keduanya justru akan memperlemah salah satunya. Berdasarkan hal ini maka orang yang menghendaki kehidupan akhirat harus memperkuat unsur kerohaniannya (spiritualnya). &lt;br /&gt;Dari sini timbullah dalam agama Masehi dua kekuasaan, yaitu kekuasaan spiritual dan kekuasaan politik, yang terkenal dengan semboyan: 'Berilah apa yang menjadi milik kaisar untuk kaisar, dan apa yang menjadi milik Allah untuk Allah'. Sementara itu, yang menguasai kekuasaan spiritual adalah para pastor dan gerejawan, yang selalu berusaha untuk mengambil alih kekuasaan politik agar berada di tangannya. Maksudnya agar mereka dapat memperkuat kekuasaan spiritual atas kekuasaan politik dalam kehidupan. Akibatnya muncul pertentangan antara kekuasaan spiritual dengan kekuasaaan politik. Pada akhirnya disepakati bahwa para gerejawan diberi hak otonom dalam kekuasaan spiritual dan tidak boleh mencampuri kekuasaan politik. Agama telah dipisahkan dari kehidupan, karena bersifat teokratis/ritual belaka. &lt;br /&gt;Pemisahan antara agama dan kehidupan inilah yang menjadi aqidah bagi mabda kapitalis, sekaligus menjadi asas hadlarah/peradaban Barat. Ini pulalah yang menjadi qiyadah fikriyah (kepemimpinan berfikir) yang dipropagandakan kolonial Barat ke dunia internasional, dan selalu mereka serukan serta jadikan tonggak kebudayaannya. Kemudian dengan asas itu mereka berusaha menggoncangkan aqidah kaum muslimin terhadap Islam. Sebab, mabda ini menyamakan Islam dengan Nashrani agama masehi, dengan cara menggeneralisir. Siapa saja yang menyerukan “pemisahan agama dari kehidupan” atau “pemisahan agama dari negara dan politik” tidak lain hanyalah pembebek yang dipengaruhi dan disetir oleh qiyadah fikriyah Barat, serta menjadi kaki tangan penjajah --tanpa dilihat lagi apakah berniat baik ataukah buruk. Orang semacam ini bisa dikatakan bodoh, yang tidak mengerti Islam, atau musuh yang menentang Islam. &lt;br /&gt;Lebih jauh Islam berpendapat bahwa segala sesuatu yang dicerap oleh indera adalah hal-hal yang berbentuk materi, sedangkan aspek kerohaniannya adalah keberadaannya sebagai makhluk, sementara ruh adalah kesadaran manusia akan hubungannya dengan Allah. Tidak ada sesuatu yang terpisah antara unsur spiritual dengan materi. Tidak ada dalam diri manusia bakat rohani dan jasmani yang dibawa sejak lahir, yang ada padanya adalah kebutuhan jasmani dan naluri yang harus mendapatkan pemenuhan. &lt;br /&gt;Diantara naluri-naluri itu terdapat naluri beragama, yaitu kebutuhan terhadap Sang Pencipta dan Pengatur, yang muncul dari kelemahan manusia secara alami dalam proses kejadiannya. Sedangkan pemenuhan naluri-naluri itu tidak disebut sebagai bakat rohani ataupun materi, melainkan hanya sekadar penyaluran saja. Namun demikian apabila kebutuhan jasmani dan naluri itu disalurkan menurut aturan-aturan Allah disertai kesadaran akan hubungannya dengan Allah, berarti dia telah sejalan dengan ruh. Berbeda halnya dengan kebutuhan jasmani dan naluri yang dipenuhi tanpa aturan, atau dengan peraturan yang bukan berasal dari Allah SWT, maka hal itu hanya merupakan pemenuhan materi/jasmani semata yang mengakibatkan kesengsaraan manusia.&lt;br /&gt;Naluri melestarikan jenis, misalnya, apabila dipenuhi tanpa suatu aturan atau dengan peraturan yang bukan berasal dari Allah SWT, hal ini akan menyebabkan kesengsaraan manusia. Sebaliknya, apabila terpenuhi dengan tata-aturan perkawinan yang berasal dari Allah SWT, sesuai dengan hukum-hukum Islam, maka perkawinan itu akan menghasilkan ketentraman bathin. &lt;br /&gt;Contoh lain adalah naluri beragama. Apabila dipenuhi tanpa suatu aturan atau dengan peraturan yang bukan berasal dari Allah SWT, misalnya dengan menyembah patung atau menyembah sesama manusia, maka yang demikian ini merupakan perbuatan syirik dan kufur. Sebaliknya apabila dipenuhi dengan hukum-hukum Islam, maka pemenuhan tersebut merupakan suatu ibadah.  Adalah suatu keharusan untuk selalu memelihara aspek kerohanian dalam segala sesuatu, dan selalu menyesuaikan seluruh amal perbuatan dengan perintah dan larangan Allah, dengan didasarkan atas kesadaran akan hubungannya dengan Allah. Dengan kata lain hendaknya sesuai dengan ruh. Dengan demikian dalam satu amal perbuatan tidak ada dua unsur (spiritual dan materi). Yang ada hanya satu macam saja, yaitu amal perbuatan itu sendiri. Adapun sifatnya, apakah termasuk materi belaka ataukah berjalan sesuai dengan ruh, hal ini bukan berasal dari amal perbuatan, melainkan berasal dari amal perbuatan dengan hukum-hukum Islam ataukah tidak. &lt;br /&gt;Maka seorang muslim yang membunuh musuhnya di medan perang, perbuatannya itu dapat dianggap sebagai jihad, yang mendapatkan pahala, sebab dia telah berbuat sesuai dengan hukum-hukum Islam. Sedangkan seorang muslim yang membunuh jiwa yang suci (baik muslim maupun non muslim) tanpa alasan yang dibenarkan tergolong tindakan kriminal yang harus diberi sanksi. Sebab, dia telah berbuat sesuatu yang berlawanan dengan perintah dan larangan Allah. Dua tindakan ini sebenarnya satu macam, yaitu pembunuhan yang dilakukan oleh seorang manusia. Pembunuhan bisa menjadi ibadah tatkala dilakukan berdasarkan ruh, dan bisa menjadi kejahatan apabila dilakukan tidak sesuai dengan ruh. &lt;br /&gt;Konsekuensinya bagi setiap muslim adalah hendaknya ia menyertakan setiap amal perbuatannya selalu terikat dengan ruh. Jadi, penggabungan antara ruh dengan materi bukan saja perkara yang dianggap mungkin terjadi, tetapi memang harus dilakukan. Artinya, tidak boleh memisahkan materi dengan ruh. Dengan kata lain, tidak boleh memisahkan setiap perbuatan dengan keterikatan terhadap perintah dan larangan Allah SWT yang didasarkan atas kesadaran akan hubungannya dengan Allah. Dengan demikian, setiap usaha memisahkan antara aspek rohani dengan materi haruslah dihindari. Sebab, di dalam Islam tidak ada profesi keagamaan. Tidak ada kekuasaan agama dalam arti teokrasi. Juga tidak ada kekuasaan politik yang terpisah dari agama. &lt;br /&gt;Islam adalah agama dimana negara menjadi salah satu bagian dari agama, yang ditunjukkan oleh berbagai hukum, yang sama statusnya dengan hukum-hukum tentang shalat. Negara merupakan satu-satunya metode untuk menerapkan hukum-hukum Islam dan mengembangkan dakwahnya. Setiap usaha yang dirasakan mendiskreditkan agama dengan arti ritual belaka dan menyingkirkannya dari arena politik dan pemerintahan, haruslah ditiadakan. Misalnya, yayasan-yayasan yang mengelola aktivitas kerohanian hendaknya ditiadakan; dengan demikian badan pemerintah yang mengurus masjid dihapus, lalu pengaturannya dialihkan kepada Departemen Pendidikan. Demikian pula mahkamah-mahkamah syariat dan sipil dirombak dan dijadikan peradilan yang tunggal, yang hanya menerapkan hukum Islam. Sebab, kekuasaan Islam itu adalah kekuasaan tunggal. &lt;br /&gt;Islam adalah aqidah dan peraturan (syariat). Aqidah Islam adalah beriman kepada Allah, Malaikat-malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, Rasul-rasul-Nya, Hari Akhir, serta qadla dan qadar --bahwa baik buruknya dari Allah SWT. Islam telah membangun aqidah atas dasar pembuktian akal dalam hal-hal yang dapat dijangkau oleh akal, seperti iman kepada wujud Allah, kenabian Muhammad SAW, dan terhadap (mukjizat) Al-Quranul Karim. Dan Islam membangun hal-hal yang ghaib, yaitu hal-hal yang akal tidak mungkin menjangkaunya seperti hari kiamat, adanya malaikat, surga dan neraka, dengan didasarkan pada pengakuan dan penyerahan total dengan syarat bersumber dari sesuatu yang telah terbukti kebenarannya melalui akal, yaitu Al-Quranul Karim dan Hadits mutawatir. Perlu digaris bawahi bahwa Islam telah menjadikan akal sebagai obyek hukum (taklif).&lt;br /&gt;Adapun peraturan Islam adalah hukum-hukum syariat yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia, dan memang peraturan Islam telah mencakup seluruh aspek kehidupan tersebut. Hanya saja dalam bentuk-bentuk yang umum (garis besar), dan dengan makna-makna (petunjuk) yang umum pula. Sedangkan perinciannya dapat digali dari berbagai makna-makna umum tadi tatkala melaksanakan hukum-hukum tersebut. Didalam Al-Quran dan Hadits Syarif telah terhimpun garis-garis besar, yaitu mencakup berbagai keterangan umum untuk memecahkan berbagai urusan manusia secara universal. Bagi para mujtahid diberikan kebebasan untuk menggali keterangan-keterangan umum itu menjadi hukum-hukum yang terperinci, terhadap berbagai macam problematika yang timbul sepanjang masa dan di berbagai tempat yang berbeda.&lt;br /&gt;Islam hanya memiliki satu metoda dalam memecahkan berbagai macam problematika, yaitu dengan cara mendorong seorang mujtahid untuk mempelajari persoalan-persoalan yang baru, sehingga benar-benar memahaminya, kemudian mempelajari nash-nash syara’ yang berkaitan dengan persoalan tersebut dan pada akhirnya mengambil kesimpulan hukum untuk memecahkan persoalan itu berdasarkan nash-nash syara’. Dengan kata lain seorang mujtahid menggali suatu hukum syara’ untuk persoalan tersebut dari dalil-dalil syar'i, dan ia secara mutlak tidak menempuh jalan yang lain. Namun demikian tatkala ia mempelajari persoalan tersebut, ia harus mempelajarinya sebagai salah satu persoalan manusia secara universal dan tidak menganggapnya sebagai persoalan ekonomi, sosial, pemerintahan, saja atau yang lainnya, akan tetapi hal itu dilihatnya sebagai persoalan yang memerlukan ketentuan hukum syara sehingga dapat diketahui hukum Allah yang berkaitan dengannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8385213785005063202-5807005397738810072?l=agusinternet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agusinternet.blogspot.com/feeds/5807005397738810072/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://agusinternet.blogspot.com/2009/12/peraturan-hidup-dalam-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8385213785005063202/posts/default/5807005397738810072'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8385213785005063202/posts/default/5807005397738810072'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agusinternet.blogspot.com/2009/12/peraturan-hidup-dalam-islam.html' title='PERATURAN HIDUP  DALAM ISLAM'/><author><name>Abu Hafidz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12439619222524772190</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_hfHC-YyHkl0/So1FDj84VKI/AAAAAAAAABM/KWaQ3ltbrWE/S220/I_053_~1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8385213785005063202.post-21609630077264847</id><published>2009-12-24T21:04:00.000+07:00</published><updated>2009-12-24T21:04:06.438+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Haram Merayakan Natal &amp; Tahun Baru [Peringatan Bagi Kaum Muslimin] Bagikan</title><content type='html'>Allah swt. telah memuliaakan umat ini dengan Islam, dan memerintahkan-nya untuk mengimplementasikan-nya. Dia telah menurunkan Islam sebagai cara hidup yang unik. Sebuah pola yang berbeda dalam masalah konsepnya dan peraturan-peraturannya, sebagai sesuatu yang sempurna dan sistem menyeluruh yang mengatur semua urusan kehidupan. Allah swt. berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah..." (QS Ali Imran 3 : 110)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, sejak Islam diabaikan dari kehidupan sehari-hari sebagai sebuah sistem peraturan, umat telah melaksanakan hal-hal yang buruk dan semakin bertambah buruk; aturan orang-orang kafir telah diimplementasikan atas umat ini dan konsep-konsep kufur telah mendominasi mereka. Invasi barat dengan budaya busuk dan hina dina itu telah berhasil merusak dien Islam, moral umat dan menjadikannya tak bernilai. Slogan barat telah di adopsi oleh kaum Muslimin melalui perayaan-perayaan dan festival-festival barat. Budaya rusak barat ini telah dibantu oleh para penguasa yang mengabdikan dirinya untuk memisahkan Islam dari kehidupan dan melakukan perang pemikiran dan menanamkan konsep-konsep buruknya, kemudian memaksa umat untuk masuk pada apa yang barat selalu inginkan, yakni menjadi individu yang sekuler.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu dari banyak konsep budaya yang dipaksakan oleh barat atas kaum Muslimin adalah perayaan natal dan tahun baru. Kita memohon pada Allah swt. agar tidak membiarkan diri kita melihat suatu hari dimana kaum Muslimin merayakan hari jadi orang-orang Yahudi (hari raya Yahudi) dan juga melakukan perayaan Natal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini sungguh menyedihkan dan ironis sekali untuk menyaksikan dengan mata sendiri kejadian dan mendengar berita tentang pembunuhan masal, pengusiran dan penghinaan terhadap kaum Muslimin di tangan barat pada hari Natal, musuh-musuh Islam di seluruh penjuru dunia, sambil sebagian kaum Muslimin di negeri ini diundang oleh orang-orang Amerika dan orang Kristen lain-nya masuk ke dalam rumah mereka untuk merayakan natal dan tahun baru. Tentu saja, ini seharusnya tidak terjadi sebagai sebuah goncangan kepada kita sejak umat ini kehilangan pelindungnya yang menjalankan urusannya dengan Islam, melindunginya dari serangan konsep-konsep kufur dan menjalankan peraturan-peraturang diennya, memeliharanya sebagai sebuah perintah Allah swt., sebuah umat yang khas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai kaum Muslimin! Itu (Perayaan atau mengucapkan natal &amp; tahun baru) adalah sesuatu yang dilarang oleh syariah untuk ambil bagian dalam perayaan orang-orang kafir, dan untuk mencontoh mereka dalam masalah dien (agama). Al-Bukhari meriwayatkan dalam shahih-nya melalui Abu Sa'id Al Khudri r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu akan mengikuti cara-cara dari orang-orang yang sebelum kamu sehasta demi sehasta dan selangkah demi selangkah, walau pun mereka memasuki lubang biawak kamu akan mengikuti mereka". Kami berkata: "Wahai Rasulullah, apakah yang kamu maksud (mengikuti) Yahudi dan Nasrani?" beliau menjawab: "Siapa lagi?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Hadits ini Rasulullah mengejek orang-orang yang meniru orang-orang kafir, dan itu adalah sebuah hujjah (dalil/alasan syar'i) bahwa itu (merayakan natal dan tahun baru) adalah haram (tertolak), baik untuk mengikuti mereka dalam perayaan natal dan seremonial-seremonial lainnya mereka. Itu juga jelas bahwa perayaan seremonial orang-orang kafir dan perayaan ulang tahun mereka berarti meniru mereka dan Islam telah menolaknya. Rasulullah saw. telah memberi peringatan kepada kita untuk menolaknya. At-Tirmidzi meriwayatkan melalui Ibnu Umar bahwa Rasulullah saw. bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bukan seseorang dari kita (kaum muslimin) yang meniru suatu kaum, jangan meniru orang-orang Yahudi dan Nasrani."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;At-Tabrani meriwayatkan melalui Ibnu Umar dan Hudaifah bahwa Rasulullah saw. bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siapa yang mengikuti suatu kaum akan menjadi salah satu dari mereka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu juga merupakan bagian dari teks syariah bahwa itu adalah tertolak bagi seorang Muslim yang telah mempunyai hari raya nya sendiri yaitu I'edul Fitri dan I'dul Adha. Al-Baihaqi meriwayatkan dalam 'Sunan'-nya dari Anas Bin Malik yang berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rasulullah saw. datang ke Madinah pada saat orang-orang Madinah mempunyai dua hari pada masa jahiliah (sebelum Islam) yang mereka rayakan, maka beliau saw. berkata: "Aku datang kepadamu pada saat kamu mempunyai 2 hari dari masa jahiliah yang kamu rayakan, dan Allah swt. telah menggantikannya 2 hari ini dengan dua hari yang lebih baik: hari raya Kurban dan hari Fitri."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ahmad meriwayatkan dari 'Uqbah Ibnu Amir bahwa Rasulullah saw. bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan kami mempunyai hari Fitri, hari Kurban dan hari Tasyriq adalah hari besar kami orang-orang Muslim."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teks-teks ini disajikan sebagi hujjah yang jelas bahwa itu tertolak bagi kaum Muslimin untuk mempunyai perayaan selain dari pada apa yang telah Allah swt. putuskan. Mereka (kaum muslimin) selanjutnya tertolak untuk ambil bagian dalam perayaan orang-orang kafir, dari perayaan seperti upacara mereka, adalah sesuatu yang tertolak seperti menghadiri perayaan mereka, walau pun mereka mengundang. Seperti cara upacara akan menghantar kepada kerusakan dan pemutusan mereka akan menjadi sebuah kesempatan bagi setiap orang-orang fasiq untuk melakukan perbuatan yang berdosa, seperti mengkonsumsi alkohol dan obat-obat terlarang. Media masa yang ada cenderung pada peristiwa ini untuk menayangkan program-program yang mempunyai selera yang buruk dan semua jenis ketidaksopanan dan kerusakan. Mereka mencemari pemikiran orang-orang dan mengikis segala jenis moral yang baik, martabat, dan kesucian mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai kaum Muslimin! Umat akan terus-menerus tertekan di bawah konsep orang-orang kafir dan akan terus terdominasi. Mental kaum Muslimin akan terus tebentuk sesuai dengan sudut pandang orang-orang barat, kecuali kita mulai membuang semua pemahaman barat yang ada pada diri kita dan berjuang untuk menegakkan Khilafah Rasyidah, yang akan mengimplementasikan kitab Allah swt. dan sunnah Rasul-Nya saw., dan akan menumbangkan ketidakadilan, penguasa tiran dan kerusakan yang tampak atas kaum Muslimin, yang kemudian sebagai hasilnya orang-orang kafir akan kehilangan kekuatan dan identitas mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, itu adalah untuk khilafah bahwa kita menyeru kepada mu (kaum muslimin) untuk memperjuangkannya, wahai kaum Muslimin! Rasulullah saw. bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Imam (pemimpin) itu adalah pelindung dimana orang-orang berperang dan terlindung dengannya." (Shahih Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source : Almuhajirun.net&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.arrahmah.com/index.php/blog/read/6388/haram-merayakan-natal-tahun-baru&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8385213785005063202-21609630077264847?l=agusinternet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agusinternet.blogspot.com/feeds/21609630077264847/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://agusinternet.blogspot.com/2009/12/haram-merayakan-natal-tahun-baru.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8385213785005063202/posts/default/21609630077264847'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8385213785005063202/posts/default/21609630077264847'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agusinternet.blogspot.com/2009/12/haram-merayakan-natal-tahun-baru.html' title='Haram Merayakan Natal &amp; Tahun Baru [Peringatan Bagi Kaum Muslimin] Bagikan'/><author><name>Abu Hafidz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12439619222524772190</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_hfHC-YyHkl0/So1FDj84VKI/AAAAAAAAABM/KWaQ3ltbrWE/S220/I_053_~1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8385213785005063202.post-76000567204723900</id><published>2009-12-21T17:35:00.002+07:00</published><updated>2009-12-21T17:35:51.096+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nizhamul Islam'/><title type='text'>HADLARAH ISLAM</title><content type='html'>Dari segi istilah terdapat perbedaan antara Hadlarah dan Madaniyah. Hadlarah adalah sekumpulan mafahim (ide yang dianut dan mempunyai fakta) tentang kehidupan. Sedangkan Madaniyah adalah bentuk-bentuk fisik dari benda-benda yang terindera yang digunakan dalam berbagai aspek kehidupan. Hadlarah bersifat khas, sesuai dengan pandangan hidup. Sementara madaniyah bisa bersifat khas, bisa pula bersifat umum untuk seluruh umat manusia. Bentuk-bentuk madaniyah yang dihasilkan dari hadlarah, seperti patung, termasuk madaniyah yang bersifat khas. Sedangkan bentuk-bentuk madaniyah yang dihasilkan oleh kemajuan sains dan perkembangan teknologi/industri tergolong madaniyah yang bersifat umum, milik seluruh umat manusia. Bentuk madaniyah yang terakhir ini tidak dimiliki secara khusus oleh suatu umat tertentu, akan tetapi bersifat universal seperti halnya sains dan teknologi/industri. &lt;br /&gt; Perbedaan antara hadlarah dengan madaniyah harus selalu diperhatikan, sama perhatiannya terhadap perbedaan antara bentuk-bentuk madaniyah yang dihasilkan dari suatu hadlarah dengan bentuk-bentuk madaniyah yang dihasilkan oleh sains dan teknologi/industri. Hal ini amat penting pada saat kita akan mengambil madaniyah, agar kita dapat membedakan bentuk-bentuknya atau agar dapat membedakannya dengan hadlarah. Jadi, bentuk-bentuk madaniyah Barat yang lahir dari sains dan teknologi/industri, tidak ada larangan bagi kita untuk mengambilnya, akan tetapi madaniyah Barat yang dihasilkan dari hadlarah-nya, jelas tidak boleh kita ambil, sebab kita tidak boleh mengambil hadlarah Barat disebabkan jelas-jelas bertentangan dengan hadlarah Islam, baik dari segi asas dan pandangannya terhadap kehidupan, maupun dari arti kebahagiaan hidup bagi manusia. &lt;br /&gt;  Hadlarah Barat berdiri atas dasar pemisahan agama dari kehidupan dan pengingkaran terhadap peran agama dalam kehidupan, yang berakibat munculnya paham sekuler, yaitu pemisahan agama dari urusan negara --suatu hal yang wajar bagi mereka yang memisahkan agama dari kehidupan dan mengingkari keberadaannya dalam kehidupan. Diatas dasar inilah mereka tegakkan sendi-sendi kehidupan beserta peraturan-peraturannya. &lt;br /&gt;Konsep kehidupan menurut mereka adalah manfaat/maslahat semata-mata, Oleh karena itu, manfaat menjadi ukuran bagi setiap perbuatan mereka. Manfaat merupakan dasar tegaknya sistem dan hadlarah Barat. Dari sinilah manfaat menjadi paham yang menonjol dalam sistem dan hadlarah ini. Menurut mereka, kehidupan ini hanya digambarkan dalam kerangka manfaat semata-mata. Adapun kebahagian mereka artikan sebagai usaha untuk mendapatkan sebanyak mungkin kenikmatan jasmani, serta tersedianya seluruh sarana kenikmatan tersebut.&lt;br /&gt;  Dengan demikian hadlarah Barat tidak lain adalah hadlarah yang dibangun atas mashlahat saja, sehingga tidak ada nilai lain selain manfaat. Mereka tidak mengakui apapun selain manfaat, yang juga mereka jadikan sebagai ukuran bagi setiap perbuatan. Akan halnya aspek kerohanian, maka aspek ini menjadi urusan pribadi yang tidak ada hubungannya dengan masyarakat dan terbatas hanya pada lingkungan gereja serta para gerejawan. Oleh karena itu, dalam hadlarah Barat tidak terdapat nilai-nilai moral, rohani, dan kemanusiaan. Yang ada hanyalah nilai-nilai materi dan manfaat semata. Atas dasar inilah segala aktivitas kemanusiaan diambil alih oleh organisasi-organisasi yang berdiri sendiri di luar pemerintahan, seperti organisasi Palang Merah dan missi-missi zending. Seluruh nilai-nilai telah tercabut dari kehidupan kecuali nilai materi semata, yaitu memperoleh keuntungan. Dari sini jelas bahwa hadlarah Barat itu sebenarnya adalah himpunan dari mafahim tentang kehidupan sebagaimana yang diuraikan di atas. &lt;br /&gt; Adapun hadlarah Islam, adalah hadlarah yang berdiri di atas suatu landasan yang bertentangan dengan landasan hadlarah Barat. Pandangannya tentang kehidupan dunia juga berbeda dengan yang dimiliki oleh hadlarah Barat. Demikian pula arti kebahagiaan hidup menurut Islam sangat berlawanan dengan arti kebahagiaan hidup menurut hadlarah Barat. &lt;br /&gt;  Hadlarah Islam berdiri atas dasar iman kepada Allah SWT, dan bahwasanya Dia telah menjadikan untuk alam semesta, manusia, dan hidup ini suatu aturan yang masing-masing harus mematuhinya, disamping telah mengutus junjungan kita Nabi Muhammad SAW dengan membawa agama Islam. Dengan kata lain, hadlarah Islam berdiri di atas dasar aqidah Islam yaitu beriman kepada Allah, Malaikat-malaikat-Nya, Rasul-rasul-Nya, Kitab-kitab suci-Nya, Hari Kiamat, serta kepada qadla dan qadar baik buruknya dari Allah SWT. Jadi, aqidahlah yang menjadi dasar bagi hadlarah ini. Dengan demikian hadlarah ini berlandaskan suatu asas yang memperhatikan ruh (yaitu hubungan manusia dengan Pencipta).&lt;br /&gt;  Mengenai konsep kehidupan menurut hadlarah Islam, sesungguhnya dapat dilihat dalam falsafah Islam yang lahir dari aqidah Islam serta yang menjadi dasar bagi kehidupan dan perbuatan manusia di dunia. Falsafah tersebut adalah penggabungan materi dengan ruh, atau dengan kata lain menjadikan semua perbuatan manusia agar berjalan sesuai dengan perintah Allah dan larangan-Nya. Falsafah inilah yang menjadi dasar pandangannya tentang kehidupan. Sebab pada hakekatnya amal perbuatan manusia adalah materi, sedangkan kesadaran manusia akan hubungannya dengan Allah pada saat ia melakukan perbuatan tersebut, ditinjau dari halal-haram-nya perbuatan, adalah ruh. Dengan demikian terjadilah penggabungan antara materi dengan ruh. Atas dasar inilah, maka jalur perbuatan seorang muslim adalah perintah Allah dan larangan-Nya. Sedangkan tujuan mengarahkan amal perbuatan agar berjalan di atas jalur perintah Allah dan larangan-Nya adalah keridlaan Allah semata, sama sekali bukan manfaat. &lt;br /&gt; Sedangkan maksud dilakukannya suatu perbuatan adalah nilai yang senantiasa diupayakan manusia tatkala dia melakukan suatu perbuatan. Nilai ini tentu saja berbeda-beda tergantung dari jenis perbuatannya. Adakalanya nilai itu bersifat materi, seperti misalnya orang yang berdagang dan bermaksud mencari keuntungan. Perbuatan dagangnya itu merupakan amal perbuatan yang bersifat materi, sedangkan yang mengendalikan perbuatan dagangnya adalah kesadarannya akan hubungan dirinya dengan Allah, sesuai dengan perintah dan larangan-Nya karena mengharap ridla Allah. Adapun nilai yang ingin diperoleh dari aktivitas dagangnya adalah keuntungan, yang merupakan nilai materi.&lt;br /&gt;  Kadang-kadang nilai suatu perbuatan itu bersifat kerohanian, misalnya Shalat, Zakat, Shaum atau Haji. Ada pula yang bersifat moril, seperti jujur, amanah atau tepat janji. Atau dapat juga bersifat kemanusiaan, misalnya menyelamatkan orang yang tenggelam atau menolong orang yang berduka. Nilai-nilai semacam ini senantiasa diusahakan manusia untuk dapat terwujud saat ia melakukan perbuatan. Hanya saja nilai-nilai itu bukanlah penentu suatu perbuatan dan bukan pula tujuan utama dilakukannya perbuatan, melainkan hanya sekedar nilai perbuatan yang berbeda-beda tergantung dari jenis perbuatan. &lt;br /&gt; Adapun kebahagiaan hidup menurut Islam adalah mendapatkan keridlaan Allah SWT, bukannya memuaskan kebutuhan-kebutuhan jasmani manusia. Sebab, pemuasan semua kebutuhan manusia baik yang bersifat jasmani maupun naluri merupakan sarana mutlak untuk menjaga kelangsungan hidup manusia, namun tidak menjamin adanya kebahagiaan. &lt;br /&gt; Inilah pandangan hidup menurut Islam, dan inilah dasar bagi pandangan tersebut, yang menjadi asas bagi hadlarah Islam, yang sangat berlawanan dengan hadlarah Barat. Begitu pula halnya dengan bentuk-bentuk madaniyah yang dihasilkan dari hadlarah Islam yang jelas-jelas bertentangan dengan bentuk-bentuk madaniyah yang dihasilkan dari hadlarah Barat.&lt;br /&gt;  Sebagai contoh, lukisan adalah sebuah bentuk madaniyah. Kebudayaan Barat menganggap bahwa lukisan perempuan telanjang yang menampilkan seluruh keindahan tubuh sebagai bentuk madaniyah yang sesuai dengan paham kehidupannya terhadap wanita. Oleh karena itu, orang Barat memandangnya sebagai bentuk madaniyah yang bersifat seni yang sakral jika memenuhi syarat-syarat seni. Namun bentuk madaniyah semacam ini bertentangan dengan hadlarah Islam dan berlawanan dengan pandangannya terhadap wanita, yaitu sebagai suatu kehormatan yang wajib dijaga. Islam melarang lukisan semacam ini, karena akan merangsang syahwat biologis lelaki/wanita yang berasal dari naluri melestarikan jenis manusia dan dapat menyebabkan kebejatan akhlak. &lt;br /&gt; Contoh lain apabila seorang muslim hendak mendirikan rumah yang merupakan salah satu bentuk madaniyah, maka ia akan membangun rumahnya sedemikian rupa agar jangan sampai aurat wanita penghuni rumah mudah terlihat oleh orang luar, misalnya dengan mendirikan pagar di sekeliling rumahnya. Lain halnya dengan orang-orang Barat, tentu mereka tidak memperhatikan hal-hal semacam ini sesuai dengan hadlarah-nya. &lt;br /&gt;  Begitu pula halnya dengan seluruh bentuk madaniyah yang dihasilkan dari hadlarah Barat seperti misalnya patung dan sejenisnya. Demikian juga dengan pakaian, apabila memiliki ciri khas bagi orang-orang kafir yang disebabkan karena kekufuran mereka, maka tidak boleh dipakai oleh orang muslim (seperti baju pendeta, baju biksu, dan lain-lain, pent.). Sebab, pakaian semacam ini menyandang pandangan hidup tertentu. Akan tetapi apabila tidak demikian, yakni jika telah menjadi kebiasaan dalam berbusana dan tidak dianggap sebagai pakaian khusus orang kafir melainkan hanya dipakai untuk sekedar memenuhi kebutuhan atau pemanis busana, maka dalam hal ini pakaian tersebut termasuk dalam jenis bentuk-bentuk madaniyah yang bersifat umum dan boleh dikenakan. &lt;br /&gt; Adapun bentuk-bentuk madaniyah yang dihasilkan oleh sains dan teknologi/industri seperti alat-alat laboratorium, alat-alat kedokteran, mesin-mesin industri, perabotan rumah tangga, permadani, dan sebagainya. Semua ini merupakan bentuk-bentuk madaniyah yang bersifat universal, sehingga boleh kita ambil tanpa khawatir terhadap sesuatu. Sebab, bentuk-bentuk ini tidak dihasilkan dari hadlarah serta tidak ada hubungan dengan hadlarah. &lt;br /&gt;  Dengan melihat selintas saja pada hadlarah Barat yang berkuasa di dunia dewasa ini, maka kita dapati bahwa hadlarah ini tidak mampu menjamin ketenangan dan ketenteraman manusia. Malah sebaliknya, hadlarah ini telah menyebabkan kesengsaraan yang diderita oleh seluruh dunia. Hadlarah yang dasarnya memisahkan agama dari kehidupan, yang bertentangan dengan fitrah manusia, dan tidak memandang aspek spritual sedikit pun dalam kehidupan umum, memandang bahwa kehidupan dunia sebagai manfaat belaka, serta menjadikan hubungan sesama manusia berdasarkan pada manfaat saja. Hadlarah semacam ini tidak menghasilkan apa-apa selain kesengsaraan dan keresahan yang terus-menerus. Sebab, selama manfaat dijadikan asas, akan mengakibatkan perselisihan dan baku hantam dalam memperebutkannya serta membina hubungan sesama manusia dengan mengandalkan kekuatan, menjadi sesuatu yang wajar. Oleh karena itu, penjajahan merupakan hal yang wajar bagi penganut hadlarah ini. Akhlak pun menjadi guncang. Sebab, hanya manfaat saja yang tetap menjadi asas kehidupan. Dengan demikian, wajarlah jika akhlak telah tergeser dari kehidupan masyarakat Barat, sama halnya dengan tergesernya nilai-nilai kerohanian. Bahkan menjadi wajar pula bila kehidupan ini berjalan atas dasar persaingan, permusuhan, baku hantam, dan penjajahan. Adanya krisis kerohanian dalam diri manusia, keresahan yang kronis, serta kejahatan yang merajalela di seluruh dunia merupakan bukti nyata dari dampak hadlarah Barat. Sebab, hadlarah inilah yang kini berkuasa di seluruh dunia, dialah yang menimbulkan berbagai dampak yang berbahaya dan membahayakan kelangsungan hidup umat manusia. &lt;br /&gt;  Namun apabila kita mengamati hadlarah Islam yang pernah berkuasa di dunia sejak abad VI hingga akhir abad XVIII M, kita dapati betapa hadlarah ini belum pernah menjadi penjajah karena memang bukan tabiatnya untuk menjajah. Hadlarah ini tidak membedakan antara kaum muslimin dengan yang lainnya. Dengan demikian, keadilan terjamin bagi seluruh bangsa yang pernah tunduk di bawahnya selama masa kekuasaan Islam. Karena hadlarah ini berdiri atas dasar ruh yang berusaha mewujudkan seluruh nilai-nilai kehidupan, baik itu nilai materi, spiritual, moral, maupun kemanusiaan; disamping menjadikan aqidah sebagai titik perhatian dalam hidup ini. Kehidupan pun dipandang sebagai kehidupan yang berjalan sesuai dengan perintah Allah dan larangannya. Adapun kebahagian hidup adalah dengan meraih keridlaan Allah SWT. Apabila hadlarah Islam kembali berkuasa di dunia ini sebagaimana pada masa sebelumnya, tentu hadlarah ini akan mampu menangani berbagai krisis yang melanda dunia dan akan mampu menjamin kesejahteraan bagi seluruh umat manusia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8385213785005063202-76000567204723900?l=agusinternet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agusinternet.blogspot.com/feeds/76000567204723900/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://agusinternet.blogspot.com/2009/12/hadlarah-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8385213785005063202/posts/default/76000567204723900'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8385213785005063202/posts/default/76000567204723900'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agusinternet.blogspot.com/2009/12/hadlarah-islam.html' title='HADLARAH ISLAM'/><author><name>Abu Hafidz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12439619222524772190</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_hfHC-YyHkl0/So1FDj84VKI/AAAAAAAAABM/KWaQ3ltbrWE/S220/I_053_~1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8385213785005063202.post-2339933202435102856</id><published>2009-12-15T09:52:00.003+07:00</published><updated>2009-12-15T09:53:43.942+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nizhamul Islam'/><title type='text'>TATACARA MENGEMBAN  DAKWAH ISLAMIYAH</title><content type='html'>Kaum muslimin tidak pernah mengalami kemunduran dari kedudukannya sebagai pemimpin dunia, apabila tetap berpegang teguh pada agamanya. Kemunduran kaum muslimin mulai nampak tatkala mereka meninggalkan ajaran-ajaran agama dan meremehkannya; membiarkan peradaban asing melanda negeri-negerinya, membiarkan paham-paham Barat bercokol dalam benak mereka. Kemunduran itu terjadi pada saat kaum muslimin mengabaikan qiyadah fikriyah Islam, yakni ketika mereka mulai surut dalam mengemban dakwah Islam dan menyalahi pelaksanaan hukum-hukumnya. Itulah sebabnya, kaum muslimin harus melanjutkan kembali kehidupan Islam agar kebangkitan yang didambakan dapat dicapai kembali. Dan mereka tidak akan mungkin melanjutkan kehidupan Islam kecuali jika mereka mengemban dakwah Islam; yaitu dengan mengemban qiyadah fikriyah Islam dan berhasil mewujudkan --melalui dakwahnya ini-- sebuah Daulah Islamiyah yang mampu mengemban qiyadah fikriyah Islam dengan menyebarluaskan dakwah Islam untuk seluruh dunia.&lt;br /&gt;Patut diperhatikan dengan saksama, bahwa usaha mengemban qiyadah fikriyah tersebut, dengan cara menyebarluaskan dakwah Islam adalah dalam rangka membangkitkan kaum muslimin. Hal ini tidak lain karena hanya Islamlah satu-satunya yang bisa memperbaiki dunia ini. Disamping karena kebangkitan yang sebenarnya tidak akan tercapai kecuali hanya dengan Islam, baik untuk kaum muslimin maupun bagi bangsa yang lain. Atas dasar inilah hendaknya dakwah Islam dikembangkan.&lt;br /&gt;Dalam mengembangkan dakwah Islam hendaknya kita berpegang kepada suatu prinsip, yaitu menyebarluaskannya sebagai suatu qiyadah fikriyah bagi dunia, yang melahirkan segenap peraturan, dan di atasnya dibangun seluruh pemikiran. Dari pemikiran-pemikiran ini lahir seluruh persepsi yang dapat mempengaruhi pandangan hidup (manusia) tanpa kecuali.&lt;br /&gt;Mengemban dakwah Islam pada saat ini, hendaknya dikembangkan dengan metode yang sama sebagai mana masa-masa sebelumnya, yaitu dengan menjadikan metode dakwah Rasulullah SAW sebagai suri teladan, tanpa berpaling sedikitpun dari metode tersebut, baik secara keseluruhan maupun dalam perinciannya, tanpa memperhatikan perkembangan zaman sama sekali. Sebab, yang berkembang hanyalah sarana dan bentuk kehidupan, sementara nilai dan maknanya sama sekali tidak akan berubah, walaupun zaman terus berputar, dan bangsa-bangsa maupun negeri-negeri berbeda-beda.&lt;br /&gt;Oleh karena itu, mengemban dakwah Islam membutuhkan keterusterangan dan keberanian, kekuatan (sikap-pent.) dan pemikiran, menentang setiap hal yang bertentangan dengan ide maupun metode, serta menghadapinya dengan cara menjelaskan kepalsuannya, tanpa melihat hasil dan kondisi yang ada.&lt;br /&gt;Mengemban dakwah Islam juga mengharuskan kedaulatan secara mutlak hanya untuk mabda Islam, tanpa mempertimbangkan apakah hal itu sesuai dengan keinginan masyarakat pada umumnya atau justru bertentangan; apakah sesuai dengan adat istiadat ataukah bertolak belakang; juga apakah mabda itu diterima masyarakat, ditolak atau malah dimusuhi. Seorang pengemban dakwah tidak akan mencari muka dan berbasa-basi di depan masyarakat, bermuka dua atau bersikap toleran terhadap penguasa. Seorang pengemban dakwah tidak akan mempedulikan kebiasaan masyarakat beserta adat-istiadatnya. Dia tidak akan memperhitungkan apakah dakwahnya diterima masyarakat ataukah ditolak. Dia akan tetap berpegang teguh pada prinsip mabda Islam saja, dan akan menyuarakan mabda itu saja, tanpa memperhitungkan nilai apa pun selainnya. Tidak boleh mengatakan kepada orang-orang yang ber-mabda lain: ''Pegang teguhlah prinsip kalian'', tetapi hendaknya mereka diajak --tanpa paksaan-- untuk memeluk mabda Islam. Sebab, dakwah menuntut kedaulatan hanya untuk Islam semata, bukan untuk yang lain dan bahwasanya hanya Islamlah yang berkuasa di tengah-tengah masyarakat, sebagaimana firman Allah SWT:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al-Quran) dan agama yang benar, untuk dimenangkan-Nya atas seluruh agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukainya" (At-Taubah 33).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW datang ke dunia ini dengan membawa Risalah Islam dan menyampaikannya secara terus terang dan menantang. Beliau meyakini kebenaran risalah yang diembannya kepada masyarakat, menantang dunia secara keseluruhan, mengumumkan perang atas seluruh manusia, baik yang berkulit merah maupun hitam, tanpa memperdulikan sedikitpun adat istiadat, tradisi, kebiasaan-kebiasaan, agama-agama atau kepercayaan-kepercayaan, sikap para penguasa ataupun rakyat kebanyakan. Beliau tidak memperhatikan sesuatu pun selain dari risalah Islam. &lt;br /&gt;Rasulullah SAW telah memulai dakwahnya terhadap orang-orang Quraisy dengan mencela dan memaki-maki tuhan-tuhan mereka, menentang dan meremehkan seluruh kepercayaan-kepercayaan mereka. Sedangkan beliau saat itu sendirian dan diisolir oleh masyarakat, tanpa pendukung dan tanpa bekal selain imannya yang amat dalam terhadap Islam yang beliau serukan. Beliau sama sekali tidak memperhatikan kebiasaan dan adat istiadat bangsa Arab, dan tidak memperhatikan pula agama-agama dan kepercayaan-kepercayaan mereka; tidak bermanis muka atau memperhatikan perasaan/reaksi mereka.&lt;br /&gt;Demikian pula seharusnya sikap dan tindakan seorang pengemban dakwah Islam, yaitu menyampaikan dakwah secara terang-terangan; menentang segala kebiasaan, adat istiadat, ide-ide sesat, dan persepsi yang salah; bahkan akan menentang opini umum masyarakat kalau memang keliru, sekalipun untuk ini dia harus bermusuhan. Begitu pula dia akan menentang kepercayaan-kepercayaan dan agama-agama yang ada, sekalipun harus berhadapan dengan kefanatikan para pemeluknya atau harus menghadapi kebencian orang-orang yang dungu dalam kesesatannya.&lt;br /&gt;Mengemban dakwah Islam mengharuskan keseriusan dalam pelaksanaan hukum-hukum Islam secara keseluruhan, dan tidak meremehkannya sedikit pun. Seorang pengemban dakwah tidak akan mengambil jalan kompromi dan tidak akan mengorbankan nilai-nilai Islam, tidak mengabaikan dan tidak akan menunda-nunda suatu kebijakan. Segala hal (yang menyangkut urusan dakwah) segera dituntaskan dengan sempurna, sedini mungkin diselesaikan, dan tidak menerima tawar-menawar dalam memperjuangkan kebenaran. &lt;br /&gt;Rasulullah SAW tidak menerima tawaran delegasi Tsaqif bahwa mereka akan masuk Islam apabila Rasulullah membiarkan berhala mereka, yakni Latta, selama tiga tahun tanpa beliau hancurkan, dan membebaskan mereka dari kewajiban shalat. Beliau serta merta menolak usul mereka untuk membiarkan Latta barang dua tahun atau sebulan seperti yang mereka minta, bahkan beliau menolak semua itu dengan tegas, tanpa sedikit pun ada keraguan atau kebimbangan. Sebab, manusia hanya memiliki dua pilihan: iman atau kufur, karena tempat kembali itu juga hanya dua, kalau tidak ke Surga tentu ke Neraka. Rasulullah SAW hanya menerima tawaran mereka agar bukan mereka sendiri yang menghancurkan berhala Latta. Lalu beliaupun menugaskan Abu Sufyan dan Mughirah bin Syu'bah untuk menghancurkannya. &lt;br /&gt;Memang benar, beliau tidak menerima apapun selain aqidah yang sempurna dan pelaksanaan peraturan yang diharuskannya. Tentang sarana dan bentuknya, ternyata beliau menerimanya. Karena, kedua tawaran mereka itu tidak berhubungan dengan inti aqidah. Oleh karena itu dakwah Islam harus selalu mempertahankan kesempurnaan fikrah Islam (Aqidah –pent.) serta kesempurnaan pelaksanaannya, tanpa ada sedikit pun toleransi baik dalam fikrah/aqidah maupun metode/hukum, serta tidak menjadi masalah apabila ingin menggunakan sarana yang dikehendakinya. &lt;br /&gt;Mengemban dakwah Islam mengharuskan setiap langkah-langkahnya memiliki tujuan tertentu, dan mengharuskan para pengemban dakwah agar senantiasa memperhatikan tujuan itu, selalu berusaha secara terus-menerus untuk mencapai tujuan tersebut. Bersungguh-sungguh dan tidak pernah beristirahat demi tercapainya target dakwah. Oleh karena itu kita dapati mereka tidak akan puas hanya sekadar berpikir tanpa berbuat. Sebab, hal ini dianggap sebagai falsafah khayalan yang membius. Mereka tidak akan rela hanya berpikir dan berbuat tanpa mempunyai tujuan. Sebab yang demikian itu, bagaikan seseorang yang berjalan di tempat dan akan selalu berakhir pada kejumudan dan keputusasaan. Disamping itu mereka selalu bersikap tegas dalam menggabungkan pemikiran dengan amal perbuatan, serta mengarahkan kedua-duanya untuk merealisir tujuan, yang mereka usahakan secara nyata hingga tercapai. &lt;br /&gt;Rasulullah SAW pada mulanya mengemban qiyadah fikriyah Islam di Mekah. Namun tatkala melihat bahwa masyarakat Mekah tidak sanggup menjadikan Islam sebagai suatu peraturan kemasyarakatan, beliaupun menyiapkan masyarakat Madinah. Di sinilah kemudian beliau membentuk suatu negara dan menerapkan Islam, serta mengembangkan risalahnya, seraya menyiapkan umatnya untuk mengembangkan risalah Islam sepeninggal beliau dan agar tetap berjalan pada garis yang telah beliau tentukan. Oleh karena itu, seharusnya dakwah Islam dalam keadaan tidak adanya seorang Khalifah bagi kaum muslimin, haruslah mencakup dua bagian. Pertama, dakwah mengajak memeluk Islam; dan kedua, dakwah untuk melanjutkan kehidupan Islam dengan berusaha mendirikan negara Islam yang menerapkan (sistem hukum) Islam dan mengemban risalah Islam ke seluruh dunia. Dengan cara ini, maka dakwah akan beralih dari dakwah yang tujuannya melanjutkan kehidupan Islam di kalangan umat, menuju dakwah yang dikembangkan oleh negara ke seluruh dunia. Juga, akan beralih dari dakwah yang bersifat lokal di dunia Islam menuju dakwah yang bersifat internasional.&lt;br /&gt;Dakwah mengajak memeluk Islam terutama ditujukan untuk memperbaiki setiap aqidah/kepercayaan, menguatkan hubungan dengan Allah SWT, dan menjelaskan kepada masyarakat tentang berbagai pemecahan problematika kehidupannya. Dengan cara ini, dakwah akan menjadi dinamis yang mencakup seluruh aspek kehidupan. Sebagai contoh ketika Rasulullah SAW masih di Mekah sering membacakan di tengah-tengah masyarakat: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Binasalah kedua tangan Abu Lahab (pemimpin Quraisy itu)" (Al-Lahab 1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pada saat yang sama beliau juga membacakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bahwa (Al-Quran) sesungguhnya perkataan Rasul yang mulia. Dan (Al-Quran) itu bukanlah perkataan seorang penyair; sedikit sekali kamu beriman kepada-Nya" &lt;br /&gt;(Al-Haaqqah 40-41).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesempatan lain beliau membaca:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang. (Yaitu) orang-orang yang bila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi. Dan bila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi" &lt;br /&gt;(Al-Muthaffifin 1-3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana pula beliau membaca:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang shaleh, bagi mereka (dijanjikan) jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Itulah keberuntungan yang besar" (Al-Buruj 11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika di Madinah beliau membaca:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"(Lalu) Dirikanlah shalat, dan tunaikanlah zakat"&lt;br /&gt;(Al-Baqarah 43).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;juga membaca ayat-ayat lain seperti:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Berangkatlah kamu, baik dalam keadaan merasa ringan ataupun berat, dan berjihadlah dengan harta serta dirimu di jalan Allah" (At-Taubah 41).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu melakukan transaksi tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya" (Al-Baqarah 282).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"...(telah dibagikan fa'i) supaya harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu"&lt;br /&gt;(Al-Hasyr 7).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tiada sama penghuni-penghuni jahanam dengan penghuni-penghuni jannah. Penghuni-penghuni jannah itulah orang-orang yang beruntung" (Al-Hasyr 20).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian dakwah Islam harus menyajikan peraturan-peraturan yang dapat memecahkan problematika kehidupan manusia. Sebab, rahasia keberhasilan dakwah Islam adalah keberadaannya yang dinamis dan mampu menyelesaikan seluruh problematika kehidupan manusia secara utuh, sehingga terjadi perombakan yang menyeluruh terhadap diri manusia.&lt;br /&gt;Para pengemban dakwah tentu tidak akan sanggup memikul beban tanggung jawab (dakwah) dan kewajiban-kewajibannya kecuali jika mereka menanamkan pada dirinya cita-cita untuk mengarah pada jalan kesempurnaan; dan selalu mengkaji dan mencari kebenaran; serta senantiasa meneliti kembali secara berulang-ulang setiap sesuatu yang sudah mereka ketahui agar dapat dibersihkan dari segala pemikiran asing yang mungkin mempengaruhinya; disamping selalu menjauhkan pemikirannya dari segala sesuatu yang apabila didekati akan menyebabkan pemikirannya terjerumus. Semua ini bertujuan agar ide-ide yang mereka kembangkan tetap murni dan terpelihara. Sebab, kemurnian ide adalah satu-satunya jaminan untuk keberhasilan yang terus-menerus.&lt;br /&gt;Disamping itu para pengemban dakwah harus menunaikan kewajibannya sebagai sesuatu yang dibebankan Allah di pundak mereka. Mereka melakukannya dengan gembira dan mengharapkan keridlaan Allah. Mereka tidak berharap dari amal perjuangannya itu suatu imbalan (dari manusia, pent.), tidak menunggu ucapan terima kasih dan tidak mencari sesuatu apapun kecuali keridlaan Allah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8385213785005063202-2339933202435102856?l=agusinternet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agusinternet.blogspot.com/feeds/2339933202435102856/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://agusinternet.blogspot.com/2009/12/tatacara-mengemban-dakwah-islamiyah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8385213785005063202/posts/default/2339933202435102856'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8385213785005063202/posts/default/2339933202435102856'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agusinternet.blogspot.com/2009/12/tatacara-mengemban-dakwah-islamiyah.html' title='TATACARA MENGEMBAN  DAKWAH ISLAMIYAH'/><author><name>Abu Hafidz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12439619222524772190</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_hfHC-YyHkl0/So1FDj84VKI/AAAAAAAAABM/KWaQ3ltbrWE/S220/I_053_~1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8385213785005063202.post-192322354491135418</id><published>2009-12-15T09:48:00.003+07:00</published><updated>2009-12-15T09:50:36.585+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafakur'/><title type='text'>BERITA DARI MASJID NABAWI</title><content type='html'>BERITA DARI MASJID NABAWI.BERITA PENTING.BERITA UNTUK UMMAT ISLAM DISELURUH DUNIA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SURAT INI DATANGNYA DARI SYECKH ACHMAD DI SAUDI ARABIA :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'AKU BERSUMPAH DENGAN NAMA ALLAH SWT DAN NABI MUHAMMAD&lt;br /&gt;SAW' WASIAT UNTUK SELURUH UMMAT ISLAM DARI SYECKH ACHMAD SEORANG PENJAGA MAKAM RASULULLAH DI MADINAH, YAITU DI MESJID NABAWI SAUDI ARABIA .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada malam tatkala hamba membaca Al'Quran di makamRasulullah, dan Hamba sampai tertidur, lalu hamba bermimpi. Didalam mimpi hamba bertemu dengan Rasulullah SAW, dan beliau berkata, 'didalam 60.000 orang yang meninggal dunia, diantara bilangan itu tidak ada seorangpun yang mati beriman, dikarenakan :&lt;br /&gt;1. Seorang istri tidak lagi mendengar kata-kata suaminya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Orang kaya yang mampu, tidak lagi menimbangkan rasa belas kasih kepada orang miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Sudah banyak yang tidak berzakat, tidak berpuasa, tidak sholat dan&lt;br /&gt;tidak menunaikan ibadah haji, padahal mereka mampu melaksanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Oleh sebab itu wahai Syechk Achmad engkau sabdakan kepada semua ummat manusia di dunia supaya berbuat kebajikan dan menyembah kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pesan Rasulullah kepada hamba,oleh karenanya hamba berpesan kepada segenap Ummat Islam di dunia :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Bersalawatlah kepada Nabi Muhammad SAW.&lt;br /&gt;- Janganlah bermalas-malasan sholat 5 waktu.&lt;br /&gt;- Bershadaqoh dan berzakatlah segera, santuni anak yatim piatu.&lt;br /&gt;- puasalah di bulan ramadhan dan jika mampu tunaikan ibadah haji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERHATIAN :&lt;br /&gt;siapa yang membaca surat ini hendaklah menyalinnya,sampaikan pada orang lain yang beriman pada hari kiamat.Hari kiamat akan tiba dan batu bintang akan terbit, Al'Quran akan hilang dan matahari akan dekat diatas kepala, saat itulah manusia akan panik. akibat dari kelakuan mereka yang selalu menuruti hawa nafsu dalam jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barang siapa yang menyebarkan suratini 20 lembar dan disebarkan kepada teman/ rekan atau Masyarakat Islam sekitarnya, maka percayalah anda akan memperoleh setelah&lt;br /&gt;dua minggu kemudian. Telah terbukti pada pengusaha diBandung , setelah membaca dan menyalinnya juga menyebarkan 20 lembar,dalam waktu 2 minggu kemudian, dia mendapat keuntungan yang luar biasa besarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang terhadap orang yang menyepelekannya dan membuang&lt;br /&gt;suratini, Dia mendapat musibah yang besar: kehilangan sesuatu&lt;br /&gt;harta/benda yang sangat dicintai dan disayangi.Perlu diingat kalau sengaja tidak memberitahukan suratini kepada orang lain, maka tunggulah nasib yang akan anda alami, dan jangan menyesal bila mendapat bencana atau kerugian yang sangat besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, jika Anda menyalin/mengcopyny dan menyebarkannya kepada orang lain,akan mendapatkan keuntungan besar,rezeki yang tiada disangka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat ini ditulis S.T. STAVIA sejak itu surat menjelajah&lt;br /&gt;dunia,dan akhirnya sampai kepada Anda.&lt;br /&gt;Percayalah beberapa hari lagi suatu akan datang kepada Anda dan&lt;br /&gt;keluarga,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENJAGA MAKAM RASULULLAH SAW&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan yang datang ke kolom pesan Facebook Abu Hafidz dari Deden Desimal&lt;br /&gt;Wallahu’alam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8385213785005063202-192322354491135418?l=agusinternet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agusinternet.blogspot.com/feeds/192322354491135418/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://agusinternet.blogspot.com/2009/12/berita-dari-masjid-nabawi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8385213785005063202/posts/default/192322354491135418'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8385213785005063202/posts/default/192322354491135418'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agusinternet.blogspot.com/2009/12/berita-dari-masjid-nabawi.html' title='BERITA DARI MASJID NABAWI'/><author><name>Abu Hafidz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12439619222524772190</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_hfHC-YyHkl0/So1FDj84VKI/AAAAAAAAABM/KWaQ3ltbrWE/S220/I_053_~1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8385213785005063202.post-2884690431072410702</id><published>2009-12-13T21:35:00.002+07:00</published><updated>2009-12-13T21:35:48.827+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafakur'/><title type='text'></title><content type='html'>Bismillah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang teman mengaku dulunya adalah pecandu narkoba. Tidak tanggung-tanggung, hampir 10 tahun dia menjadi pecandu, bahkan beberapa kali overdosis. Hebatnya, saudaranya tidak henti-henti berdoa untuknya. Selain itu, saudaranya juga bersedekah, dengan niat ‘membeli’ hidayah untuknya. Apa yang diniatkan, itu pula yang didapatkan. Akhirnya, subhanallah! Berkat doa dan sedekah itu, sang pecandu narkoba berhenti menjadi pencandu narkoba. Malah, ia sekarang menjadi pecandu sedekah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang mengaku makin jarang sakit, dan andaikata sakit sekalipun ia makin jarang berobat. Menurut pengakuannya, ia memelihara kesehatan dan menyembuhkan sakitnya hanya dengan sedekah, istighfar, syukur, tawakkal, dan air zamzam. Subhanallah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang mengaku mendapatkan jodohnya dalam waktu kurang dari 6 bulan ‘hanya’ dengan melipatgandakan sedekahnya dan memperbaiki amalannya. Subhanallah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua orang berbeda meniatkan sedekahnya masing-masing untuk mendapatkan beasiswa dan berangkat haji. Apa yang diniatkan, itu pula yang didapatkan. Begitulah. Meski awal-awalnya mereka sempat gagal, namun pada akhirnya masing-masing berhasil mendapatkan beasiswa dan berangkat haji. Itulah pengakuan dua orang yang berbeda pada suatu kesempatan yang sama. Subhanallah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, seorang teman mengaku bersedekah sangat banyak, setidaknya lebih banyak daripada yang sudah-sudah. Tidak cukup sampai di situ, ia juga menyedekahkan arloji dan ikat pinggang kesayangannya. Subhanallah, tidak sampai seminggu, omzet usahanya meledak hingga bermiliar-miliar, di luar perkiraan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang mengaku bersedekah Rp 2 juta pada suatu acara. Begitu pulang dari acara tersebut, ia mengaku memenangkan hadiah senilai sekitar Rp 25 juta. Subhanallah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah testimoni beberapa kenalan saya. Ajaib 'kan? Dan benarlah pesan Sang Nabi, “Belilah SEMUA KESULITANMU dengan sedekah.” Right?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda punya pengalaman hebat tentang sedekah? Silakan sampaikan kepada saya, supaya kisah tersebut dapat menyebar dan menyemangati orang banyak. Tidak perlu khawatir akan riya dan ujub, karena identitas Anda akan dirahasiakan sepenuhnya. Saya tunggu ya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8385213785005063202-2884690431072410702?l=agusinternet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agusinternet.blogspot.com/feeds/2884690431072410702/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://agusinternet.blogspot.com/2009/12/bismillah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8385213785005063202/posts/default/2884690431072410702'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8385213785005063202/posts/default/2884690431072410702'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agusinternet.blogspot.com/2009/12/bismillah.html' title=''/><author><name>Abu Hafidz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12439619222524772190</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_hfHC-YyHkl0/So1FDj84VKI/AAAAAAAAABM/KWaQ3ltbrWE/S220/I_053_~1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8385213785005063202.post-5718303889171034003</id><published>2009-12-13T21:31:00.000+07:00</published><updated>2009-12-13T21:31:09.536+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nizhamul Islam'/><title type='text'>KEPEMIMPINAN BERFIKIR DALAM ISLAM</title><content type='html'>Ikatan kebangsaan (Nasionalisme) tumbuh di tengah-tengah masyarakat, tatkala pola berfikir manusia mulai merosot. Ikatan ini terjadi ketika manusia mulai hidup bersama dalam suatu wilayah tertentu dan tidak beranjak dari situ. Saat itu, naluri ingin mempertahankan diri sangat berperan dan mendorong mereka untuk mempertahankan negerinya, tempat dimana mereka hidup dan menggantungkan diri. &lt;br /&gt;Dari sinilah cikal bakal tumbuhnya ikatan nasionalisme, yang tergolong ikatan yang paling lemah dan rendah nilainya. Ikatan ini tampak juga dalam dunia binatang serta burung-burung, dan senantiasa emosional sifatnya. Ikatan semacam ini muncul ketika ada ancaman pihak asing yang hendak menyerang atau menaklukkan suatu negeri. Tetapi bila suasananya aman dari serangan musuh atau musuh tersebut dapat dilawan dan diusir dari negeri itu, sirnalah kekuatan ini. Oleh karena itu ikatan ini rendah nilainya. &lt;br /&gt; Adapun ikatan kesukuan (sukuisme) tumbuh di tengah-tengah masyarakat pada saat pemikiran manusia mulai sempit. Ikatan ini mirip dengan ikatan kekeluargaan, hanya sedikit lebih luas. Sebab munculnya ikatan kesukuan ini adalah karena manusia pada dasarnya memiliki naluri ingin mempertahankan diri, yang kemudian dalam dirinya mencuat keinginan untuk berkuasa. Keinginan itu muncul hanya pada individu yang rendah taraf berfikirnya.  Apabila kesadarannya meningkat dan pemikirannya berkembang, maka bertambah luaslah wilayah kekuasaannya, sehingga timbul keinginan keluarga dan familinya berkuasa. Keinginan tersebut terus melebar sesuai dengan perkembangan pemikirannya, sampai suatu saat timbul keinginan sukunya berkuasa di negeri tersebut. Apabila mereka telah mendapatkan kekuasaan itu, iapun ingin sukunya menguasai bangsa-bangsa yang lain. &lt;br /&gt;Inilah sebab timbulnya berbagai pertentangan lokal antar individu dalam sebuah keluarga yang saling berebut pengaruh. Sehingga apabila seseorang telah berhasil menjadi pemimpin dalam keluarga itu --tentunya setelah lebih dahulu memenangkan persaingan dengan anggota keluarga yang lain-- perselisihan pun beralih antara keluarga itu dengan keluarga-keluarga lain, yang masing-masing berusaha menundukkan yang lainnya dalam soal kepemimpinan, sampai akhirnya dimenangkan oleh satu keluarga tertentu atau dicapai oleh beberapa keluarga yang bergabung menjadi satu. Tetapi tidak lama kemudian timbul lagi perselisihan baru antara kelompok keluarga itu menghadapi kelompok   keluarga yang lain, dalam soal kharisma dan kepemimpinan. Keadaan seperti ini menimbulkan rasa fanatisme golongan (ta'ashub) dalam diri anggota ikatan ini. Mereka dikuasai oleh hawa nafsu dalam usahanya membela anggotanya terhadap anggota suku yang lain. Dengan demikian, ikatan semacam ini tidak sesuai dengan martabat manusia. Ikatan ini senantiasa menimbulkan berbagai pertentangan intern, kalau tidak disibukkan dengan berbagai perselisihan dengan pihak luar (keluarga, suku, bangsa, dan lain-lain). &lt;br /&gt; Berdasarkan hal ini, ikatan nasionalisme merupakan ikatan yang rusak (tabi'atnya buruk) karena tiga hal:&lt;br /&gt;(1)  Karena mutu ikatannya rendah, sehingga tidak mampu mengikat antara manusia satu dengan yang lainnya untuk menuju kebangkitan dan kemajuan.&lt;br /&gt;(2)  Karena ikatannya bersifat emosional, yang selalu didasarkan pada perasaan yang muncul secara spontan dari naluri mempertahankan diri, yaitu untuk membela diri. Di samping itu ikatan yang bersifat emosional sangat berpeluang untuk berubah-ubah, sehingga tidak bisa dijadikan ikatan yang langgeng antara manusia satu dengan yang lain.&lt;br /&gt;(3)  Karena ikatannya bersifat temporal, yaitu muncul saat membela diri karena datangnya ancaman. Sedangkan dalam keadaan stabil, yaitu keadaan normal, ikatan ini tak berarti lagi. Dengan demikian, tidak bisa dijadikan pengikat antara sesama manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Demikian pula halnya dengan ikatan kesukuan termasuk ikatan yang rusak karena tiga hal:&lt;br /&gt;(1) Karena berlandaskan pada qabilah/keturunan, sehingga tidak bisa dijadikan pengikat antara manusia satu dengan yang lainnya menuju kebangkitan dan kemajuan.&lt;br /&gt;(2) Karena ikatannya bersifat emosional yang selalu didasarkan pada perasaan yang muncul secara spontan dari naluri mempertahankan diri, yang didalamnya terdapat keinginan dan ambisi untuk berkuasa. &lt;br /&gt;(3) Karena ikatannya tidak manusiawi, sebab menimbulkan pertentangan dan perselisihan antar sesama manusia dalam berebut kekuasaan. Oleh karena itu, tidak bisa menjadi pengikat antara sesama manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Selain ikatan-ikatan yang rusak tadi, masih terdapat ikatan lain yang dianggap oleh sebagian orang sebagai alat untuk mengikat anggota masyarakat, yaitu “ikatan kemaslahatan” dan ikatan kerohanian  yang tidak memiliki suatu peraturan. &lt;br /&gt; Ikatan kemaslahatan tidak lain ikatan yang temporal sifatnya, tidak bisa dijadikan pengikat antar manusia. Hal ini disebabkan adanya peluang tawar menawar dalam mewujudkan kemaslahatan mana yang lebih besar, sehingga eksistensinya akan hilang begitu satu maslahat dipilih atau didahulukan dari maslahat yang lain. Apabila kemaslahatan itu telah ditentukan, berakhirlah persoalannya, kemudian orang-orangnya pun membubarkan diri, karena ikatan itu berakhir tatkala maslahat telah tercapai. Dengan demikian, ikatan ini amat berbahaya bagi para pengikutnya. &lt;br /&gt;  Adapun ikatan kerohanian yang tak memiliki peraturan, aktifitasnya hanya terlihat dari kegiatan spiritual saja. Ikatan ini tidak nampak dalam kancah kehidupan. Oleh karena itu, ikatan tersebut merupakan ikatan yang bersifat parsial (terbatas pada aspek kerohanian semata) yang tidak berhubungan dengan kehidupan sehari-hari, sehingga tidak layak menjadi pengikat antar manusia dalam seluruh aspek kehidupannya. Dari sini jelas bahwa aqidah yang dianut kaum Nashrani tidak dapat dijadikan pengikat antar bangsa-bangsa Eropa, walaupun semuanya menganut aqidah tersebut, karena tergolong ikatan kerohanian yang tidak memiliki peraturan hidup sama sekali.&lt;br /&gt; Seluruh ikatan tadi tidak layak dijadikan pengikat antar manusia dalam kehidupannya, untuk meraih kebangkitan dan kemajuan. Ikatan yang benar untuk mengikat manusia dalam kehidupannya adalah aqidah aqliyah (aqidah yang sampai melalui proses berfikir) yang melahirkan peraturan hidup menyeluruh. Inilah yang disebut sebagai ikatan ideologis (berdasarkan pada suatu mabda/ideologi.)&lt;br /&gt;  Mabda adalah suatu aqidah aqliyah yang melahirkan peraturan. Yang dimaksud aqidah adalah pemikiran yang menyeluruh tentang alam semesta, manusia, dan hidup, serta tentang apa yang ada sebelum dan setelah kehidupan, di samping hubungannya dengan Zat yang ada sebelum dan sesudah alam kehidupan di dunia ini. Sedangkan peraturan yang lahir dari aqidah ini tidak lain berfungsi untuk memecahkan dan mengatasi berbagai problematika hidup manusia, menjelaskan bagaimana cara pelaksanaan pemecahannya, memelihara aqidah serta untuk mengemban mabda. Penjelasan tentang cara pelaksanaan, pemeliharaan aqidah, dan penyebaran risalah dakwah inilah yang dinamakan thariqah. Selain dari itu --yaitu aqidah dan berbagai pemecahan masalah hidup-- dinamakan fikrah. Jadi mabda mencakup dua bagian, yaitu fikrah dan thariqah.&lt;br /&gt; Mabda haruslah muncul di benak seseorang, baik melalui wahyu Allah yang diperintahkan untuk mendakwahkannya atau dari kejeniusan yang nampak pada diri orang itu. &lt;br /&gt; Mabda yang tumbuh dalam benak manusia melalui wahyu Allah adalah mabda yang benar. Karena bersumber dari Al-Khaliq, yaitu Pencipta alam, manusia, dan hidup, yakni Allah SWT. Mabda ini pasti kebenarannya (qath'i). Sedangkan mabda yang tumbuh dalam benak manusia karena kejeniusan yang nampak pada dirinya adalah mabda yang salah (bathil). Karena berasal dari akal manusia yang terbatas, yang tidak mampu menjangkau segala sesuatu yang nyata. Juga karena pemahaman manusia terhadap proses lahirnya peraturan selalu menimbulkan perbedaan, perselisihan, dan pertentangan, serta selalu terpengaruh lingkungan dimana ia hidup di dalamnya. Sehingga membuahkan peraturan yang saling bertentangan, yang mendatangkan kesengsaraan bagi manusia. Oleh karena itu, mabda yang muncul dari benak seseorang adalah mabda yang salah, baik dilihat dari segi aqidahnya maupun peraturan yang lahir dari aqidah tersebut.&lt;br /&gt;  Atas dasar inilah asas suatu mabda (ideologi) adalah suatu ide dasar yang menyeluruh mengenai alam semesta, manusia, dan hidup. Sedangkan keberadaan thariqah (pola operasional) --yang membuat mabda ini terwujud dan terlaksana dalam kehidupan-- adalah suatu keharusan dan kebutuhan dasar bagi ide itu sendiri agar mabda itu terwujud.&lt;br /&gt; Adapun ide dasar yang menyeluruh menjadi asas, karena ide dasar tersebut merupakan aqidah bagi mabda yang menjadi landasan ideologi (qaidah fikriyah), sekaligus sebagai kepemimpinan berfikir/ideologi (qiyadah fikriyah). Dengan landasan ini dapatlah ditentukan arah pemikiran manusia dan atau pandangan hidupnya. Dengan landasan itu pula dapat dibangun seluruh pemikiran dan dapat dilahirkan seluruh pemecahan problema kehidupan. &lt;br /&gt; Akan halnya thariqah sebagai suatu keharusan, karena peraturan yang lahir dari aqidah itu bila tidak memuat penjelasan-penjelasan; tentang bagaimana cara melaksanakan pemecahan, bagaimana cara memelihara/melindungi aqidah, bagaimana cara mengemban dakwah untuk menyebarluaskan mabda, maka ide dasar ini hanya akan menjadi suatu bentuk filsafat yang bersifat khayalan dan dugaan belaka, serta hanya tercantum dalam lembaran-lembaran buku, tanpa dapat mempengaruhi kehidupan. Oleh karena itu untuk dapat menjadi sebuah mabda, di samping harus ada aqidah, maka harus ada pula thariqah atau cara pelaksanaannya. &lt;br /&gt; Hanya saja, dengan sekedar terdapatnya ide dan thariqah pada suatu aqidah yang memancarkan peraturan, tidak berarti bahwa mabda itu pasti benar, Akan tetapi hanya menunjukkan bahwa itu sekedar suatu mabda. Yang menjadi indikasi benar atau salahnya suatu mabda adalah aqidah mabda itu sendiri, apakah benar atau salah. Sebab, kedudukan aqidah ini adalah sebagai qaidah fikriyah, yang menjadi asas bagi setiap pemikiran yang muncul. Aqidah jugalah yang menentukan pandangan hidup dan yang melahirkan setiap pemecahan problema hidup serta pelaksanaannya (thariqah). Jika qaidah fikriyah-nya benar, maka mabda itu benar. Sebaliknya, jika qaidah fikriyah-nya salah, maka mabda itu dengan sendirinya salah dari akarnya.&lt;br /&gt;  Qaidah fikriyah ini apabila sesuai dengan fitrah manusia dan dibangun berlandaskan akal, maka berarti termasuk kaidah yang benar. Sebaliknya, jika bertentangan dengan fitrah manusia atau tidak dibangun berlandaskan akal yang sehat, maka kaidah itu bathil adanya. Sedangkan yang dimaksud qaidah fikriyah yang sesuai dengan fitrah manusia adalah pengakuannya terhadap apa yang ada dalam fitrah manusia, yaitu kelemahan dan kebutuhan dirinya pada Yang Maha Pencipta, Pengatur segalanya. Dengan kata lain, bahwa qaidah fikriyah itu sesuai dengan naluri beragama (gharizah tadayyun). Sedangkan yang dimaksud qaidah fikriyah dibangun di atas dasar akal yang sehat adalah bahwa kaidah ini tidak berlandaskan materi ataupun sikap mengambil jalan tengah.&lt;br /&gt; Apabila kita telusuri seluruh dunia ini, maka yang kita dapati hanya ada tiga mabda (ideologi). Yaitu Kapitalisme, Sosialisme termasuk Komunisme, dan Islam. Dua mabda pertama, masing-masing diemban oleh satu atau beberapa negara. Sedangkan mabda yang ketiga yaitu Islam, tidak diemban oleh satu negarapun, melainkan diemban oleh individu-individu dalam masyarakat. Sekalipun demikian, mabda ini tetap ada di seluruh penjuru dunia.&lt;br /&gt; Mengenai kapitalisme, sesungguhnya mabda ini tegak atas dasar pemisahan antara agama dengan kehidupan (sekularisme). Ide ini menjadi aqidahnya (sebagai asas), sekaligus sebagai qiyadah fikriyah (kepemimpinan ideologis), serta qaidah fikriyah (landasan berfikir)-nya. Atas dasar landasan berpikir ini, mereka berpendapat bahwa manusia sendirilah yang berhak membuat peraturan hidupnya. Diharuskan pula untuk mempertahankan kebebasan manusia yang terdiri dari kebebasan beraqidah, berpendapat, hak milik, dan kebebasan pribadi. Dari kebebasan hak milik ini dihasilkan sistem ekonomi kapitalis, yang merupakan hal yang paling menonjol dalam mabda ini atau yang dihasilkan oleh aqidah mabda ini. Oleh karena itu, mabda tersebut dinamakan mabda kapitalisme. Sebuah nama yang diambil dari aspek yang paling menonjol dalam mabda itu.&lt;br /&gt; Akan halnya demokrasi yang dianut oleh mabda ini, berasal dari pandangannya bahwa manusia berhak membuat peraturan (undang-undang). Oleh karena itu, menurut keyakinan mereka, rakyat adalah sumber kekuasaan. Rakyatlah yang membuat perundang-undangan. Rakyat pula yang menggaji kepala negara untuk menjalankan undang-undang yang telah dibuatnya.  Rakyat berhak mencabut kembali kekuasaan itu dari kepala negara, sekaligus menggantinya, termasuk merubah undang-undang sesuai dengan kehendaknya. Hal ini karena kekuasaan dalam sistem demokrasi adalah kontrak kerja antara rakyat dengan kepala negara yang digaji untuk menjalankan pemerintahan sesuai dengan undang-undang yang telah dibuat oleh rakyat.&lt;br /&gt; Sekalipun demokrasi berasal dari ideologi mabda ini, akan tetapi kurang menonjol dibandingkan dengan sistem ekonominya. Buktinya sistem kapitalisme di Barat ternyata sangat mempengaruhi elite kekuasaan (pemerintahan) sehingga mereka tunduk kepada para kapitalis (pemilik modal, konglomerat). Bahkan hampir-hampir dapat dikatakan bahwa para kapitalislah yang menjadi penguasa sebenarnya di negara-negara yang menganut mabda ini. Di samping itu demokrasi bukanlah ciri khas dari mabda ini, sebab komunis pun juga menyuarakannya dan menyatakan bahwa kekuasaan berada di tangan rakyat. Oleh karena itu lebih tepat bila mabda ini dinamakan mabda kapitalisme.&lt;br /&gt; Kelahiran mabda ini bermula pada saat kaisar dan raja-raja di Eropa dan Rusia menjadikan agama sebagai alat untuk memeras, menganiaya dan menghisap darah rakyat. Para pemuka agama, waktu itu, dijadikan perisai untuk mencapai keinginan mereka. Maka timbulah pergolakan sengit, yang kemudian membawa kebangkitan bagi para filosof dan cendekiawan. Sebagian mereka mengingkari adanya agama secara mutlak. Sedangkan yang lainnya mengakui adanya agama, tetapi menyerukan agar dipisahkan dari kehidupan dunia. Sampai akhirnya pendapat mayoritas dari kalangan filosof dan cendekiawan itu lebih cenderung memilih ide yang memisahkan agama dari kehidupan, yang kemudian menghasilkan usaha pemisahan antara agama dengan negara. Disepakati pula pendapat untuk tidak mempermasalahkan agama, dilihat dari segi apakah diakui atau ditolak. Sebab, yang menjadi masalah adalah agama itu harus dipisahkan dari kehidupan. &lt;br /&gt;  Ide ini dianggap sebagai kompromi antara pemuka agama yang menghendaki segala sesuatunya harus tunduk kepada mereka --dengan mengatasnamakan agama-- dengan para filosof dan cendekiawan yang mengingkari adanya agama dan dominasi para pemuka agama. Jadi, ide sekulerisme ini sama sekali tidak mengingkari adanya agama, akan tetapi juga tidak memberikan peran dalam kehidupan. Yang mereka lakukan tidak lain memisahkannya dari kehidupan. &lt;br /&gt;  Berdasarkan hal ini, maka aqidah yang dianut oleh Barat secara keseluruhan adalah sekulerisme, pemisahan agama dari kehidupan. Aqidah ini merupakan qaidah fikriyah yang menjadi landasan setiap pemikiran. Di atas dasar inilah ditentukan setiap arah pemikiran manusia dan arah pandangan hidupnya. Berdasarkan hal ini pula, dipecahkan berbagai problematika hidup, lalu ideologi ini dijadikan sebagai qiyadah fikriyah yang diemban dan disebarluaskan oleh dunia Barat ke seluruh dunia.&lt;br /&gt;  Aqidah sekuler, yang memisahkan agama dari kehidupan, pada hakekatnya merupakan pengakuan secara tidak langsung akan adanya agama. Mereka mengakui adanya Pencipta alam semesta, manusia, dan hidup, serta mengakui adanya hari Kebangkitan. Sebab, semua itu adalah dasar pokok agama, ditinjau dari keberadaan suatu agama. &lt;br /&gt;  Dengan pengakuan ini berarti telah diberikan suatu ide tentang alam semesta, manusia, dan hidup, serta apa yang ada sebelum dan sesudah kehidupan dunia, sebab mereka tidak menolak eksistensi agama. Namun tatkala ditetapkan bahwa agama harus dipisahkan dari kehidupan, maka pengakuan itu akhirnya hanya sekadar formalitas belaka, karena sekalipun mereka mengakui eksistensinya, tetapi pada dasarnya mereka menganggap bahwa kehidupan dunia ini tidak ada hubungannya dengan apa yang ada sebelum dan sesudah kehidupan dunia. &lt;br /&gt; Anggapan ini muncul ketika dinyatakan adanya pemisahan agama dari kehidupan, dan bahwasanya agama hanya sekedar hubungan antara individu dengan Penciptanya saja. Dengan demikian, didalam aqidah sekuler secara tersirat mengandung pemikiran menyeluruh tentang alam semesta, manusia, dan hidup. Jadi mabda kapitalisme berdasarkan uraian yang dijelaskan di atas dianggap sebagai suatu mabda sebagaimana mabda-mabda yang lainnya.&lt;br /&gt; Adapun sosialisme, termasuk juga komunisme, dua-duanya memandang bahwa alam semesta, manusia, dan hidup merupakan materi belaka, dan bahwasanya materi menjadi asal dari segala sesuatu. Dari perkembangan dan evolusi materi inilah benda-benda lainnya menjadi ada. Tidak ada satu zat pun yang terwujud sebelum alam materi ini. &lt;br /&gt;  Dalam pandangannya, materi itu bersifat azali (tak berawal dan tak berakhir), qadim (terdahulu) dan tidak seorangpun yang mengadakannya --dengan kata lain bersifat wajibul wujud (wajib adanya). Oleh karena itu, penganut ideologi ini mengingkari kalau alam ini diciptakan oleh Zat Yang Maha Pencipta. Mereka mengingkari aspek kerohanian dalam segala sesuatu, dan beranggapan bahwa pengakuan adanya aspek rohani merupakan sesuatu yang berbahaya bagi kehidupan. Agama dianggap sebagai candu yang meracuni masyarakat dan menghambat pekerjaan. Bagi mereka tidak ada sesuatu yang berwujud kecuali hanya materi, bahkan menurutnya, berpikir pun merupakan cerminan/refleksi dari materi ke dalam otak. Materi adalah pangkal berpikir dan pangkal dari segala sesuatu, yang berproses dan berkembang dengan sendirinya lalu mewujudkan segala sesuatu. Ini berarti mereka mengingkari adanya Sang Pencipta dan menganggap materi itu bersifat azali, serta mengingkari adanya sesuatu sebelum dan sesudah kehidupan dunia. Yang mereka akui hanya kehidupan dunia ini saja.&lt;br /&gt; Meskipun kedua mabda kapitalisme dan sosialisme ini berselisih pendapat dalam ide dasar tentang manusia, alam, dan hidup, akan tetapi keduanya sepakat bahwa nilai-nilai yang paling tinggi dan terpuji pada manusia adalah nilai-nilai yang ditetapkan oleh manusia itu sendiri. Dan bahwasanya kebahagiaan itu adalah dengan memperoleh sebesar-besarnya kesenangan yang bersifat jasmaniah.  Menurut pandangan kedua mabda ini, cara itu adalah jalan untuk mencapai kebahagiaan. Bahkan, itulah kebahagiaan yang sebenarnya. Keduanya juga sependapat dalam memberikan kebebasan pribadi bagi manusia, bebas berbuat semaunya menurut apa yang diinginkannya selama ia melihat dalam perbuatannya itu terdapat kebahagiaan. Maka dari itu tingkah laku atau kebebasan pribadi merupakan sesuatu yang diagung-agungkan oleh kedua mabda ini.&lt;br /&gt;  Akan tetapi kedua ideologi tersebut berbeda pandangannya tentang individu dan masyarakat. Kapitalisme adalah mabda individualis, yang berpendapat bahwa masyarakat terbentuk dari individu-individu. Mabda ini tidak memprioritaskan pandangannya terhadap masyarakat secara utuh, namun lebih mengutamakan pandangannya terhadap individu. Oleh karena itu, dalam kapitalisme kebebasan individu harus dijamin. Dan sebagai jaminan atas kemerdekaannya, masing-masing individu bekerja untuk (memelihara eksistensi) masyarakat. Bertolak dari sinilah kebebasan beraqidah (memilih sekehendaknya agama dan kepercayaan) adalah sebagian dari apa yang mereka agung-agungkan, sama halnya dengan kebebasan ekonomi yang mereka bangga-banggakan. Falsafah mabda ini tidak membatasi kebebasan tersebut, akan tetapi negara membatasai dengan menggunakan kekuatan militer dan ketegasan undang-undangnya. Namun demikian negara hanya berfungsi sebagai sarana, bukan tujuan. Untuk itulah, pada akhirnya kekuasaan tetap berada pada individu dan bukan pada negara. Dengan demikian mabda kapitalis mengemban suatu ide yang dijadikan sebagai dasar untuk memimpin bangsa-bangsa (qiyadah fikriyah), yaitu pemisahan antara agama dengan kehidupan. Berdasarkan ideologi inilah kapitalisme menjalankan roda pemerintahan dan peraturan-peraturannya, mempropagandakan, serta berusaha terus-menerus untuk menerapkannya di setiap tempat.&lt;br /&gt;   Adapun sosialisme, termasuk komunisme adalah mabda yang memandang masyarakat sebagai satu kesatuan yang menyeluruh, yang terdiri dari manusia dan interaksinya dengan alam. Hubungan ini bersifat mutlak dan pasti, serta mereka tunduk padanya secara mutlak dan otomatis. Kesatuan ini secara keseluruhan merupakan satu bagian yang tak terpisahkan, yang terdiri dari alam, manusia, dan interaksinya, yang merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lain. Manusia secara individu merupakan bagian dari alam. Faktor ini menonjol pada diri manusia. Manusia tidak akan berkembang tanpa berhubungan dengan aspek ini, atau tanpa tergantung kepada alam. Hubungannya dengan alam merupakan hubungan antar sesama zat. Oleh karena itu, masyarakat dianggap sebagai satu kesatuan yang berkembang secara serempak. Masing-masing berputar mengikuti yang lain sebagaimana berputarnya gigi dalam sebuah roda. Konsekwensinya mereka tidak mengenal istilah kebebasan beraqidah bagi masing-masing individu dan kebebasan ekonomi bagi negara dan masyarakat. Aqidahnya ditentukan berdasarkan kemauan negara, demikian juga halnya dengan ekonomi. Atas dasar inilah negara termasuk salah satu hal yang diagung-agungkan oleh mabda ini. Bertolak dari filsafat materialisme ini lahirlah aturan-aturan kehidupan dan sistem ekonomi. Sistem ekonomi dijadikan sebagai asas yang merupakan manifestasi bagi semua peraturan yang ada. &lt;br /&gt; Mabda sosialisme, termasuk komunisme, mengemban suatu ide yang dijadikan sebagai dasar untuk memimpin bangsa-bangsa, yaitu dialektika materialisme dan evolusi materialisme. Di atas asas inilah mereka menjalankan roda pemerintahan dan peraturan-peraturannya serta mempropagandakan ideologinya dan berusaha untuk menerapkannya di setiap tempat di belahan bumi ini.&lt;br /&gt;  Adapun Islam menerangkan bahwa di balik alam semesta, manusia, dan hidup, terdapat Al-Khaliq yang menciptakan segala sesuatu, yaitu Allah SWT. Asas mabda ini adalah keyakinan akan adanya Allah SWT. Aqidah ini yang menentukan aspek rohani, yaitu bahwa manusia, hidup, dan alam semesta, diciptakan oleh Al-Khaliq. Dari sini nampak bahwa hubungan antara alam sebagai makhluk, dengan Allah SWT sebagai Pencipta adalah adalah aspek rohani yang ada pada alam. Tampak pula hubungan antara hidup sebagai makhluk dengan Allah SWT sebagai Pencipta, yang menjadi aspek rohani pada hidup. Demikian pula halnya dengan hubungan manusia sebagai makhluk, dengan Allah sebagai Pencipta, merupakan aspek rohani yang ada pada manusia. Dari sini diketahui bahwa ruh (spirit) adalah kesadaran manusia akan hubungan dirinya dengan Allah SWT.&lt;br /&gt; Iman kepada Allah SWT harus disertai dengan keharusan beriman kepada kenabian Muhammad SAW, berikut risalahnya; juga bahwasanya Al-Quran itu adalah Kalamullah dan harus beriman terhadap seluruh apa yang ada di dalamnya. Oleh karena itu, aqidah Islam menetapkan bahwa sebelum kehidupan ini ada sesuatu yang wajib diimani keberadaannya, yaitu Allah SWT, dan menetapkan pula iman terhadap alam sesudah kehidupan dunia, yaitu hari Kiamat. Juga bahwasanya manusia dalam kehidupan dunia ini terikat dengan perintah-perintah Allah dan larangan-larangan-Nya, yang merupakan hubungan kehidupan ini dengan sebelumnya. Manusia terikat pula dengan pertanggungjawaban atas kepatuhannya memenuhi semua perintah dan menjauhi semua larangan-Nya, yang hal ini merupakan hubungan kehidupan dunia dengan sesudahnya. &lt;br /&gt; Setiap muslim harus mengetahui hubungan dirinya dengan Allah pada saat melakukan suatu perbuatan, sehingga seluruh amal perbuatannya relevan dengan perintah-perintah dan larangan-larangan Allah. Inilah yang dimaksud dengan perpaduan antara materi dengan ruh. Di samping itu, tujuan akhir dari kepatuhannya terhadap perintah-perintah Allah SWT dan larangan-larangan-Nya adalah mendapatkan keridlaan-Nya semata. Sedangkan sasaran yang hendak dicapai oleh manusia dalam pelaksanaan perbuatan adalah tercapainya nilai (kehidupan), yang dihasilkan oleh amal perbuatannya.&lt;br /&gt; Dengan demikian tujuan-tujuan utama untuk menjaga masyarakat bukan ditentukan oleh manusia, akan tetapi berasal dari perintah-perintah Allah dan larangan-larangan-Nya. Aturan ini selalu tetap keadaannya, tidak akan berubah atau berkembang. Oleh karena itu, melestarikan eksistensi manusia, menjaga akal, kehormatan, jiwa, pemilikan individu, agama, keamanan dan negara, adalah tujuan-tujuan utama yang fixed, yang tidak akan berubah ataupun berkembang. Untuk menjaganya ditetapkan sanksi-sanksi yang tegas. Maka dibuatlah hukum-hukum yang menyangkut hudud (sanksi) dan uqubat (pidana, hukuman, pelanggaran terhadap peraturan negara) untuk memelihara tujuan-tujuan yang bersifat baku tadi.&lt;br /&gt; Dengan demikian pelaksanaan pemeliharaan tujuan-tujuan ini wajib adanya, karena merupakan perintah-perintah dan larangan-larangan dari Allah SWT, bukan hanya karena menghasilkan nilai-nilai materi (mashlahat dan keuntungan bagi masyarakat dan negara, pent.) &lt;br /&gt;  Demikianlah hendaknya setiap muslim dan juga negara dalam menjalankan seluruh aktifitasnya menyesuaikan diri dengan perintah-perintah Allah dan larangan-larangan-Nya, karena negaralah yang mengatur seluruh urusan rakyat. Dan dengan melaksanakan aktifitasnya sesuai dengan perintah-perintah Allah dan larangan-larangan-Nya inilah yang melahirkan ketenangan bagi setiap muslim. Dari sini jelaslah bahwa kebahagiaan itu, bukan sekedar memenuhi kebutuhan jasmani dan memperoleh kesenangan semata, melainkan mendapatkan keridlaan Allah SWT. &lt;br /&gt; Sedangkan kebutuhan jasmani dan naluri manusia, Islam telah membuat aturan yang menjamin adanya pemenuhan seluruh kebutuhannya, baik yang menyangkut kebutuhan perut, biologis, rohani, atau kebutuhan lainnya. Namun tidak berarti bahwa pemenuhan sebagian kebutuhan mengeliminir kebutuhan yang lain; atau, mengekang sebagian lalu mengumbar sebagian atau keseluruhannya. Islam menserasikannya dan memenuhi seluruh kebutuhan manusia dengan aturan yang amat rinci dan mendetail, yang akan memungkinkan manusia mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan, serta mencegah terjadinya hal-hal yang dapat menjerumuskannya pada martabat hewani -- yaitu pelampiasan naluri tanpa kendali.&lt;br /&gt;  Untuk menjamin pengaturan ini, Islam memandang jemaah (masyarakat) secara keseluruhan, tidak terpecah-pecah. Islam memandang bahwa individu merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari jamaah. Hanya saja posisi seperti ini tidak identik dengan gerigi dalam roda, melainkan merupakan bagian dari suatu keseluruhan --sebagaimana tangan yang merupakan bagian dari tubuh. Islam memperhatikan individu sebagai bagian dari jamaah, bukan individu yang terpisah. Perhatian ini akan melestarikan eksistensi jamaah. Pada waktu yang bersamaan, Islam juga memperhatikan keberadaan jamaah yang menjadi wadah dan terdiri dari bagian-bagian tertentu, yaitu individu-individu yang ada di dalam jamaah. Perhatian ini dapat melestarikan individu-individu sebagai bagian yang tak terlepas dari jamaah. Rasulullah SAW bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَثَلُ القَائِم عَلى حُدُودِ الله وَالرَاقِع فِيها كَمثلِ قَوم اشتَهَمُّوا عَلى سَفِينَةٍ فَأصَابُ بَعضهُم أَعْلاهَا وَبَعْضُهُم أَسْفَلهَا فَكانَ الَّذِينَ في أَسْفَلِهَا اِذَا اسْتَقُوْا مِن اْلماَءِ مرُّوْا عَلى مَنْ فَوْقهُمْ، فَقَالُوْا لَوْ أَنا خَرَقْنَا في نَصِيْبِنَا خَرْقًا وَلَم نُؤْذِ مَنْ فَوْقِنا، فَإِنْ تَرَكُوْهُم وَمَا أَرَادُوْا هَلَكُوْا جَمِيْعًا، وَإِنْ أَخَذُوْا عَلى أَيْدِيْهِمْ نَجُّوْا وَنَجُّوْا جَمِيْعًا&lt;br /&gt;"Perumpamaan orang-orang yang mencegah berbuat maksiat dan yang melanggarnya adalah seperti kaum yang menumpang kapal. Sebagian dari mereka berada di bagian atas dan yang lain berada di bagian bawah. Jika orang-orang yang berada di bawah membutuhkan air, mereka harus melewati orang-orang yang berada di atasnya. Lalu mereka berkata: 'Andai saja kami lubangi (kapal) pada bagian kami, tentu kami tidak akan menyakiti orang-orang yang berada di atas kami'. Tetapi jika yang demikian itu dibiarkan oleh orang-orang yang berada di atas (padahal mereka tidak menghendaki), akan binasalah seluruhnya. Dan jika dikehendaki dari tangan mereka keselamatan, maka akan selamatlah semuanya".  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pandangan Islam tentang hubungan antara jamaah dengan individu inilah yang memberikan persepsi (mafhum) yang khas terhadap masyarakat. Sebab individu-individu --yang merupakan bagian dari jamaah-- harus memiliki pemikiran-pemikiran yang menghubungkan antar mereka dan menjadikan kehidupannya berlandaskan ide-ide tersebut. Mereka harus memiliki satu perasaan yang akan mempengaruhi tingkah laku mereka dan mendorongnya untuk melakukan sesuatu. Mereka harus memiliki pula satu aturan yang dapat memecahkan persoalan-persoalan kehidupan secara keseluruhan. Dari sini masyarakat itu akan terbentuk, yaitu terdiri dari manusia, pemikiran, perasaan, dan peraturan. Manusia dalam kehidupannya selalu terikat dengan pemikiran, perasaan, dan peraturan ini.&lt;br /&gt; Oleh karena itu, bagi seorang muslim segala sesuatu dalam kehidupannya selalu terikat dengan Islam, sehingga tidak memiliki kebebasan mutlak. Aqidah seorang muslim terikat dengan batas-batas Islam dan tidak bebas.  Maka murtadnya seorang muslim merupakan tindak pidana besar yang pantas dibunuh apabila tidak segera kembali bertaubat kepada Islam. Dari segi tingkah laku, seorang muslim juga terikat dengan aturan Islam. Atas dasar inilah perbuatan zina merupakan tindak pidana,dan terhadap pelakunya berhak diberikan sanksi tanpa ada perasaan belas kasihan, bahkan hukuman itu diumumkan kepada khalayak, sebagaimana firman Allah SWT:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلْيَشْهَدْ عَذَابَهُمَا طَائِفَةٌ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ&lt;br /&gt;"(Dan) Hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan dari orang yang beriman" &lt;br /&gt;(An-Nuur 2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula halnya dengan minum khamr yang termasuk tindakan kriminal, pelakunya pantas mendapatkan hukuman. Penganiayaan terhadap orang lain termasuk tindak pidana yang hukumannya tergantung jenis pelanggaran yang dilakukannya. Misalnya menuduh berbuat zina, membunuh, dan sebagainya. &lt;br /&gt;  Aspek ekonomi juga terikat dengan syariat Islam dan sebab-sebab pemilikan yang dibolehkan syara' untuk individu, serta realitas pemilikan yang merupakan izin dari Syari' (Allah SWT) untuk memperoleh manfaat suatu benda. Penyimpangan dari batasan-batasan ini termasuk dalam tindak pidana yang hukumannya bisa berbeda tergantung macam penyimpangannya, misalnya mencuri, menjambret, dan sebagainya.&lt;br /&gt;Oleh karena itu harus ada negara yang berkewajiban melindungi jamaah dan individu, serta yang menerapkan peraturan di tengah-tengah masyarakat. Di samping itu diharuskan adanya pengaruh dari mabda (Islam) dalam diri penganutnya, agar pelaksanaan peraturan tersebut dapat terjaga secara normal dari dalam masyarakat itu sendiri. Jadi, mabda-lah yang mengikat dan melindungi, sedangkan negara adalah pelaksananya. &lt;br /&gt;  Berdasarkan keterangan ini, maka kedaulatan adalah milik syara', bukan milik negara atau umat, sekalipun kekuasaan berada di tangan umat, yang secara lahiriyah ada di tangan negara. Dari sini, maka satu-satunya thariqah yang ditempuh dalam menerapkan peraturan adalah melalui negara, di samping menjadikan taqwallah pada individu mukmin sebagai sandaran untuk menerapkan hukum-hukum Islam. Karena itu amat diperlukan adanya peraturan yang harus diterapkan oleh negara; begitu pula halnya dengan nasehat dan dorongan agar individu mukmin menerapkan Islam berdasarkan taqwallah. Jadi, dapat dikatakan bahwa Islam adalah aqidah dan nizham (peraturan); atau dengan kata lain mabda Islam adalah fikrah dan thariqah yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari fikrah tersebut. &lt;br /&gt; Peraturan Islam lahir dari aqidah. Sedangkan peradabannya memiliki model dan ciri yang khas dalam kehidupan. Metode Islam dalam pengembangan dakwah adalah diterapkannya Islam oleh negara dan diemban sebagai qiyadah fikriyah ke seluruh dunia. Metode ini harus dijadikan asas untuk memahami dan menerapkan peraturan Islam. Perlu diketahui bahwa penerapan Islam oleh jamaah kaum muslimin yang hidup dalam pemerintahan yang menerapkan hukum Islam, adalah termasuk upaya-upaya menyebarluaskan dakwah Islam; karena penerapan peraturan Islam di tengah-tengah non muslim tergolong metoda dakwah yang bersifat praktis. Dahulu penerapan peraturan Islam telah berhasil memberikan pengaruh dengan gemilang dalam mewujudkan dunia Islam yang wilayahnya sangat luas.&lt;br /&gt;  Walhasil, ideologi yang ada di dunia ini ada tiga, yaitu kapitalisme, sosialisme termasuk komunisme, dan Islam. Masing-masing ideologi ini memiliki aqidah yang melahirkan aturan serta mempunyai tolok ukur bagi perbuatan manusia di dalam kehidupan, memiliki pandangan khas terhadap masyarakat dan memiliki metoda tertentu dalam melaksanakan setiap aturannya.&lt;br /&gt; Dari segi aqidah, ideologi komunis memandang bahwa segala sesuatu berasal dari materi yang berkembang dan mewujudkan benda-benda lainnya berdasarkan evolusi. Sedangkan ideologi kapitalis mengharuskan pemisahan agama dari kehidupan. Sebagai akibatnya lahirlah ideologi sekuler, yang memisahkan agama dengan negara. Para kapitalis tidak ingin membahas apakah di sana terdapat pencipta atau tidak. Mereka –baik yang mengakui eksistensi-Nya maupun yang tidak-- hanya membahas bahwa tidak ada hak bagi Pencipta untuk campur tangan dalam kehidupan ini. Jadi, sama saja kedudukannya bagi mereka yang mengakui keberadaan Pencipta atau yang mengingkari-Nya, yaitu memisahkan agama dari kehidupan.&lt;br /&gt;  Adapun Islam memandang bahwa Allah adalah Pencipta bagi segala sesuatu. Dialah yang mengutus para Nabi dan Rasul dengan membawa agama-Nya untuk seluruh umat manusia; dan bahwa kelak manusia akan di-hisab atas perbuatan-perbuatannya di hari kiamat. Karena itu, aqidah Islam mencakup Iman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para Rasul-Nya, dan hari kiamat, serta qadla-qadar, baik buruknya dari Allah SWT.&lt;br /&gt; Dari segi bagaimana lahirnya peraturan dari aqidah, ideologi komunis memandang bahwa peraturan diambil dari alat-alat produksi. Sebab, pada masyarakat feodal, misalnya, kapaklah yang menjadi alat produksi. Dengan penggunaan kapak ini lalu ditetapkan sistem feodalisme. Apabila masyarakat berkembang menjadi masyarakat kapitalis, maka alat mesinlah yang menjadi sarana produksi. Dengan penggunaan mesin ini terbentuklah sistem kapitalisme. Jadi, peraturan mabda itu diambil dari evolusi materi. &lt;br /&gt;  Lain halnya dengan ideologi kapitalis, yang memandang bahwa manusia --karena memisahkan agama dengan kehidupan-- harus membuat peraturan sendiri tentang kehidupan. Karenanya, peraturan dalam sistem kapitalis diambil dari realita dan dinamika kehidupan manusia. Dari sinilah masyarakat kapitalis membuat aturannya sendiri.&lt;br /&gt;  Sedangkan Islam memandang bahwa Allah SWT telah menentukan bagi manusia suatu aturan hidup untuk dilaksanakan dalam kehidupan ini. Dia mengutus Sayyidina Muhammad SAW guna membawa aturan-Nya untuk disampaikan kepada manusia. Konsekuensinya, kehidupan ini harus dijalankan sesuai dengan aturan tersebut. Oleh karena itu, masyarakat yang telah menerima Islam senantiasa mempelajari persoalan hidup yang selalu berkembang, lalu berijtihad memecahkan masalah yang dihadapinya berdasarkan Al-Quran dan As-Sunah.&lt;br /&gt;  Adapun dari segi tolok ukur bagi segala macam perbuatan dalam kehidupan, ideologi komunis memandang bahwa dialektika materialisme --yaitu aturan materialisme-- merupakan tolok ukur dalam kehidupan manusia. Dengan berkembangnya aturan materialis, berkembang pula tolok ukurnya. Sedangkan ideologi kapitalis memandang bahwa tolok ukur perbuatan dalam kehidupan adalah ''kemanfaatan''. Dengan asas inilah perbuatan diukur dan ditegakkan. Namun, Islam memandang bahwa tolok ukur perbuatan-perbuatan dalam kehidupan adalah halal dan haram, yakni perintah-perintah Allah dan larangan-larangan-Nya. Jadi, yang halal dikerjakan dan yang haram ditinggalkan. Prinsip ini tidak akan mengalami perkembangan maupun perubahan. Islam tidak menjadikan manfaat sebagai tolok ukur, melainkan hanya syara semata.&lt;br /&gt;  Dari segi pandangannya terhadap masyarakat, ideologi komunis memandang bahwa masyarakat adalah kumpulan unsur yang terdiri dari tanah, alat-alat produksi, alam, dan manusia. Semua itu merupakan satu kesatuan, yaitu materi. Tatkala alam dan segala sesuatu yang ada di dalamnya berkembang, manusia pun turut berkembang, yang akhirnya menjadikan masyarakat berkembang secara keseluruhan. Oleh karena itu, masyarakat komunis tunduk kepada evolusi materi, sementara manusia harus terus berusaha untuk mempercepat transformasi yang bertolak belakang (antithesa) dengan kehendaknya. Ketika masyarakat berkembang, individu akan turut berkembang pula. Individu akan bergerak dan selalu terikat dengan gerakan masyarakat, seperti putaran gigi pada sebuah roda.  &lt;br /&gt;Ideologi kapitalis memandang bahwa masyarakat terdiri dari individu-individu. Apabila urusan individu ini teratur, maka dengan sendirinya urusan masyarakat akan teratur pula. Titik perhatiannya adalah individu-individu saja. Sementara tugas negara adalah bekerja untuk kepentingan individu. Dari sini, ideologi ini disebut juga individualisme. &lt;br /&gt; Sedangkan ideologi Islam memandang bahwa asas tempat masyarakat berpijak adalah aqidah, disamping pemikiran, perasaan, dan peraturan yang lahir dari aqidah. Oleh karena itu apabila pemikiran dan perasaan Islam ini berkembang luas, dan peraturan Islam diterapkan di tengah-tengah rakyat, barulah terbentuk masyarakat Islam. Dengan demikian, mayarakat itu sebenarnya terdiri dari kumpulan manusia, pemikiran, perasaan, dan peraturan.&lt;br /&gt;  Islam juga memandang bahwa manusia satu dengan manusia lainnya akan membentuk sebuah jamaah, namun tetap tidak akan membentuk sebuah masyarakat kecuali jika mereka menganut pemikiran, memiliki perasaan, serta diterapkannya peraturan di tengah-tengah mereka. Sebab, yang mewujudkan hubungan sesama manusia adalah faktor kemashlahatan dan bila masyarakat telah menyamakan pemikirannya tentang kemashlahatan, juga perasan mereka, sehingga rasa ridla dan marahnya menjadi sama, ditambah pula adanya penerapan peraturan yang sama, yang mampu memecahkan berbagai macam persoalan, maka terbentuklah hubungan antar sesama anggota masyarakat. Apabila terdapat perbedaan dalam pemikiran masyarakat terhadap kemashlahatan, berbeda perasaannya, berbeda rasa ridla dan marah (benci)nya, berbeda pula peraturan yang digunakan untuk memecahkan persoalan antar manusia, maka tidak akan terdapat hubungan dengan sesama manusia dan tidak akan terbentuk masyarakat. Maka, masyarakat Islam terbentuk dari manusia, pemikiran, perasaan, dan peraturan. Inilah yang mewujudkan adanya hubungan dan yang membuat jamaah itu menjadi sebuah masyarakat yang memiliki ciri khas.&lt;br /&gt;  Seandainya seluruh manusia itu muslim, sedangkan pemikiran-pemikiran yang dibawanya adalah kapitalisme-demokrasi, sementara perasaan-perasan yang dibawanya adalah spiritualisme semata (tanpa disertai aturan), atau nasionalisme; sedangkan aturan yang diterapkan adalah aturan kapitalisme-demokrasi, maka masyarakatnya menjadi masyarakat yang tidak Islami sekalipun mayoritas penduduknya adalah orang-orang Islam. &lt;br /&gt; Dilihat dari segi penerapan aturan, ideologi komunis mengajarkan hanya negara adalah satu-satunya institusi yang berhak menerapkan peraturan melalui kekuatan militer dan undang-undang. Negara yang mengatur dan bertanggung jawab terhadap urusan individu dan kelompok masyarakat. Negara pula yang berhak mengubah peraturan. &lt;br /&gt; Sedangkan ideologi kapitalisme memandang bahwa negara adalah pihak yang mengontrol kebebasan. Jika seseorang melanggar kebebasan individu lainnya, maka negara akan mencegah tindakan tersebut. Bahkan keberadaan negara adalah sarana untuk menjamin adanya kebebasan. Akan tetapi jika seseorang tidak mengganggu kebebasan yang lain, sekalipun terdapat intimidasi serta perampasan terhadap hak-haknya, namun ia rela, maka hal itu tidak termasuk dalam kategori tindakan melanggar kebebasan. Dalam hal ini negara tidak akan turut campur. Jadi, terwujudnya negara adalah untuk memberi jaminan agar ada kebebasan. &lt;br /&gt;  Lain halnya dengan Islam yang memandang bahwa aturan dilaksanakan oleh setiap individu mukmin dengan dorongan taqwallah yang tumbuh dalam jiwanya. Sementara teknis pelaksanaannya dijalankan oleh negara dengan adil, yang dapat dirasakan oleh jamaah. Juga dengan adanya sikap tolong menolong antara umat dengan negara dalam melakukan amar ma'ruf nahi munkar; serta diterapkannya (peraturan) dengan kekuatan negara. Dalam Islam negaralah yang bertanggungjawab terhadap urusan jamaah. Negara tidak mengurus kepentingan individu, kecuali bagi mereka yang fisiknya lemah (tidak mampu). Selain itu, peraturan Islam tidak mengalami perubahan selamanya, tidak ada evolusi (dalam peraturan). Negara, dalam hal ini Khalifah, memiliki wewenang untuk memilih dan menetapkan hukum-hukum syara' jika ijtihad dalam satu atau lebih topik hukum menghasilkan beragam pendapat.&lt;br /&gt;  Dari sisi lain qiyadah fikriyah Islam tidak bertentangan dengan fitrah manusia, walaupun sangat mendalam tetapi gampang dimengerti, cepat membuka akal dan hati manusia, cepat diterima dan mudah dipahami, untuk mendalami isinya --sekalipun kompleks-- dengan penuh semangat dan kesungguhan. Karena memang beragama adalah satu hal yang fitri dalam diri manusia. Setiap manusia menurut fitrahnya cenderung kepada agama. Tidak ada satu kekuatan manapun yang dapat mencabut fitrah ini dari manusia, sebab merupakan pembawaan yang kokoh. Sementara tabi'at manusia merasakan bahwa dirinya serba kurang, selalu merasa bahwa ada kekuatan yang lebih sempurna dibandingkan dirinya yang harus diagungkan. Beragama merupakan kebutuhan terhadap Pencipta Yang Maha Pengatur, yang muncul dari kelemahan manusia dan bersifat alami sejak manusia diciptakan. Jadi, beragama merupakan naluri yang bersifat tetap yang selalu mendorong manusia untuk mengagungkan dan mensucikan-Nya. Oleh karena itu, dalam setiap masa, manusia senantiasa cenderung untuk beragama dan menyembah sesuatu. Ada yang menyembah manusia, menyembah bintang-bintang, batu, binatang, api, dan lain sebagainya. Tatkala Islam muncul di dunia, aqidah yang dibawanya bertujuan untuk mengalihkan umat manusia dari penyembahan terhadap makhluk-makhluk kepada penyembahan terhadap Allah yang menciptakan segala sesuatu. &lt;br /&gt;  Akan tetapi ketika muncul ideologi dialektika materialisme, yang mengingkari adanya Allah dan ruh, ternyata ide ini tidak mampu memusnahkan kecenderungan beragama. Ideologi ini hanya bisa mengalihkan pandangan manusia kepada suatu kekuatan yang lebih besar dibanding dirinya dan mengalihkan perasaan taqdis kepada kekuatan besar tersebut. Menurut mereka, kekuatan itu berada di dalam ideologi dan diri para pengikutnya. Mereka membatasi taqdis hanya pada kedua unsur itu. Berarti, mereka telah mengembalikan manusia ke masa silam, masa animisme; mengalihkan penyembahan kepada Allah ke penyembahan makhluk-makhluk-Nya; dari pengagungan terhadap ayat-ayat Allah kepada pengkultusan terhadap doktrin-doktrin yang diucapkan makhluk-makhluk-Nya. Semua ini menyebabkan kemunduran manusia ke masa silam. Mereka tidak mampu memusnahkan fitrah beragama, melainkan hanya mengalihkan fitrah manusia secara keliru kepada kesesatan dengan mengembalikannya ke masa animisme. Berdasarkan hal ini, qiyadah fikriyah-nya telah gagal ditinjau dari fitrah manusia. Malah dengan berbagai tipu muslihat, mereka mengajak orang-orang untuk menerimanya; dengan mendramatisir kebutuhan perut mereka menarik orang-orang yang lapar, pengecut, dan sengsara. Ideologi ini dianut oleh orang-orang yang bermoral bejat, atau yang gagal dan benci terhadap kehidupan termasuk orang-orang sinting yang tidak waras cara berfikirnya agar mereka dapat digolongkan ke jajaran kaum intelektual tatkala mereka mendiskusikan dengan angkuh tentang teori dialektika ini. Padahal kenyataannya, dialektika materialisme paling terlihat kerusakan dan kebathilannya, dan dengan sangat mudah dapat dibuktikan oleh perasaan fitri dan akal sehat. &lt;br /&gt;  Supaya manusia tunduk pada ideologi ini, maka dipaksa melalui kekuatan fisik. Maka tekanan, intimidasi, revolusi, menggoyang, merobohkan, dan mengacaukan merupakan sarana-sarana yang penting untuk mengembangkan ideologi tersebut.&lt;br /&gt; Demikian pula qiyadah fikriyah kapitalis bertentangan dengan fitrah manusia, yaitu naluri beragama. Naluri beragama tampak dalam aktivitas pen-taqdis-an; di samping juga tampak dalam pengaturan manusia terhadap aktivitas hidupnya. Akan tampak perbedaan dan pertentangannya tatkala pengaturan itu berjalan. Hal ini menunjukkan tanda kelemahan manusia dalam mengatur aktivitasnya. Oleh karena itu, keberadaan agama haruslah dapat mengatur seluruh amal perbuatan manusia dalam kehidupan. Menjauhkan agama dari kehidupan jelas bertentangan dengan fitrah manusia. Namun bukan berarti bahwa adanya agama dalam kehidupan menjadikan seluruh amal perbuatan manusia terbatas hanya pada aktivitas ibadah saja. Tetapi arti pentingnya agama dalam kehidupan adalah untuk mengatasi berbagai persoalan hidup manusia sesuai dengan peraturan yang Allah perintahkan. Peraturan dan sistem ini lahir dari aqidah yang mengakui apa yang terkandung dalam fitrah manusia, yaitu naluri beragama.&lt;br /&gt;  Menjauhkan peraturan Allah dan mengambil peraturan yang lahir dari suatu aqidah yang tidak sesuai dengan naluri beragama adalah bertentangan dengan fitrah manusia. Maka dari itu, qiyadah fikriyah kapitalisme telah gagal dilihat dari segi fitrah manusia. Ia adalah qiyadah fikriyah negatif, yang memisahkan antara agama dengan kehidupan, menjauhkan aktivitas beragama dari kehidupan, menjadikan masalah agama sebagai masalah pribadi (bukan masalah masyarakat), sekaligus menjauhkan peraturan yang Allah perintahkan dari problematika hidup manusia dan pemecahannya.&lt;br /&gt; Qiyadah fikriyah Islam adalah qiyadah fikriyah yang positif. Karena menjadikan akal sebagai dasar untuk beriman kepada wujud Allah. Qiyadah ini mengarahkan perhatian manusia terhadap alam semesta, manusia, dan hidup, sehingga membuat manusia yakin terhadap adanya Allah yang telah menciptakan makhluk-makhluk-Nya. Di samping itu qiyadah ini menunjukkan kesempurnaan mutlak yang selalu dicari oleh manusia karena dorongan fitrahnya. Kesempurnaan itu tidak terdapat pada manusia, alam semesta, dan hidup. Qiyadah fikriyah ini memberi petunjuk pada akal agar dapat sampai pada tingkat keyakinan terhadap Al-Khaliq supaya ia mudah menjangkau keberadaan-Nya dan mengimani-Nya.&lt;br /&gt; Qiyadah fikriyah komunisme bersandar pada materialisme bukan berdasarkan akal, sekalipun dihasilkan oleh akal, karena ide komunisme menyatakan bahwa materi itu ada sebelum adanya pemikiran (pengetahuan). Disamping itu karena ide ini menjadikan segala sesuatu berasal dari materi. Dengan demikian, ide ini bersifat materialistis. Sedangkan qiyadah fikriyah kapitalisme bersandar pada pemecahan jalan tengah (kompromi) yang dicapai setelah terjadinya pertentangan yang berlangsung hingga beberapa abad di kalangan para pendeta gereja dan cendekiawan Barat yang kemudian menghasilkan pemisahan agama dari negara. Qiyadah fikriyah komunisme dan kapitalisme telah gagal. Sebab, keduanya bertentangan dengan fitrah manusia dan tidak dibangun berdasarkan akal.&lt;br /&gt; Berdasarkan keterangan tadi, hanya qiyadah fikriyah Islamlah satu-satunya qiyadah fikriyah yang benar, sedangkan qiyadah fikriyah lainnya adalah rusak.  Qiyadah fikriyah Islam dibangun berdasarkan akal, amat  berbeda dengan qiyadah-qiyadah fikriyah lainnya yang tidak dibangun berlandaskan akal. Di samping itu, qiyadah fikriyah Islam sesuai dengan fitrah manusia, sehingga mudah diterima oleh manusia. Sedangkan qiyadah fikriyah lainnya berlawanan dengan fitrah manusia.&lt;br /&gt; Bukti bahwa qiyadah fikriyah komunisme dibangun berlandaskan materialisme bukan akal adalah karena ideologi ini menyatakan bahwa materi mendahului pemikiran (pengetahuan). Jadi tatkala otak memantulkan materi akan menghasilkan pemikiran; kemudian otak akan memikirkan/mempertimbangkan hakekat materi yang dipantulkan ke otak. Sebelum hal itu terjadi, tentu tidak akan muncul pemikiran. Dengan demikian, segala sesuatu, menurut komunis, haruslah berlandaskan pada materi. Maka dasar aqidah komunisme adalah materi bukan pemikiran. Pendapat di atas adalah salah ditinjau dari dua segi :&lt;br /&gt; Pertama, sebenarnya tidak ada refleksi/pantulan antara materi dengan otak. Otak tidak melakukan refleksi dengan materi. Juga, materi tidak berefleksi dengan otak. Sebab untuk merefleksikan sesuatu dibutuhkan reflektor untuk memantulkan dan memfokuskan, seperti halnya cermin yang memiliki kemampuan untuk memantulkan. Tetapi kenyataannya, hal semacam itu tidak ada, baik di otak maupun pada materinya. Oleh karena itu, tidak ada refleksi antara materi dengan otak secara mutlak. Materi tidak dipantulkan oleh otak dan (gambaran tentang) materi tidak berpindah ke otak. Yang beralih ke otak adalah pencerapan tentang materi (kesannya) melalui panca indera. Hal ini bukan refleksi antara materi dengan otak, dan bukan pula refleksi antara otak dengan materi, melainkan pencerapan tentang materi (melalui panca indera). Tidak ada perbedaan dalam proses tersebut antara mata dengan panca indera yang lainnya. Penginderaan dapat terjadi dengan proses perabaan, penciuman, rasa, pendengaran sebagaimana halnya penginderaan melalui mata. Dengan demikian yang terjadi dari suatu materi bukanlah berupa refleksi terhadap otak, melainkan pencerapan dan penginderaan terhadap (segala) sesuatu. Manusialah yang merasakan segala sesuatu dengan perantaraan panca inderanya, dan materi tidak direfleksikan. &lt;br /&gt;Kedua, sesungguhnya penginderaan saja tidaklah cukup menghasilkan suatu pemikiran. Sebab kalau hanya sampai di situ, yang terjadi hanyalah penginderaan saja terhadap fakta (materi). Penginderaan yang diulang-ulang meskipun sampai satu juta kali, tetap saja hanya menghasilkan penginderaan dan tidak menghasilkan pemikiran sama sekali. Proses tersebut mengharuskan adanya beberapa pengetahuan terdahulu bagi manusia yang akan menginterpretasikan fakta yang diinderanya itu sehingga menghasilkan suatu pengetahuan.&lt;br /&gt; Sebagai contoh kita ambil manusia yang ada sekarang. Manusia, siapapun orangnya apabila diberikan kepadanya buku berbahasa suryani sementara ia tidak memiliki pengetahuan yang berkaitan dengan bahasa suryani, lalu dibiarkan mencerap tulisan itu baik dengan penglihatan maupun dengan perabaan, diberi kesempatan menginderanya berkali-kali --meskipun sejuta kali-- maka ia tetap tidak mungkin mengetahui satu katapun sampai diberikan kepadanya beberapa pengetahuan tentang bahasa suryani dan apa saja yang berkaitan dengan bahasa tersebut. Pada saat itulah ia baru mulai berfikir dengan bahasa tersebut dan mampu memahaminya.&lt;br /&gt; Contoh lain adalah anak kecil yang sudah mampu mengindera, tetapi belum memiliki pengetahuan, kemudian di hadapannya disodorkan sepotong emas, tembaga, dan batu. Lalu dibiarkan inderanya mencerap hal-hal tersebut; maka, ia tidak akan mampu memahaminya sekalipun diulang berkali-kali dengan menggunakan berbagai jenis panca inderanya. Namun jika diberikan kepadanya pengetahuan tentang tiga benda tersebut kemudian ia menginderanya, maka ia akan menggunakan pengetahuan itu sehingga mampu memahami hakekat tiga benda tadi. Anak kecil ini walaupun telah dewasa hingga berumur 20 tahun sedangkan ia belum mendapatkan satu pengetahuan pun maka ia tetap seperti keadaan semula yang hanya mampu mengindera sesuatu tetapi tidak mampu memahaminya sekalipun otaknya berkembang. Sebab, yang menjadikan ia memahami suatu fakta yang diinderanya bukanlah otak melainkan pengetahuan-pengetahuan yang diperoleh sebelumnya yang diterima oleh otaknya. Hal ini dilihat dari segi proses pengetahuan akal. Adapun dari segi identifikasi yang berupa perasaan, maka hal ini timbul dari naluri dan kebutuhan jasmani manusia. Apa yang terjadi pada hewan, terjadi pula pada manusia. Jika disodorkan secara berulang-ulang buah apel dan batu, ia akan mengerti bahwa apel dapat dimakan, sedangkan batu tidak. Begitu pula halnya dengan keledai ia akan mampu mengidentifikasi bahwa gandum dapat dimakan sedangkan tanah tidak dapat. Akan tetapi proses identifikasi tidak tergolong pemikiran/pemahaman, tetapi berasal dari naluri-naluri dan kebutuhan jasmani, yang ada pada hewan dan ada pula pada manusia. Oleh karena itu, tidak mungkin pemikiran itu ada kecuali terdapat beberapa pengetahuan yang diperoleh sebelumnya di samping pencerapan terhadap fakta melalui panca indera ke otak.&lt;br /&gt; Berdasarkan hal ini, maka akal, fikr (pemikiran), dan idrak (penalaran), terjadi dengan pencerapan terhadap fakta melalui panca indera ke otak, disertai dengan pengetahuan (informasi) yang diperoleh sebelumnya, yang dapat menjelaskan (hakekat) kenyataan tersebut. Oleh karena itu qiyadah fikriyah komunis jelas-jelas keliru dan rusak; sebab, tidak dibangun berdasarkan akal. Sama rusaknya dengan pengertian mereka tentang pemikiran dan akal.&lt;br /&gt; Demikian pula halnya dengan qiyadah fikriyah kapitalisme yang dibangun berdasarkan jalan tengah antara tokoh-tokoh gereja dengan cendekiawan, setelah sebelumnya terjadi pergolakan dan perbedaan pendapat yang sengit dan berlangsung terus-menerus selama beberapa abad di antara mereka. Jalan tengah itu adalah memisahkan agama dari kehidupan, yakni mengakui keberadaan agama secara tidak langsung, tetapi dipisahkan dari kehidupan. Oleh karena itu, qiyadah fikriyah ini tidak dibangun atas dasar akal, tetapi dibangun atas dasar persetujuan kedua belah pihak sebagai jalan tengah.&lt;br /&gt; Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pemikiran/keputusan yang diambil berdasarkan jalan tengah merupakan hal yang asasi bagi mereka. Mereka mencampuradukkan antara haq dan bathil, antara keimanan dengan kekufuran, cahaya dengan kegelapan; dengan menempuh jalan tengah. Padahal sesungguhnya jalan tengah itu tidak ada faktanya; sebab masalahnya adalah tinggal memilih tindakan yang jelas. Apakah yang haq atau yang bathil, iman ataukah kufur, cahaya ataukah kegelapan. Pemecahan yang berasal dari jalan kompromi yang di atasnya dibangun aqidah dan qiyadah fikriyah mereka, telah menjauhkannya dari kebenaran, keimanan, dan cahaya. Oleh karena itu, qiyadah fikriyah kapitalisme rusak, karena tidak dibangun atas dasar akal.&lt;br /&gt; Adapun qiyadah fikriyah Islam dibangun atas dasar akal yang mewajibkan kepada setiap muslim untuk mengimani adanya Allah, kenabian Muhammad SAW, ke-mukjizatan Al-Quranul Karim dengan menggunakan akalnya. Juga mewajibkan beriman kepada yang ghaib dengan syarat harus berasal dari sesuatu yang dapat dibuktikan keberadaannya dengan akal seperti Al-Quran dan Hadits Mutawatir. Dengan demikian, qiyadah fikriyah ini dibangun atas dasar akal. Hal ini dilihat dari segi akal.&lt;br /&gt; Adapun dari segi fitrah manusia, maka qiyadah fikriyah Islam sesuai dengan fitrah; sebab ia mempercayai adanya agama dan adanya kewajiban merealisasikan agama dalam kehidupan ini serta menjalankan kehidupan sesuai dengan perintah dan larangan Allah. Beragama sesuai dengan fitrah, karena ia merupakan salah satu naluri yang memiliki reaksi tertentu, yaitu taqdis. Taqdis berlawanan dengan reaksi naluri-naluri lainnya. Reaksi itu merupakan hal yang wajar bagi naluri (beragama). Sebab itu, beriman kepada agama dan wajib menyesuaikan amal perbuatan manusia di dalam kehidupan sesuai dengan perintah dan larangan Allah, merupakan sesuatu yang naluriah, karena ia sesuai dengan fitrah manusia, maka mudah diterima oleh manusia.&lt;br /&gt; Berbeda halnya dengan qiyadah fikriyah komunisme dan kapitalisme. Kedua ideologi ini bertentangan dengan fitrah manusia. Karena qiyadah fikriyah komunisme mengingkari adanya agama secara mutlak bahkan menentang pengakuan akan adanya agama, maka ia bertentangan dengan fitrah manusia. Sedangkan qiyadah fikriyah kapitalisme, tidak mengakui keberadaan dan peranan agama namun tidak pula mengingkarinya. Malahan tidak menjadikan pengakuan atau pengingkaran terhadap agama sebagai sesuatu yang penting; hanya saja qiyadah fikriyah tersebut mengharuskan pemisahan agama dari kehidupan. Karenanya qiyadah kapitalisme menghendaki perjalanan hidup (manusia) berlandaskan manfaat belaka yang hal itu tidak ada hubungannya dengan agama. Dari sini jelaslah bahwa qiyadah fikriyah kapitalisme bertentangan dengan fitrah manusia.&lt;br /&gt; Berdasarkan hal ini hanya qiyadah fikriyah Islamlah yang cocok bagi manusia karena kesesuaiannya dengan fitrah dan akal manusia. Selain dari qiyadah fikriyah Islam, adalah bathil (salah). Hanya qiyadah fikriyah Islamlah yang benar dan hanya satu-satunya yang akan berhasil (dalam mengatur kehidupan manusia).&lt;br /&gt; Tinggal satu masalah lagi, yaitu apakah kaum muslimin pernah menerapkan sistem Islam? Ataukah mereka hanya memeluk aqidah Islam sementara mereka menerapkan peraturan dan hukum-hukum lain? Jawabnya adalah bahwa umat Islam, sepanjang sejarah, tidak menerapkan selain Islam sejak Rasulullah SAW berada di Madinah sampai tahun 1336 H (1918 M), yaitu tatkala jatuhnya Daulah Islamiyah yang terakhir ke tangan penjajah. Saat itu penerapan sistem Islam mencakup seluruh aspek kehidupan, bahkan negara berhasil menerapkannya dengan sangat gemilang.&lt;br /&gt; Akan halnya yang menunjukkan bahwa kaum muslimin telah menerapkan sistem Islam secara nyata karena sesungguhnya yang menerapkan peraturan adalah negara. Sedangkan yang menerapkannya didalam negara adalah dua badan. Pertama, Al-Qadli, yaitu hakim yang mengadili berbagai macam perselisihan ditengah-tengah masyarakat. Kedua, Al-Hakim, yaitu penguasa yang memimpin rakyat.&lt;br /&gt; Mengenai Qadli, telah sampai kepada kita melalui riwayat yang mutawatir (pasti kebenarannya) bahwa para Qadli inilah yang menyelesaikan berbagai macam perselisihan ditengah-tengah masyarakat sejak masa Rasulullah SAW hingga berakhirnya kekhilafahan di Istambul. Mereka menyelesaikannya berdasarkan hukum-hukum syara' yang agung dalam seluruh aspek kehidupan, baik di antara kaum muslimin sendiri maupun rakyat yang berbeda agamanya. Sedangkan pengadilan yang menyelesaikan seluruh persengketaan, baik yang berkenaan dengan hak-hak umum, perkara pidana, perkara perdata, dan lain sebagainya, adalah bentuk pengadilan tunggal yang hanya menerapkan syari'at Islam. Tidak ada seorang sejarawan pun memberitakan bahwa satu perkara pernah dipecahkan dengan selain hukum Islam; atau, satu mahkamah di suatu negeri Islam pernah memberlakukan hukum selain hukum Islam.&lt;br /&gt; Keadaan ini terjadi tentu saja sebelum pengadilan dipisahkan menjadi pengadilan agama dan pengadilan sipil sebagai akibat pengaruh penjajahan. Bukti terdekat mengenai hal ini dapat dilihat melalui berbagai dokumen mahkamah syari'at yang tersimpan di beberapa kota tua seperti Al-Quds (Yerusalem), Baghdad, Damaskus, Mesir, Istambul, dan lain sebagainya. Hal ini merupakan bukti yang meyakinkan bahwasa hanya syari'at Islam sajalah yang diterapkan oleh para Qadli. Sampai-sampai orang-orang non muslim dari kalangan Nashrani dan Yahudi mempelajari fiqih Islam dan mengarang dalam bidang ini, sepeti Salim Al Baz yang mensyarah majalah Al Ahkam al Adliyah (yang menjelaskan undang-undang di masa pemerintahan Utsmaniyah, pent.) dan lain-lainnya, yang mengarang beberapa buku dalam fiqih Islam di masa-masa terakhir ini.&lt;br /&gt;Adapun masuknya undang-undang Barat ke negeri Islam, disebabkan adanya fatwa ulama yang berpendapat bahwa hal tersebut tidak bertentangan dengan hukum-hukum Islam. Di antara hukum-kukum tersebut antara lain Qanun al Jazaa al Utsmani (UU pidana pemerintahan Utsmaniah) tahun 1275 H (1857 M), Qanun al Huquuq wat Tijaarah (UU keuangan dan perdagangan) tahun 1276 H (1858 M). Kemudian pada tahun 1288 H (1870 M) mahkamah pengadilan terbagi menjadi dua, yaitu mahkamah Syari'ah (pengadilan agama) dan mahkamah Nizhamiah (pengadilan sipil) yang kemudian dibuat undang-undangnya. Pada tahun 1295 H (1877 M) dibuat peraturan tentang pembentukan mahkamah Sipil (badan dan strukturnya). Terakhir pada tahun 1296 H dibuat undang-undang mengenai tata cara pengadilan yang menyangkut hak-hak (keuangan) dan hukum pidana.&lt;br /&gt; Pada saat itu para ulama tidak mendapatkan suatu dasar hukum syara' untuk memasukkan undang-undang sipil Barat ke negara Islam; sehingga diterbitkan majalah Al Ahkam al Adliyah sebagai undang undang mu'amalah (tata cara dagang, pemilikan tanah, pidana, dan lain-lain), sementara undang-undang sipil Barat dapat dihindari. Ini terjadi pada tahun 1286 H. Undang-undang itu dibuat sedemikian rupa seolah-olah hukum-hukum itu diperbolehkan dalam Islam. Namun hal itu tetap tidak berlaku kecuali setelah negara mendapatkan fatwa yang memperbolehkannya dan setelah diizinkan oleh Syaikhul Islam untuk melaksanakannya, sebagaimana yang tegambar dalam surat-surat resmi yang telah dikeluarkan.&lt;br /&gt; Meskipun penjajah sejak tahun 1918 M, atau sejak pendudukan terhadap negeri (Islam) mulai mengambil alih masalah penyelesaian persengketaan yang menyangkut hak-hak dan hukum pidana berlandaskan selain hukum-hukum Syari'at Islam, akan tetapi bagi negeri-negeri yang tidak dijajah dengan cara militer walaupun tetap mereka kontrol, ternyata negeri-negeri tersebut masih tetap melaksanakan hukum Islam, seperti misalnya negeri-negeri Hijaz, Nejd, Kuwait yang menjadi bagian Jazirah Arab. Begitu pula Afghanistan yang masih menerapkan Islam dalam bidang pengadilan dan sampai kini tetap masih menjalankan hukum syari'at Islam , sekalipun para penguasa di negeri ini (Afghanistan) tidak melaksanakan hukum Islam. Oleh karena itu, kita melihat bahwa Islam telah diterapkan (oleh negara) dalam pengadilan dan tidak diterapkan selain Islam di seluruh masa oleh Daulah Islamiyah.&lt;br /&gt; Mengenai penerapan penguasa terhadap hukum syari'at Islam, maka sesungguhnya penerapan ini mencakup lima bidang, yaitu hukum-huklum syara’ yang berkaitan dengan masalah (1) Sosial (yang mengatur interaksi pria dan wanita), (2) Ekonomi, (3) Pendidikan, (4) Politik luar negeri, dan (5) Pemerintahan.&lt;br /&gt; Hukum-hukum yang menyangkut kelima bagian ini telah diterapkan oleh Daulah Islam sejak dulu. Sistem sosial yang mengatur hubungan antara pria dan wanita, dan apa-apa yang dihasilkan dari hubungan tersebut, yaitu yang dinamakan hukum acara perdata, terbukti masih tetap berlaku hingga kini, sekalipun penjajahan masih merajalela dan hukum-hukum kufur masih terus diterapkan, dan ternyata sampai saat ini tidak pernah diterapkan selain syari'at Islam dalam bidang perdata. Adapun sistem ekonomi, penerapannya mencakup dua segi. Pertama, bagaimana negara mengumpulkan harta dari rakyat untuk mengatasi persoalan masyarakat, dan yang kedua, bagaimana cara mendistribusikannya. Untuk persoalan pertama, antara lain negara mengambil kewajiban zakat atas harta yang dimiliki baik berupa uang, tanah, hasil pertanian, atau ternak, dengan menganggapnya sebagai ibadah. Dan dari persoalan ini, harta tersebut dibagikan hanya kepada delapan ashnaf yang tercantum dalam Al-Quran dan tidak digunakan untuk urusan administrasi negara. Sementara untuk urusan administrasi dan urusan umat, negara mengumpulkan harta hanya beradasarkan syari'at Islam saja. Negara tidak pernah menerapkan sistem perpajakan melainkan hanya menerapkan sistem ekonomi Islam, antara lain mengambil pungutan kharaj atas tanah, jizyah dari rakyat non muslim, bea cukai yang dipungut karena negara bertanggung jawab mengatur perdagangan luar dan dalam negeri. Yang jelas perolehan semua pemasukan harta tidak pernah dilakukan kecuali sesuai dengan hukum syari'at Islam.&lt;br /&gt; Akan halnya dengan distribusi harta/ anggaran belanja, ternyata negara pernah menerapkan hukum-hukum nafkah kepada pihak yang lemah (tidak mampu) dan larangan mengurus harta terhadap orang-orang idiot dan berprilaku mubazir, lalu negara mengangkat orang yang bisa mengaturnya. Di samping itu banyak tempat-tempat (rumah makan) yang didirikan di setiap kota dan rute perjalanan (yang dilalui) jamaah haji untuk memberi makan fakir, miskin, dan ibnu sabil. Bekas-bekas (peninggalan)nya masih bisa dijumpai sampai sekarang di beberapa ibukota negeri Islam. Ringkasnya, distribusi harta dari negara dilakukan berdasarkan syari'at Islam dan bukan yang lain. Apabila kita menyaksikan (dalam sejarah) adanya kelalaian negara dalam mendistribusikan harta, maka hal itu semata-mata 'kurang perhatian' dan kekeliruan dalam penerapan, dan bukan berarti hukum-hukum yang menyangkut hal ini tidak diterapkan sama sekali. &lt;br /&gt; Adapun sistem pendidikan, terbukti bahwa strategi pendidikan yang digunakan selalu dibangun berlandaskan Islam. Dalam hal ini, kebudayaan Islam merupakan asas bagi kurikulum pendidikan. Sedangkan kebudayaan asing senantiasa diawasi dan tidak diambil apabila bertentangan dengan Islam. Kalaupun ada kelalaian negara dalam membuka sekolah-sekolah, hal itu hanya terjadi pada masa-masa terakhir Daulah Utsmaniyah, dan tidak terbatas pada negeri-negeri tertentu melainkan seluruh negeri-negeri Islam, akibat kemerosotan berpikir yang mencapai klimaksnya saat itu. Sedangkan pada masa-masa sebelum itu, sungguh sangat terkenal di seluruh dunia, bahwa negeri-negeri Islamlah satu-satunya yang menjadi pusat perhatian para cendekiawan dan kaum terpelajar. Perguruan-perguruan tinggi seperti yang terdapat di Cordova, Baghdad, Damaskus, Iskandariah dan Kairo, memiliki pengaruh yang amat besar dalam menentukan arah pendidikan di dunia.&lt;br /&gt;  Begitu pula halnya dengan politik luar negeri, selalu dibangun berlandaskan Islam. Negara Islam telah menentukan hubungannya dengan negara-negara lain hanya berdasarkan Islam. Seluruh negara di dunia saat itu melihatnya sebagai sebuah Negara Islam. Seluruh hubungan luar negeri Negara dibangun atas dasar Islam dan kemashlahatan kaum Muslimin dalam kedudukannya sebagai pemeluk agama Islam. Kenyataan bahwa politik luar negeri Negara Islam selalu berlandaskan politik Islam adalah suatu hal yang sangat terkenal di seluruh dunia tanpa perlu dibuktikan lagi.&lt;br /&gt; Mengenai sistem pemerintahan, jelas sekali bahwa struktur negara di dalam Islam terdiri dari tujuh bagian, yaitu:&lt;br /&gt; (1)  Khalifah, sebagai kepala negara, &lt;br /&gt; (2) Mu'awin Tafwidl, sebagai pembantu Khalifah yang berkuasa penuh. Dan Mu'awin Tanfidl, sebagai pembantu Khalifah dalam urusan administrasi&lt;br /&gt; (3)  Wali (gubernur), &lt;br /&gt; (4)  Qadli (hakim) &lt;br /&gt; (5)  Amirul Jihad dan Angkatan Bersenjata,&lt;br /&gt; (6)  Aparat Administrasi, &lt;br /&gt; (7)  Majlis Ummat&lt;br /&gt;  Struktur seperti ini sesungguhnya selalu ada dalam sejarah Islam. Kaum muslimin belum pernah melewati satu masa pun, tanpa hadir di tengah-tengah mereka seorang Khalifah. Kecuali tentu saja setelah para penjajah kafir menghapuskan sistem Khilafah dengan memperalat Kemal Ataturk pada tahun 1342 H yang bertepatan dengan tahun 1924 M. Sebelum itu, kaum muslimin selalu dipimpin oleh seorang Khalifah. Belum pernah terjadi kekosongan seorang Khalifah tanpa disertai adanya Khalifah lain sebagai penggantinya, bahkan pada masa-masa kemundurannya. &lt;br /&gt; Apabila seorang Khalifah diangkat, maka saat itu terbentuk Daulah Islamiyah. Sebab, kekuasaan Daulah Islamiyah berada di tangan Khalifah itu sendiri. Mengenai Mu'awin Tafwidl dan Mu'awin Tanfidz, mereka selalu ada di seluruh masa. Kedudukan mereka sebagai pembantu dan pelaksana, bukan sebagai Wuzaraa (kabinet). Kalaupun ada sebutan Wazir, yang terjadi pada masa Abbasiah, mereka tetap sebagai pembantu. Sama sekali tidak terdapat ciri-ciri kementerian seperti yang ada dalam sistem demokrasi. Kedudukan mereka hanya sebagai pembantu Khalifah dalam urusan pemerintahan dan administrasi negara, sedangkan wewenang kekuasaan secara keseluruhan berada di tangan Khalifah. &lt;br /&gt; Adapun para Wali, Qadli, dan Aparat Administrasi, jelas sekali bahwa eksistensi mereka selalu ada. Bahkan tatkala para penjajah kafir menduduki negeri-negeri Islam, urusan pemerintahan masih berlangsung dan dijalankan oleh para Wali, Qadli dan aparat administrasi, sehingga keberadaan mereka tak perlu memerlukan bukti lagi.&lt;br /&gt; Akan halnya angkatan bersenjata, yang urusan administrasinya diatur oleh Amirul Jihad, kedudukannya sebagai pasukan Islam. Pada saat itu berkembang opini umum di seluruh dunia bahwa pasukan Islam adalah pasukan yang tidak mungkin terkalahkan. &lt;br /&gt;  Tentang Majlis Ummat, yang fungsinya sebagai majlis syura, sepeninggal masa Khulafaur Rasyidin tidak lagi diperhatikan. Hal ini karena Syura, sekalipun termasuk salah satu struktur negara, tetapi bukan termasuk bagian dari pilar bangunan negara Islam. Syura hanya merupakan salah satu hak rakyat terhadap para penguasa. Apabila penguasa tidak meminta pendapat dari rakyat (dalam berbagai urusan), berarti penguasa itu telah melakukan suatu kelalaian. Sekalipun demikian pemerintah itu tetap merupakan pemerintah Islam. Sebab, musyawarah yang dilakukan hanya merupakan forum pengambilan pendapat, bukan untuk menetpkan kebijaksanaan negara. Tentu hal ini berbeda dengan peranan parlemen pada sistem demokrasi. Dari sini jelaslah bahwa sistem pemerintahan Islam pernah diterapkan di sepanjang sejarahnya.&lt;br /&gt; Satu hal yang perlu dicatat mengenai pembai'atan Khalifah bahwa yang pasti dalam sejarah khilafah tidak pernah ada sistem ''putera mahkota''. Dengan kata lain pewarisan tahta tidak pernah dilakukan sebagai hukum yang ditetapkan di dalam negara --yakni untuk mengangkat kepala negara-- secara otomatis, seperti yang berlaku pada sistem Kerajaan. Yang ditetapkan menjadi hukum untuk melegalisasi kekuasaan di dalam Daulah Islamiyah adalah bai'at. Tentang pelaksanaan bai'at ini pada masa-masa tertentu diambil dari umat secara langsung (pada masa Khulafaur Rasyidin), sedangkan pada masa yang lain melalui ahlul halli wal 'aqdi (di masa pemerintahan Abbasiah), bahkan pernah juga diambil dari satu orang saja yaitu Syaikhul Islam pada masa kemunduran umat (akhir masa Khilafah Utsmaniyah). Meskipun begitu di sepanjang masa Daulah Islamiyah, seorang Khalifah selalu diangkat melalui bai'at. Khalifah tidak pernah diangkat dengan cara pewarisan tahta (sistem putera mahkota) tanpa adanya bai'at sama sekali. Tidak ada satupun riwayat atau peristiwa yang menunjukkan bahwa Khalifah pernah diangkat dengan cara pewarisan kekuasaan tanpa melalui bai'at. &lt;br /&gt;  Meskipun demikian memang pernah didapati cara keliru dalam pengambilan bai'at. Ada sebagian Khalifah yang mengambil bai'at dari rakyat pada saat ia masih hidup untuk anaknya, atau saudaranya, keponakannya, atau salah seorang anggota keluarganya. Setelah itu bai'at ini baru diulangi lagi untuk orang yang ditunjuk setelah Khalifah meninggal. Pelaksanaan seperti ini menunjukkan adanya penyalahgunaan dalam penerapan bai'at; dan bukan menunjukkan pengakuan adanya sistem pewarisan tahta atau putera mahkota. Sama halnya dengan penyalahgunaan yang terjadi pada tata cara ''pemilu'' untuk memilih anggota Majlis Perwakilan Rakyat dalam sistem demokrasi, yang prosesnya tetap disebut sebagai pemilihan dan bukan sebagai penunjukan, sekalipun yang menang dalam pemilu adalah orang-orang yang dikehendaki oleh pemerintah. Dari seluruh penjelasan di atas dapatlah kita lihat bahwa sistem Islam benar-benar telah diterapkan secara nyata dan tidak pernah sekali pun pada seluruh masa Daulah Islamiyah diterapkan sistem selain sistem Islam.&lt;br /&gt; Adapun keberhasilan gemilang qiyadah fikriyah Islam secara nyata dapat dilihat sebagai keberhasilan yang tiada bandingannya, terutama dalam dua hal berikut ini:&lt;br /&gt;  Pertama, kenyataan bahwa qiyadah fikriyah Islam berhasil mengubah bangsa Arab secara keseluruhan dari taraf pemikiran yang sangat rendah, dan dari kegelapan yang selalu diliputi oleh fanatisme kesukuan dan alam kebodohan yang sangat, menjadi suatu era kebangkitan berpikir yang cemerlang, gemerlap dengan cahaya Islam, yang bahkan tidak hanya untuk bangsa Arab saja tetapi untuk seluruh dunia. &lt;br /&gt;  Umat Islam telah memainkan peranan penting dalam membawa Islam ke seluruh pelosok dunia, sehingga mampu menguasai Persia, Iraq, Syam, Mesir, dan Afrika Utara. Pada waktu itu masing-masing bangsa memiliki ras, etnik, dan suku-suku yang saling berlainan dengan bangsa-bangsa lainnya. Juga dalam hal bahasa. Suku bangsa Persia, misalnya, berbeda dengan suku bangsa Romawi di Syam, berbeda pula dengan suku Qibthi di Mesir, berlainan pula dengan suku Barbar (Orang-orang Moor) yang ada di Afrika Utara. Demikian pula halnya dengan adat-istiadat, kebiasaan-kebiasaan, dan agamanya, masing-masing saling berlainan. Namun tatkala mereka hidup di bawah naungan pemerintahan Islam, kemudian memahami Islam, pada akhirnya mereka berduyun-duyun masuk Islam secara keseluruhan. Jadilah mereka sebagai umat yang satu, yaitu umat Islam. Oleh karena itu, keberhasilan qiyadah fikriyah Islam dalam mempersatukan bangsa-bangsa dan suku-suku yang ada, merupakan keberhasilan cemerlang dan tiada duanya. Padahal waktu itu sarana transportasi dalam aktivitas penyebarlusan dakwah hanya menggunakan unta, sedangkan media penyebarannya melalui lisan dan pena. &lt;br /&gt;  Akan halnya Futuhat, yaitu penaklukan terhadap negeri-negeri lain, sesungguhnya hal itu dilakukan tidak lain untuk menghapus kekuatan dengan kekuatan, mendobrak penghalang yang bersifat fisik sehingga manusia terbebas dari berbagai tekanan agar mudah dibimbing oleh akalnya, dan ditunjuki fitrahnya. Sehingga pada gilirannya, banyak di antara mereka akhirnya memeluk agama Allah secara berbondong-bondong.&lt;br /&gt; Berbeda dengan model penaklukan yang keji, yang selalu menjauhkan negara/bangsa penakluk dengan negara/bangsa yang ditaklukan, menjauhkan pihak yang menang dengan pihak yang kalah. Bukti konkrit dalam hal ini adalah penjajahan Barat terhadap negeri-negeri Timur selama puluhan tahun, walaupun pada akhirnya tidak mendapatkan apa-apa. Kalau tidak karena pengaruh kebudayaan mereka yang menyesatkan itu yang (insya-Allah) akan dimusnahkan, plus tekanan dari para penguasa bayaran --yang juga pasti akan dilenyapkan-- tentulah kembalinya negeri-negeri tersebut ke pangkuan Islam, baik dilihat dari segi prinsip maupun peraturan-peraturannya, adalah perkara yang mudah dicapai secepat kedipan mata.&lt;br /&gt; Kembali kepada masalah yang tadi dikatakan bahwa keberhasilan qiyadah fikriyah Islam dalam hal mempersatukan bangsa-bangsa di dunia adalah keberhasilan yang tiada bandingannya. Terbukti bangsa-bangsa tersebut hingga kini masih tetap mempertahankan ke-Islamannya sekalipun terdapat ancaman, kejahatan, serta tipu daya kolonialisme dalam menghancurkan aqidah umat dan meracuni pikiran mereka. Bangsa-bangsa tersebut tetap akan mempertahankan kedudukannya sebagai suatu umat Islam sampai hari Kiamat nanti. Tidak pernah sekali pun terjadi, suatu bangsa yang telah memeluk Islam kemudian keluar (murtad) dari Islam. &lt;br /&gt; Mengenai keadaan kaum muslimin di Andalusia, sesungguhnya mereka telah dimusnahkan melalui mahkamah-mahkamah inquisisi dengan cara dibakar, dieksekusi dengan hukuman penggal leher. Begitu pula kaum muslimin di daerah Bukhara, Kaukasus dan Turkistan telah ditimpa cobaan besar seperti halnya yang dialami oleh umat-umat terdahulu. Masuknya bangsa-bangsa tersebut ke dalam Islam, kelestariannya sebagai umat yang satu, dan kerasnya mereka dalam mempertahankan aqidah, menggambarkan sejauh mana keberhasilan qiyadah fikriyah ini, dan betapa berhasilnya Daulah Islamiyah dalam menerapkan sistem Islam.&lt;br /&gt; Kedua, hal lain yang menunjukkan keberhasilan qiyadah fikriyah Islam adalah bahwa umat Islam telah menjadi umat yang terkemuka di dunia dalam bidang hadlarah (peradaban), madaniyah (kemajuan infrastruktur dan teknologi), kebudayaan dan ilmu pengetahuan. Daulah Islamiyah telah menjadi negara terbesar dan terkuat di dunia selama 12 abad, yaitu dari abad ke-6 sampai pertengahan abad ke-18 M. Daulah Islamiyah merupakan satu-satunya kebanggaan dunia, seperti matahari yang memancarkan sinarnya sebagai penerang bagi umat lain di sepanjang kurun tersebut. Fakta ini adalah bukti lain yang memperkuat sejauh mana keberhasilan qiyadah fikriyah Islam dan betapa berhasilnya Islam menerapkan undang-undang dan aqidahnya atas umat manusia. Namun tatkala Daulah dan umat Islam ini melepaskan tugas mengemban qiyadah fikriyah Islam, ketika mereka tidak lagi mementingkan dakwah Islam, dan melalaikan tugas memahami dan menerapkan Islam, pada saat itulah Daulah dan umat ini kendur semangatnya, sehingga tidak lagi memiliki kedudukan terkemuka di antara umat-umat lain.&lt;br /&gt; Oleh karena itu perlu ditegaskan lagi bahwa qiyadah fikriyah Islamlah satu-satunya qiyadah yang benar dan satu-satunya yang wajib diemban ke seluruh dunia. Dan apabila Daulah Islamiyah yang mengemban qiyadah fikriyah ini muncul dan memainkan perananannya kembali, tentu keberhasilan qiyadah fikriyah saat ini akan seperti keberhasilannya pada masa yang lalu.&lt;br /&gt; Sudah dikatakan di atas bahwa Islam sesuai dengan fitrah manusia dalam berbagai sistem dan peraturan yang terpancar darinya. Dalam hal ini, manusia tidak dianggap sebagai mesin robot yang bergerak sesuai dengan program, dan menerapkan peraturan tanpa ada perbedaan satu sama lain dalam hal tingkah laku sesuai dengan ukuran dan data-data yang telah diprogram. Islam menganggap manusia sebagai makhluk sosial yang menerapkan peraturan dan mempunyai tingkat karakter dan kemampuan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, wajarlah kalau Islam dari satu sisi berusaha untuk saling mendekatkan martabat manusia dan tidak menyamaratakan, dengan menjamin ketenteraman bagi semua pihak (rakyat). Pada sisi lain, dan ini merupakan pokok pembahasan sekarang, bahwa dengan anggapan seperti ini ada saja individu-individu yang melanggar penerapan aturan sehingga menyimpang dari Islam. Lumrah apabila ada saja individu-individu yang tidak mentaati peraturan atau melalaikannya. Wajar apabila dalam masyarakat Islam juga ada orang-orang fasik (berbuat maksiat), fajir (berbuat keji), ada pula orang-orang kafir dan munafik, serta orang-orang murtad bahkan atheis. Akan tetapi patokan sebuah masyarakat adalah masyarakat secara keseluruhan dilihat dari aspek individu yang memiliki pemikiran, perasaan dan peraturan. Masyarakat itu dapat dianggap sebagai masyarakat Islam yang menerapkan Islam, apabila tiga hal di atas tadi diwarnai oleh Islam.&lt;br /&gt;  Sebagai bukti kebenaran hal ini, adalah tidak mungkin seorang pun menerapkan suatu peraturan seperti apa yang telah dilakukan Rasulullah SAW dalam menerapkan peraturan Islam. Sekalipun demikian, pada masa Rasulullah SAW pun terdapat orang-orang kafir, munafik, fasik, fajir, murtad dan bahkan atheis. Namun demikian, tak seorang pun bisa berpendapat lain kecuali mengatakan secara pasti: ''Sesungguhnya Islam pada waktu itu telah diterapkan dengan sempurna dan masyarakat yang ada adalah masyarakat Islam''. Namun penerapan ini dilakukan terhadap manusia dalam kedudukannya sebagai makhluk sosial, bukan sebagai robot.&lt;br /&gt;  Dengan demikian hanya Islamlah satu-satunya yang telah diterapkan terhadap umatnya secara keseluruhan --baik bangsa Arab maupun non Arab-- sejak Nabi SAW menetap di Madinah sampai masa penjajahan yang telah menduduki negeri-negeri Islam, kemudian sistem Islam diganti dengan sistem kapitalis.&lt;br /&gt;Berdasarkan hal ini terbukti bahwa Islam telah diterapkan secara nyata sejak tahun pertama Hijriyah hingga tahun 1336 H (1918 M). Sepanjang masa itu, umat Islam tidak pernah menerapkan peraturan apa pun selain Islam. Bahkan tatkala kaum muslimin telah menerjemahkan berbagai jenis filsafat, ilmu pengetahuan dan kebudayaan asing yang beraneka ragam ke dalam bahasa Arab, namun mereka sama sekali tidak menerjemahkan hukum, undang-undang maupun peraturan dari suatu bangsa mana pun --baik untuk dipraktekkan atau pun untuk dipelajari. Hanya saja, Islam dalam kedudukannya sebagai suatu peraturan, kadang-kadang diterapkan oleh kaum muslimin dengan sempurna, kadang-kadang disalahgunakan, tergantung pada kuat dan lemahnya negara Islam, dalam dan dangkalnya pemahaman tentang Islam, juga gesit dan lambannya dalam mengembangkan qiyadah fikriyah Islam. Oleh sebab itu, buruknya penerapan Islam di sebagian masa telah menjadikan masyarakat Islam mengalami kemunduran demi kemunduran. Hal ini merupakan hal yang wajar terjadi pada setiap sistem mana pun. Sebab, penerapan itu tergantung pada manusianya.&lt;br /&gt;  Hanya saja perlu dicatat bahwa buruknya penerapan Islam bukan berarti bahwa sistem Islam tidak pernah diterapkan, bahkan merupakan hal yang tidak dapat dipungkiri bahwa sistem Islam pernah diterapkan selama berabad-abad. Belum pernah di sepanjang sejarahnya diterapkan baik ideologi maupun sistem peraturan, selain Islam. Sebab, yang menjadi patokan dalam penerapan dimaksud adalah undang-undang dan peraturan-peraturan yang dilaksanakan oleh negara. Sedangkan Daulah Islamiyah dalam kenyataannya tidak pernah mengambil suatu peraturan dan undang-undang apapun selain Islam. Kalaupun ada sesuatu yang terjadi tidak lebih merupakan buruknya penerapan sebagian peraturan Islam oleh sebagian para penguasa. Satu hal yang selayaknya mendapat kejelasan ialah bahwa ketika kita hendak memproyeksikan penerapan Islam dalam sejarah, kita harus memperhatikan dua hal berikut ini:&lt;br /&gt;  Pertama, hendaknya kita tidak mengambil sejarah dari musuh-musuh Islam, terutama mereka yang sangat membenci Islam, tetapi kita hanya mengambilnya dari kalangan Islam sendiri setelah diseleksi secara kritis dan teliti, sehingga kita tidak sampai mendapatkan gambaran yang buruk. Kedua, kita tidak boleh menggunakan analogi umum (menggeneralisasi) tentang sebuah masyarakat dari sudut sejarah perorangan, atau menitikberatkan sejarah hanya pada satu sisi/bagian dari sebuah masyarakat. Adalah keliru apabila kita menggambarkan masa pemerintahan Bani Umayyah dengan hanya memfokuskan sejarah Khalifah Yazid, misalnya. Atau, menggambarkan masa pemerintahan Bani Abbas dengan hanya mengambil sebagian peristiwa dan tingkah laku para Khalifah-nya. Demikian pula kita tidak boleh mencap masyarakat pada masa pemerintahan Bani Abbas dengan hanya membaca kitab Al Aghani yang dikarang untuk menceritakan tingkah laku para biduan, para pemabuk, penyair dan sastrawan; atau dengan membaca buku-buku tashawwuf dan buku-buku yang sejenisnya. Sehingga kita menyimpulkan bahwa masa itu adalah masa kefasikan dan kenistaan, atau masa zuhud dan uzlah. Hendaknya kita meneliti keadaan masyarakat secara menyeluruh. &lt;br /&gt;  Satu hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa sejarah masyarakat Islam tidak pernah ditulis dalam periode manapun. Yang ada hanyalah cerita-cerita tentang para penguasa (khalifah) dan sebagian para pejabatnya. Itu pun bukan ditulis oleh orang-orang layak dipercaya. Pada umumnya mereka itu, kalau tidak para pencela, pasti para pemuja sehingga tidak satupun yang dapat diterima riwayatnya. &lt;br /&gt; Dengan demikian tatkala kita mempelajari masyarakat Islam dengan bertolak dari pandangan seperti ini, yaitu dengan mempelajarinya secara kritis dan teliti dari seluruh aspek, tentu akan kita dapati bahwa masyarakat Islam adalah masyarakat yang terbaik dibandingkan dengan masyarakat yang pernah ada di dunia; karena memang demikianlah keadaannya pada abad pertama, kedua, ketiga, lalu berlanjut pada abad-abad berikutnya hingga pertengahan abad ke-12 Hijriyah. Akan kita jumpai bahwa masyarakat telah menerapkan Islam di sepanjang sejarahnya sampai berakhirnya masa Daulah Utsmaniyah yang merupakan Daulah Islamiyah.&lt;br /&gt; Yang patut diperhatikan juga ialah bahwa sejarah itu tidak boleh dijadikan sebagai sumber rujukan bagi peraturan dan fiqih. Peraturan hanya diambil dari sumber-sumber fiqih, bukan dari sejarah, sebab sejarah bukanlah sumber fiqih. Sebagai contoh apabila kita hendak memahami sistem komunis, maka kita tidak dapat mengambilnya dari sejarah Rusia akan tetapi mengambilnya dari buku-buku ideologi komunis. Begitu pula jika kita hendak mengetahui perundang-undangan Inggris, maka kita tidak bisa mengambilnya dari sejarah Inggris, akan tetapi mengambilnya dari kodifikasi hukum Inggris itu sendiri. Kaedah ini berlaku untuk setiap sistem dan undang-undang.&lt;br /&gt; Begitu pula halnya dengan Islam sebagai ideologi yang memiliki aqidah dan peraturan. Apabila kita ingin mengetahui dan mengambilnya, maka sama sekali tidak dibenarkan menjadikan sejarah sebagai sumber rujukan, tidak dari segi pengetahuan tentang peraturannya dan tidak pula dari segi cara pengambilan hukum-hukumnya (istinbath).&lt;br /&gt;  Adapun dari segi sumber pengetahuan tentang peraturan, hal ini dapat diambil dari buku-buku fiqih Islam. Sedangkan sumber pengambilan hukum, dapat diketahui dari dalil-dalilnya yang terperinci (Al-Quran, Hadits dan lain-lain). Itulah sebabnya kita tidak dibenarkan menjadikan sejarah sebagai rujukan bagi peraturan Islam, baik dilihat dari segi pengetahuan tentang peraturan maupun dari segi pengambilan dalil-dalilnya. Berdasarkan keterangan inilah, kita tidak dibenarkan menjadikan sejarah Umar bin Khaththab, Umar bin Abdul Azis, Harun al-Rasyid, dan lain-lain sebagai sumber hukum, baik dilihat dari berbagai peristiwa sejarah yang menuturkan mereka maupun buku-buku yang dikarang tentang biografi mereka. Apabila pendapat Umar dalam suatu kejadian diikuti, tidak lain karena itu merupakan hukum syara yang di-istinbath-kan dan diterapkan oleh Umar, sama halnya mengikuti hukum yang telah di-istinbath-kan oleh Imam Abu Hanifah, Imam Syafi'i, Imam Ja'far dan sebagainya; bukan diikuti karena pertimbangan peristiwa sejarah. Jadi sejarah tidak mendapatkan porsi dalam pengambilan peraturan, ataupun untuk mengetahuinya. &lt;br /&gt; Untuk mengetahui apakah peraturan itu pernah diterapkan atau tidak, hal ini juga tidak dapat diambil dari sejarah melainkan dari fiqih. Sebab, setiap periode memiliki problematikanya sendiri yang dipecahkan dengan suatu peraturan. Untuk mengetahui peraturan apa yang digunakan untuk memecahkan problematika tersebut, kita juga tidak dapat merujuk kepada peristiwa sejarah; karena sejarah hanya memberitahukan kita tentang berita/informasi yang menyangkut kejadian di masa lampau. Tetapi kita harus kembali pada peraturan yang pernah diterapkan yang tidak lain adalah fiqih Islam. &lt;br /&gt;  Dan setelah kita kembali kepada fiqih Islam, kita tidak akan menjumpai di dalamnya satu peraturan pun yang diambil oleh kaum muslimin berasal dari bangsa-bangsa lain dan tidak ada satupun peraturan yang ditetapkan oleh kaum muslimin berdasarkan pendapatnya semata. Yang kita jumpai adalah bahwasanya peraturan tersebut seluruhnya hanya terdiri dari hukum-hukum syara' yang di-istinbath dari dalil-dalil syara'. Dan bahwasanya kaum muslimin selalu bersikap tegas dalam memurnikan fiqih dari pendapat/hasil istinbath yang lemah. Sampai-sampai mereka melarang mengikuti pendapat yang lemah, sekalipun berasal dari seorang mujtahid mutlak.&lt;br /&gt; Oleh karena itu, tidak ada satu nash tasyri' pun yang mengandung hukum selain dari fiqih Islam di seluruh dunia Islam. Dan yang ada hanya fiqih Islam saja. Fakta ini, yaitu hanya ada satu-satunya teks fiqih bagi satu umat tanpa adanya teks yang lain, adalah bukti yang menunjukkan bahwa umat tidak pernah menggunakan teks apapun dalam pembuatan hukum tasyri' selain dari nash-nash fiqih Islam. &lt;br /&gt; Perihal sejarah, kalaupun kita ingin menoleh kepadanya, tidak lain hanya sekedar untuk mengetahui bagaimana cara penerapan peraturan. Bisa saja sejarah mencatat berbagai peristiwa politik, sehingga dapat diketahui tata cara penerapan peraturan. Meskipun hal ini boleh diambil tetapi hanya dari karangan sejarawan kaum muslimin dan setelah diteliti dengan cermat.&lt;br /&gt; Sejarah itu sendiri mempunyai tiga sumber; pertama catatan-catatan sejarah, kedua peninggalan-peninggalan sejarah, dan ketiga riwayat. Catatan-catatan sejarah tidak boleh dijadikan sumber secara mutlak. Sebab catatan-catatan itu selalu dipengaruhi oleh situasi politik di setiap zaman dan senantiasa tercampur dengan kepalsuan, baik ia mendukung orang-orang tertentu di masa penulisannya, ataupun yang menentang orang-orang tersebut yang ditulis pada masa sesudahnya. Bukti paling dekat yang menunjukkan hal ini ialah sejarah tentang keluarga Muhammad Ali Pasya (seorang Wali di Mesir pada masa Utsmaniyah). Sebelum tahun 1952 M keluarga itu memiliki gambaran yang positif. Akan tetapi setelah tahun 1952 M, ternyata sejarah ini berubah sama sekali, menjadi gambaran hitam yang bertolak belakang dengan masa sebelumnya. Begitu pula halnya dengan sejarah kejadian politik di zaman kita ini ataupun periode sebelumnya. Oleh karena itu, kita tidak boleh menjadikan catatan-catatan sejarah sebagai sumber bagi sejarah, sekalipun hal itu merupakan catatan harian yang ditulis oleh orang yang bersangkutan.&lt;br /&gt;  Akan halnya peninggalan-peninggalan sejarah, sesungguhnya apabila dipelajari dengan obyektif akan dapat menunjukkan suatu fakta sejarah. Sekalipun peninggalan-peninggalan sejarah itu tidak mampu membentuk rantai sejarah, akan tetapi dapat menunjukkan kepastian sebagian peristiwa. Dan apabila kita meneliti peninggalan-peninggalan di setiap negeri kaum muslimin, baik berupa bangunan, peralatan-peralatan, atau apa saja yang dapat dianggap sebagai peninggalan sejarah, akan menunjukkan bukti yang pasti bahwa tidak pernah ada di seluruh dunia Islam, kecuali hanya Islam, serta peraturan dan hukum-hukum Islam semata. Dan begitu pula seluruh aspek kehidupan dan perikehidupan kaum muslimin serta segala tingkah lakunya, semuanya serba Islam, bukan yang lain. &lt;br /&gt;  Mengenai sumber yang ketiga, yaitu riwayat, adalah termasuk sumber-sumber yang layak dipercaya dan dapat dijadikan sebagai pegangan, apabila riwayatnya benar. Persis dengan cara yang ditempuh dalam periwayatan sebuah hadits. Dengan cara inilah hendaknya sejarah ditulis. Maka kita menjumpai kaum muslimin, ketika mereka mulai mengarang buku sejarah, menggunakan metode riwayat. Seperti yang kita lihat dalam beberapa buku-buku tarikh lama, misalnya tarikh Thabari, sirah Ibnu Hisyam, dan sebagainya, yang dikarang dengan metode ini. Atas dasar inilah, maka kaum muslimin tidak boleh mengajarkan sejarah Islam kepada putra-putranya melalui catatan-catatan sejarah yang dikarang dengan merujuk kepada catatan lainnya. Sama halnya tidak boleh merujuk pada buku/catatan sejarah tersebut untuk memahami penerapan peraturan Islam. Dari sini jelaslah bahwa hanya Islamlah satu-satunya yang diterapkan atas seluruh umat Islam di setiap masa.&lt;br /&gt; Sayangnya sejak berakhirnya perang dunia pertama dengan kemenangan di pihak Sekutu, Lord Allenby, panglima perang Sekutu mengumumkan pernyataannya tatkala menaklukkan Baitul Maqdis: "Sekarang berakhirlah perang Salib". Sejak saat itu para penjajah kafir mulai menetapkan berbagai peraturan kapitalis di tengah-tengah kehidupan kita (kaum Muslimin) di dalam seluruh aspek kehidupan agar menjadikan kemenangannya itu bersifat abadi. Maka suatu keharusan bagi kita untuk mengubah peraturan yang busuk dan merusak saat ini, yang dengan peraturan ini kolonialisme terus berlanjut di negeri-negeri kita (dunia Islam). Kita harus membongkar dari akarnya secara menyeluruh, bahkan sampai yang sekecil-kecilnya sehingga kita dapat mengembalikan Islam sebagai tatanan seluruh aspek kehidupan. &lt;br /&gt; Sungguh suatu kedangkalan berpikir apabila kita ingin mengganti sistem peraturan kita (Islam) dengan peraturan lain. Adalah pemikiran bodoh apabila umat ini hanya menerapkan peraturan saja tanpa memperhatikan aqidah akan dapat menyelamatkannya. Tetapi yang seharusnya adalah bahwa umat ini pertama-pertama harus memeluk aqidah dahulu, baru kemudian menerapkan peraturan yang terpancar dari aqidah ini. Pada saat itulah umat dapat diselamatkan setelah ia menerima aqidah dan menerapkan peraturan (Islam). Inilah jalan yang harus ditempuh oleh umat yang terikat kepada suatu mabda tertentu. Umat yang menjadikan mabda tersebut sebagai landasan bagi negaranya. Adapun umat dan bangsa-bangsa lain bisa saja tidak perlu menganut satu mabda agar dapat diterapkan atas mereka. Sebab, umat yang telah menganut aqidah dan mengembannya dapat saja menerapkannya pada setiap bangsa dan umat manusia manapun; sekalipun tidak menganut mabda tersebut. Karena, hal ini akan membawa kebangkitan juga bagi bangsa tersebut, malah akan menarik perhatian untuk memeluk mabda itu. Sebab, memeluk mabda tidak perlu menjadi syarat bagi umat yang akan dikenai/diterapkan kepadanya mabda tersebut, melainkan menjadi syarat mutlak bagi pihak yang akan menerapkannya.&lt;br /&gt;  Adalah sangat berbahaya apabila kita mengambil nasionalisme, dan peraturan sosialis, sebab sosialisme tidak dapat diambil secara terpisah dari ide dasarnya yaitu materialisme, karena tidak akan menghasilkan sesuatu dan tidak pula mempunyai pengaruh (terhadap masyarakat). Juga tidak bisa diambil secara bersamaan dengan ide-dasarnya, yaitu materialisme, karena ide tersebut merupakan pemikiran yang negatif yang berlawanan dengan fitrah manusia, bahkan, memaksa umat Islam untuk meninggalkan aqidahnya. &lt;br /&gt; Kita juga tidak boleh mengambil sosialisme dari satu segi, sementara segi lainnya mempertahankan aspek kerohanian Islam. Sebab dengan cara ini, berarti tidak menjadikan kita mengambil Islam juga tidak sosialisme karena keduanya saling bertentangan, juga karena adanya banyak kekurangan dalam sosialisme. Kita tidak diperkenankan mengambil peraturan Islam, sementara meninggalkan aqidah yang memancarkan peraturannya. Sebab, dengan cara ini kita akan mengambil peraturan bagaikan tubuh yang tidak memiliki ruh di dalamnya. Kita harus mengambil Islam secara sempurna, baik aqidah maupun peraturannya; serta hendaknya kita mengemban qiyadah fikriyah Islam pada saat kita mengemban dakwah Islam. &lt;br /&gt; Sesungguhnya jalan kebangkitan kita hanya satu, yaitu melanjutkan kembali kehidupan Islam. Tidak ada jalan lain untuk melanjutkan kehidupan Islam itu kecuali hanya dengan tegaknya Daulah Islamiyah. Dan itupun tidak ada jalan lain kecuali apabila kita mengambil Islam secara sempurna: yaitu mengambil Islam sebagai aqidah yang mampu memecahkan masalah utama (al-uqdatul kubra) manusia, yang diatasnya dibangun pandangan hidup; juga mengambilnya sebagai peraturan yang terpancar dari aqidah Islam tersebut. Asas dari peraturan ini adalah Kitabullah dan Sunah Rasul-Nya, sedangkan kekayaan khazanahnya adalah kebudayaan Islam yang mencakup fiqih, hadits, tafsir, bahasa dan lain sebagainya. Tidak ada jalan menuju ke arah itu melainkan dengan mengemban qiyadah fikriyah Islam secara sempurna dengan cara menjalankan aktivitas dakwah Islam, serta dengan cara mewujudkan Islam secara sempurna di setiap negeri, sehingga apabila qiyadah fikriyah Islam telah disampaikan kepada seluruh umat sampai tegaknya Daulah Islamiyah, barulah kita dapat mengembangkan qiyadah fikriyah ke seluruh penjuru dunia. &lt;br /&gt; Inilah satu-satunya jalan untuk menghasilkan kebangkitan: Mengemban qiyadah berpikir Islam kepada kaum muslimin untuk melangsungkan kembali kehidupan Islam, kemudian mengembannya ke seluruh umat manusia melalui Daulah Islamiyah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8385213785005063202-5718303889171034003?l=agusinternet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agusinternet.blogspot.com/feeds/5718303889171034003/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://agusinternet.blogspot.com/2009/12/kepemimpinan-berfikir-dalam-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8385213785005063202/posts/default/5718303889171034003'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8385213785005063202/posts/default/5718303889171034003'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agusinternet.blogspot.com/2009/12/kepemimpinan-berfikir-dalam-islam.html' title='KEPEMIMPINAN BERFIKIR DALAM ISLAM'/><author><name>Abu Hafidz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12439619222524772190</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_hfHC-YyHkl0/So1FDj84VKI/AAAAAAAAABM/KWaQ3ltbrWE/S220/I_053_~1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8385213785005063202.post-8663586893411540714</id><published>2009-12-13T21:27:00.002+07:00</published><updated>2009-12-13T21:27:42.961+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafakur'/><title type='text'>Undanglah 'Intervensi' Allah..</title><content type='html'>Sering kali kita dihadapkan pada suatu masalah. Kita telah berusaha semaksimal mungkin namun masalah yang kita hadapi tidak kunjung juga terselesaikan. Ada rasa lelah, gundah, gelisah, dan lain–lain. Dan berharap–harap datangnya pertolongan dari Allah-Rabb semesta alam Yang bersemayam di atas Arsy. Bagaimana caranya agar turun pertolongan Allah ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. “Hai orang-orang yang beriman jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”. (Muhammad : 7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. “Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa”. (Al Hajj : 40)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di ayat ini dijelaskan bahwa syarat mendapatkan pertolongan Allah adalah dengan cara menolong Agama Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat kata, setiap orang harus meningkatkan ketakwaannya agar datang pertolongan Allah buat mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. ”Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar” (Ath Thalaq:2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. ”Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Allah menjadikan baginya jalan kemudahan dalam urusannya.” (Ath Thalaq:4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan jauhi juga kemaksiatan. Karena kemaksiatan merupakan sebab tidak datangnya pertolongan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian apa itu takwa?&lt;br /&gt;”Taqwa adalah menjauhkan diri dari apa–apa yang bisa membuat engkau jauh dari Allah.” (Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’di)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, dengan semakin mendekatkan diri kepada Allah, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala akan mempermudah urusan kita. Dan memberikan pertolongan-Nya buat kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. ”Mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat.” (Al Baqarah : 153)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu dari Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam, beliau bersabda: ‘Barang siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa yang menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. Barang siapa yang menutupi aib seorang muslim, pasti Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa menolong hamba Nya selama hamba Nya itu suka menolong saudaranya’. (HR. Muslim, lihat juga Kumpulan Hadits Arba’in An Nawawi hadits ke 36).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah! Suatu hadits yang sangat berharga sekali. Kita perlu camkan baik – baik hadits tersebut. Ingat baik – baik bahwa Allah akan senantiasa menolong kita selama kita suka menolong saudara kita. Tolonglah saudara kita, sehingga Allah pun berkenan menolong urusan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai penutup, baiknya kita catat dengan tinta emas di hati kita dua ayat ini. Agar timbul semangat dan kita tidak patah hati bila menghadapi masalah yang ada dalam hidup ini. Ini dia,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. ”Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.” (Al Baqarah : 214)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. ”Dan Kami selalu berkewajiban menolong orang – orang yang beriman.” (Ar Ruum : 47).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga terhitung menolong agama Allah Jalla wa 'Ala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Perpustakaan-Islam.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat, Amiiin..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8385213785005063202-8663586893411540714?l=agusinternet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agusinternet.blogspot.com/feeds/8663586893411540714/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://agusinternet.blogspot.com/2009/12/undanglah-intervensi-allah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8385213785005063202/posts/default/8663586893411540714'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8385213785005063202/posts/default/8663586893411540714'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agusinternet.blogspot.com/2009/12/undanglah-intervensi-allah.html' title='Undanglah &apos;Intervensi&apos; Allah..'/><author><name>Abu Hafidz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12439619222524772190</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_hfHC-YyHkl0/So1FDj84VKI/AAAAAAAAABM/KWaQ3ltbrWE/S220/I_053_~1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8385213785005063202.post-4688127269105049552</id><published>2009-12-13T21:26:00.000+07:00</published><updated>2009-12-13T21:26:19.207+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafakur'/><title type='text'>GANGGUAN SYETAN</title><content type='html'>"Ini adalah jalan yang lurus,Kewajiban-Kulah manjaganya,Sesungguh nya hamba-hamba-Ku tidak ada kekuasaan begimu(syetan) terhadap mereka,kecuali orang-orang yang mengikuti kamu(syetan), yaitu orang-orang yang sesat".(QS.Al-Hijr:42)&lt;br /&gt;"dan jika kamu di timpa suatu godaan syetan, maka berlindunglah kepada Allah.Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mngetahui". (QS.Al-A'raf:200)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8385213785005063202-4688127269105049552?l=agusinternet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agusinternet.blogspot.com/feeds/4688127269105049552/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://agusinternet.blogspot.com/2009/12/gangguan-syetan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8385213785005063202/posts/default/4688127269105049552'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8385213785005063202/posts/default/4688127269105049552'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agusinternet.blogspot.com/2009/12/gangguan-syetan.html' title='GANGGUAN SYETAN'/><author><name>Abu Hafidz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12439619222524772190</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_hfHC-YyHkl0/So1FDj84VKI/AAAAAAAAABM/KWaQ3ltbrWE/S220/I_053_~1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8385213785005063202.post-7067619637758186615</id><published>2009-12-11T10:47:00.001+07:00</published><updated>2009-12-11T10:49:18.416+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Sebab-Sebab Turunnya Rizki</title><content type='html'>Allah Subhannahu wa Ta"ala telah menjelaskan kepada hamba-hamba-Nya sebab-sebab yang dapat mendatangkan rizki dengan penjelasan yang amat gamblang. Dia menjanjikan keluasan rizki kepada siapa saja yang menempuhnya serta menggunakan cara-cara itu, Allah juga memberikan jaminan bahwa mereka pasti akan sukses serta mendapatkan rizki dengan tanpa disangka-sangka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara sebab-sebab yang melapangkan rizki adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takwa Kepada Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takwa merupakan salah satu sebab yang dapat mendatangkan rizki dan menjadikannya terus bertambah. Allah Subhannahu wa Ta"ala berfirman, artinya, &lt;br /&gt;"Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezki dari arah yang tidada disangka-sangkanya." (At Thalaq 2-3) &lt;br /&gt;Imam Ibnu Katsir berkata tentang firman Allah di atas, "Yaitu barang siapa yang bertakwa kepada Allah dalam segala yang diperintahkan dan menjauhi apa saja yang Dia larang maka Allah akan memberikan jalan keluar dalam setiap urusannya, dan Dia akan memberikan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka, yakni dari jalan yang tidak pernah terlintas sama sekali sebelumnya." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah swt juga berfirman, artinya, &lt;br /&gt;"Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya." (QS. 7:96) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istighfar dan Taubat &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk sebab yang mendatang kan rizki adalah istighfar dan taubat, sebagaimana firman Allah yang mengisahkan tentang Nabi Nuh Alaihissalam , &lt;br /&gt;"Maka aku katakan kepada mereka:"Mohonlah ampun kepada Rabbmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun" niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai." (QS. 71:10-12) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qurthubi mengatakan, "Di dalam ayat ini, dan juga dalam surat Hud (ayat 52,red) terdapat petunjuk bahwa istighfar merupakan penyebab turunnya rizki dan hujan." &lt;br /&gt;Istighfar yang dimaksudkan adalah istighfar dengan hati dan lisan lalu berhenti dari segala dosa, karena orang yang beristighfar dengan lisannnya saja sementara dosa-dosa masih terus dia kerjakan dan hati masih senantiasa menyukainya maka ini merupakan istighfar yang dusta. Istighfar yang demikian tidak memberikan faidah dan manfaat sebagaimana yang diharapkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tawakkal Kepada Allah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah swt berfirman, artinya, &lt;br /&gt;"Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya." (QS. 65:3) &lt;br /&gt;Nabi saw telah bersabda, artinya, &lt;br /&gt;"Seandainya kalian mau bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benarnya maka pasti Allah akan memberikan rizki kepadamu sebagaimana burung yang diberi rizki, pagi-pagi dia dalam keadaan lapar dan kembali dalam keadaan kenyang." (HR Ahmad, at-Tirmidzi dan dishahihkan al-Albani) &lt;br /&gt;Tawakkal kepada Allah merupakan bentuk memperlihatkan kelemahan diri dan sikap bersandar kepada-Nya saja, lalu mengetahui dengan yakin bahwa hanya Allah yang memberikan pengaruh di dalam kehidupan. Segala yang ada di alam berupa makhluk, rizki, pemberian, madharat dan manfaat, kefakiran dan kekayaan, sakit dan sehat, kematian dan kehidupan dan selainnya adalah dari Allah semata. &lt;br /&gt;Maka hakikat tawakkal adalah sebagaimana yang di sampaikan oleh al-Imam Ibnu Rajab, yaitu menyandarkan hati dengan sebenarnya kepada Allah Azza wa Jalla di dalam mencari kebaikan (mashlahat) dan menghindari madharat (bahaya) dalam seluruh urusan dunia dan akhirat, menyerahkan seluruh urusan hanya kepada Allah serta merealisasikan keyakinan bahwa tidak ada yang dapat memberi dan menahan, tidak ada yang mendatangkan madharat dan manfaat selain Dia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silaturrahim &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak hadits yang menjelaskan bahwa silaturrahim merupakan salah satu sebab terbukanya pintu rizki, di antaranya adalah sebagai berikut: &lt;br /&gt;-Sabda Nabi Shalallaahu alaihi wasalam, artinya, &lt;br /&gt;"Dari Abu Hurairah ra berkata, "Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Siapa yang senang untuk dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya maka hendaklah menyambung silaturrahim." (HR Al Bukhari) &lt;br /&gt;-Sabda Nabi saw, artinya, &lt;br /&gt;"Dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu , Nabi SAW bersabda, "Ketahuilah orang yang ada hubungan nasab denganmu yang engkau harus menyambung hubungan kekerabatan dengannya. Karena sesungguhnya silaturrahim menumbuhkan kecintaan dalam keluarga, memperbanyak harta dan memperpanjang umur." (HR. Ahmad dishahihkan al-Albani) &lt;br /&gt;Yang dimaksudkan dengan kerabat (arham) adalah siapa saja yang ada hubungan nasab antara kita dengan mereka, baik itu ada hubungan waris atau tidak, mahram atau bukan mahram. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Infaq fi Sabilillah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah swt berfirman, artinya, &lt;br /&gt;"Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya." (QS. 34:39) &lt;br /&gt;Ibnu Katsir berkata, "Yaitu apapun yang kau infakkan di dalam hal yang diperintahkan kepadamu atau yang diperbolehkan, maka Dia (Allah) akan memberikan ganti kepadamu di dunia dan memberikan pahala dan balasan di akhirat kelak." &lt;br /&gt;Juga firman Allah yang lain,artinya, &lt;br /&gt;"Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan dari padanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji. Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui." (QS. 2:267-268) &lt;br /&gt;Dalam sebuah hadits qudsi Rasulullah saw bersabda, Allah swt berfirman, "Wahai Anak Adam, berinfaklah maka Aku akan berinfak kepadamu." (HR Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyambung Haji dengan Umrah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan pada hadits Nabi SAWdari Ibnu Mas"ud Radhiallaahu anhu dia berkata, Rasulullah SAW bersabda, artinya, &lt;br /&gt;"Ikutilah haji dengan umrah karena sesungguhnya keduanya akan menghilangkan kefakiran dan dosa sebagaimana pandai besi menghilangkan karat dari besi, emas atau perak, dan haji yang mabrur tidak ada balasannya kecuali surga." (HR. at-Tirmidzi dan an- Nasai, dishahihkan al-Albani) &lt;br /&gt;Maksudnya adalah, jika kita berhaji maka ikuti haji tersebut dengan umrah, dan jika kita melakukan umrah maka ikuti atau sambung umrah tersebut dengan melakukan ibadah haji. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbuat Baik kepada Orang Lemah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi SAW telah menjelaskan bahwa Allah akan memberikan rizki dan pertolongan kepada hamba-Nya dengan sebab ihsan (berbuat baik) kepada orang-orang lemah, beliau bersabda, artinya, &lt;br /&gt;"Tidaklah kalian semua diberi pertolongan dan diberikan rizki melainkan karena orang-orang lemah diantara kalian." (HR. al-Bukhari) &lt;br /&gt;Dhu"afa" (orang-orang lemah) klasifikasinya bermacam-macam, ada fuqara, yatim, miskin, orang sakit, orang asing, wanita yang terlantar, hamba sahaya dan lain sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serius di dalam Beribadah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW bersabda, "Allah Subhannahu wa Ta"ala berfirman, artinya, &lt;br /&gt;"Wahai Anak Adam Bersungguh-sungguhlah engkau beribadah kepada Ku, maka Aku akan memenuhi dadamu dengan kecukupan dan Aku menanggung kefakiranmu. Jika engkau tidak melakukan itu maka Aku akan memenuhi dadamu dengan kesibukan dan Aku tidak menanggung kefakiranmu." &lt;br /&gt;Tekun beribadah bukan berarti siang malam duduk di dalam masjid serta tidak bekerja, namun yang dimaksudkan adalah menghadirkan hati dan raga dalam beribadah, tunduk dan khusyu" hanya kepada Allah, merasa sedang menghadap Pencipta dan Penguasanya, yakin sepenuhnya bahwa dirinya sedang bermunajat, mengadu kepada Dzat Yang menguasai Langit dan Bumi.&lt;br /&gt;Dan masih banyak lagi pintu-pintu rizki yang lain, seperti hijrah, jihad, bersyukur, menikah, bersandar kepada Allah, meninggalkan kemaksiatan, istiqamah serta melakukan ketaatan, yang tidak dapat di sampaikan secara lebih rinci dalam lembar yang terbatas ini. Mudah-mudahan Allah memberi kan taufik dan bimbingan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8385213785005063202-7067619637758186615?l=agusinternet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agusinternet.blogspot.com/feeds/7067619637758186615/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://agusinternet.blogspot.com/2009/12/sebab-sebab-turunnya-rizki-artikel.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8385213785005063202/posts/default/7067619637758186615'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8385213785005063202/posts/default/7067619637758186615'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agusinternet.blogspot.com/2009/12/sebab-sebab-turunnya-rizki-artikel.html' title='Sebab-Sebab Turunnya Rizki'/><author><name>Abu Hafidz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12439619222524772190</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_hfHC-YyHkl0/So1FDj84VKI/AAAAAAAAABM/KWaQ3ltbrWE/S220/I_053_~1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8385213785005063202.post-3068805956057220905</id><published>2009-12-11T10:40:00.003+07:00</published><updated>2009-12-11T10:41:48.917+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nizhamul Islam'/><title type='text'>QADLA DAN QADAR</title><content type='html'>Allah SWT berfirman dalam surat Ali Imran :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ أَنْ تَمُوتَ إِلاَّ بِإِذْنِ اللهِ كِتَابًا مُؤَجَّلاً&lt;br /&gt;"(Dan) Tidaklah manusia itu akan mati melainkan dengan izin Allah, (yang merupakan) suatu ketentuan yang sudah dijanjikan" (Ali Imran 145).&lt;br /&gt;Juga firman-Nya dalam surat Al-A'raaf:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لاَ يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلاَ يَسْتَقْدِمُونَ&lt;br /&gt;"(Dan) Setiap umat ada ajalnya. Apabila ajal itu sudah datang, tidak dapat mereka (berusaha) mengundurkan atau memajukannya walaupun sesaat" (Al-A'raaf 34).&lt;br /&gt;Firman-Nya yang lain dalam surat Al-Hadid:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ فِي اْلأَرْضِ وَلاَ فِي أَنْفُسِكُمْ إِلاَّ فِي كِتَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَا إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللهِ يَسِيرٌ&lt;br /&gt;"Bencana yang terjadi di bumi atau atas dirimu sendiri telah tertulis di dalam Kitab sebelum Kami melaksanakannya. Sesungguhnya hal demikian mudah bagi Allah" &lt;br /&gt;(Al-Hadid 22).&lt;br /&gt;Begitu pula firman-Nya dalam surat At-Taubah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قُلْ لَنْ يُصِيبَنَا إِلاَّ مَا كَتَبَ اللهُ لَنَا هُوَ مَوْلاَنَا وَعَلَى اللهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ&lt;br /&gt;"Katakanlah: 'Tidak (ada bahaya yang) akan menimpa kami kecuali apa yang telah ditetapkan Allah atas kami. Dialah pelindung kami. Dan kepada Allah jua hendaknya orang-orang mukmin bertawakkal"  (At-Taubah 51). &lt;br /&gt;Sementara firman-Nya dalam surat Saba':&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لاَ يَعْزُبُ عَنْهُ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ فِي السَّمَوَاتِ وَلاَ فِي اْلأَرْضِ وَلاَ أَصْغَرُ مِنْ ذَلِكَ وَلاَ أَكْبَرُ إِلاَّ فِي كِتَابٍ مُبِينٍ&lt;br /&gt;"Tidak tersembunyi bagi-Nya sebesar zarrah (atom) pun yang ada di ruang angkasa dan bumi. Tidak ada yang lebih kecil dari itu dan tidak pula yang lebih besar melainkan semuanya sudah ada dalam Kitab yang jelas (pada ilmu Allah)" &lt;br /&gt;(Saba' 3).&lt;br /&gt;Dan firman-Nya dalam surat Al-An'aam :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَهُوَ الَّذِي يَتَوَفَّاكُمْ بِاللَّيْلِ وَيَعْلَمُ مَا جَرَحْتُمْ بِالنَّهَارِ ثُمَّ يَبْعَثُكُمْ فِيهِ لِيُقْضَى أَجَلٌ مُسَمًّى ثُمَّ إِلَيْهِ مَرْجِعُكُمْ ثُمَّ يُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ&lt;br /&gt;"(Dan) Dialah yang menidurkan kamu di malam hari. (Dan) Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan di siang hari. (Dan) kemudian Dialah yang membangkitkan kamu di siang hari untuk meneruskan (kehidupanmu) sampai batas waktu (ajal) yang telah ditentukan. Kemudian kepada-Nya tempat kembalimu. Lantas Dia memberitakan kepadamu apa saja yang kamu kerjakan"   (Al-An'aam 60).&lt;br /&gt;Juga firman-Nya dalam surat An-Nisaa’ :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَإِنْ تُصِبْهُمْ حَسَنَةٌ يَقُولُوا هَذِهِ مِنْ عِنْدِ اللهِ وَإِنْ تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ يَقُولُوا هَذِهِ مِنْ عِنْدِكَ قُلْ كُلٌّ مِنْ عِنْدِ اللهِ فَمَالِ هَؤُلاَءِ الْقَوْمِ لاَ يَكَادُونَ يَفْقَهُونَ حَدِيثًا&lt;br /&gt;"(Dan) Manakala mereka memperoleh kebaikan, mereka berkata: 'Ini dari Allah'. Sedangkan bila mereka ditimpa musibah, mereka berkata: 'Ini (datangnya) dari kamu (Muhammad)'. Katakanlah: 'Semuanya dari Allah'. Maka mengapa orang-orang itu (munafiqin) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikitpun?"   (An-Nisaa' 78).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat-ayat di atas, begitu pula ayat-ayat serupa lainnya, sering dipakai oleh banyak orang (ahli kalam) pada saat membahas qadla dan qadar, dan dijadikan dalil yang memberi kesan seolah-olah manusia ''dipaksa'' untuk melakukan perbuatannya. Dan semua perbuatan itu sebenarnya dilakukan karena ''dipaksa'' oleh adanya Iradah dan Masyiatullah. Terkesan pula bahwa Allah telah menciptakan manusia sekaligus perbuatannya. Mereka berusaha menguatkan pendapat ini dengan firman Allah SWT :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَاللهُ خَلَقَكُمْ وَمَا تَعْمَلُونَ&lt;br /&gt;"Padahal Allah yang menciptakanmu termasuk apa yang kamu kerjakan" (maksudnya batu yang dijadikaan sebagai berhala).”   (Ash-Shaffaat 96).&lt;br /&gt;Disamping itu mereka juga mengambil dalil dari hadits-hadits, misalnya sabda Rasul SAW :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;نَفَثَ رُوْحُ الْقُدُوْسُ فِيْ رُوْعِيَ، لَنْ تَمُوْتَ نَفْسٌ حَتَّى تَسْتَوْفَيْ رِزْقُهَا وَأَجَلُهَا وَمَا قُدِرَ لَهَا&lt;br /&gt;"Ruhul Kudus (Jibril) telah membisikkan ke dalam kalbuku: 'Tidak akan mati suatu jiwa sebelum dipenuhi rizki, ajal, dan apa saja yang ditakdirkan baginya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah qadla dan qadar memang telah memainkan peranan penting dalam mazhab-mazhab Islam (firqah theologi terdahulu, pent.). Ahli Sunah memiliki pendapat, yang pada intinya mengatakan bahwa manusia itu memiliki apa yang disebut dengan kasb ikhtiari di dalam perbuatan-perbuatannya (tatkala manusia hendak berbuat sesuatu, Allah menentukan/menciptakan amal perbuatan tersebut, pent.). Manusia dihisab atas dasar kasb ikhtiari ini. Sedangkan Mu'tazilah memiliki pendapat yang ringkasnya mengatakan bahwa manusia sendirilah yang menciptakan perbuatannya. Manusia dihisab berdasarkan perbuatannya. Sebab, ia sendirilah yang menciptakannya. Adapun Jabariyah memiliki pendapat tersendiri, yang ringkasnya bahwa Allah menciptakan manusia beserta perbuatannya. Ia "dipaksa" melakukan perbuatannya dan tidak bebas memilih. Ibaratnya seperti bulu yang diterbangkan angin kemana saja.&lt;br /&gt;Apabila kita meneliti masalah qadla dan qadar ini, akan kita dapati bahwa ketelitian pembahasannya menuntut kita untuk mengetahui terlebih dahulu dasar pembahasan masalah ini. Ternyata, dasarnya bukan menyangkut perbuatan manusia, dilihat dari apakah diciptakan Allah atau oleh dirinya sendiri. Juga tidak menyangkut Ilmu Allah, dilihat dari kenyataan bahwa Allah SWT mengetahui apa yang akan dilakukan oleh hamba-Nya, yang Ilmu-Nya itu meliputi segala perbuatan hamba. Tidak ada hubungannya dengan Iradah Allah, yang Iradah-Nya dikatakan berkaitan erat dengan perbuatan hamba, sehingga perbuatan itu harus terjadi karena adanya Iradah tadi. Juga tidak berhubungan dengan status perbuatan hamba yang sudah tertulis dalam Lauhul Mahfudz, sehingga tidak boleh tidak ia harus melakukannya sesuai dengan apa yang tertulis di dalamnya.&lt;br /&gt;Memang benar, semua perkara tadi bukan menjadi dasar pembahasan qadla dan qadar. Sebab, semuanya tidak ada hubungannya dengan pembahasan ini dilihat dari segi pahala dan siksa. Perkara tersebut hanya berhubungan dengan 'penciptaan', Ilmu (Allah) yang meliputi segala sesuatu, Iradah-Nya yang berkaitan dengan segala kemungkinan-kemungkinan, dan hubungannya dengan Lauhul Mahfudz yang mencakup segala sesuatu. Semua ini merupakan pembahasan lain, yang terpisah dari topik pahala dan siksa atas perbuatan manusia. Dengan kata lain, tidak ada hubungannya dengan pertanyaan-pertanyaan: &lt;br /&gt;'Apakah manusia itu dipaksa melakukan perbuatan baik dan buruk, ataukah ia diberi kebebasan memilih?' Juga, dengan pertanyaan : ‘Apakah manusia diberi pilihan melakukan suatu pekerjaan atau meninggalkannya, atau sama sekali tidak diberi hak untuk memilih (ikhtiyar)?'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila kita mengamati seluruh perbuatan manusia, akan kita jumpai bahwa manusia itu hidup di dalam dua daerah. Daerah pertama adalah ''daerah yang mampu ia kuasai''. Daerah ini berada di bawah kekuasaan manusia dan di dalam ruang lingkup semua perbuatan yang timbul semata-mata karena pilihannya sendiri. &lt;br /&gt;Sedangkan daerah kedua adalah ''daerah yang menguasainya'' yaitu daerah yang manusia berada di bawah kekuasaannya. Pada daerah ini terjadi perbuatan dimana manusia tidak memiliki andil sedikitpun, baik perbuatan itu berasal dari dirinya atau yang menimpanya. &lt;br /&gt;Perbuatan manusia yang terjadi pada daerah yang kedua ini, tidak ada andil maupun urusan sedikitpun dengan manusia atas kejadiannya. Kejadian-kejadian di daerah ini dapat dibagi menjadi dua. Pertama, kejadiannya ditentukan oleh nizhamul wujud (Sunnatullah). Kedua, kejadiannya tidak ditentukan oleh nizhamul wujud, namun tetap berada di luar kekuasaan manusia, dan ia tidak akan mampu menghindarinya, namun tidak terikat dengan nizhamul wujud. &lt;br /&gt;Mengenai kejadian yang ditentukan oleh nizhamul wujud, hal ini telah memaksa manusia untuk tunduk kepadanya. Manusia harus berjalan sesuai dengan ketentuannya, sebab manusia berjalan bersama alam semesta dan kehidupan, sesuai dengan mekanisme tertentu yang tidak kuasa dilanggarnya. Bahkan semua kejadian yang ada pada bagian ini muncul tanpa kehendaknya. Di sini manusia terpaksa diatur dan tidak bebas memilih. Misalnya, manusia datang dan meninggalkan dunia ini bukan karena kemauannya. Ia tidak dapat terbang di udara, tidak bisa berjalan di atas air hanya dengan tubuhnya, tidak dapat menciptakan warna biji matanya, bentuk kepala dan tubuhnya. Semua itu diciptakan Allah SWT, tanpa ada pengaruh ataupun hubungannya sedikitpun dengan manusia. Allahlah yang menciptakan nizhamul wujud yang berfungsi sebagai pengatur alam ini. Alam pun diperintahkan untuk berjalan sesuai dengan peraturan yang telah ditentukan-Nya tanpa kuasa untuk melanggarnya.&lt;br /&gt;Akan halnya kejadian yang tidak ditentukan oleh nizhamul wujud namun tetap berada di luar kekuasaan manusia, adalah kejadian atau perbuatan yang berasal dari manusia atau yang menimpanya dengan terpaksa, yang sama sekali tidak memiliki kemampuan untuk menolak. Misalnya, seseorang terjatuh dari atas tembok lalu menimpa orang lain hingga mati. Atau, orang yang menembak burung tetapi secara tidak sengaja mengenai seseorang hingga mati. Atau, kecelakaan pesawat, kereta api, atau mobil, karena kerusakan mendadak yang tidak bisa dihindari, sehingga menyebabkan tewasnya para penumpang, dan sebagainya. Semua kejadian yang berasal dari manusia atau yang menimpanya ini, walaupun di luar kemampuannya dan tidak terikat dengan nizhamul wujud, tetapi tetap terjadi tanpa kehendak manusia dan berada di luar kekuasaannya. Oleh karena itu dapat kita golongkan ke dalam daerah kedua, yakni daerah yang menguasai manusia. &lt;br /&gt;Segala kejadian yang terjadi pada daerah yang menguasai manusia inilah yang dinamakan qadla (keputusan Allah). Sebab Allahlah yang memutuskannya. Oleh karena itu, seorang hamba tidak dimintai pertanggungjawaban atas kejadian ini, betapapun besar manfa'at atau kerugiannya. Walaupun disukai atau dibenci oleh manusia. Juga, meskipun kejadian tersebut mengandung kebaikan dan keburukan menurut tafsiran manusia --sekalipun hanya Allah yang mengetahui hakekat baik dan buruknya kejadian itu. Sebab, manusia tidak ikut andil dalam kejadian tersebut, serta tidak tahu-menahu tentang hakekat dan asal-muasal kejadiannya. Bahkan ia sama sekali tidak memiliki kemampuan untuk menolak atau mendatangkannya. Manusia hanya diwajibkan untuk beriman akan adanya qadla, dan bahwasanya qadla itu hanya berasal dari Allah SWT.&lt;br /&gt;Sedangkan qadar , uraiannya dapat disimak sebagai berikut. Bahwasanya semua perbuatan, baik yang berada di daerah yang menguasai manusia ataupun di daerah yang dikuasai manusia, semuanya terjadi dari benda menimpa benda, baik benda itu berupa unsur alam semesta, manusia, maupun kehidupan. Allah SWT telah menciptakan khasiat (sifat dan ciri khas) tertentu pada benda-benda ini. Misalnya, api diciptakan berkhasiat membakar. Sedangkan pada kayu terdapat khasiat terbakar. Pada pisau terdapat khasiat memotong dan demikian seterusnya. Allah SWT telah menjadikan khasiat-khasiat bersifat baku sesuai dengan nizhamul wujud yang tidak bisa dilanggar lagi. Apabila suatu waktu terbukti khasiat ini melanggar nizhamul wujud, maka itu karena Allah SWT telah menarik khasiatnya. Tetapi hal ini adalah sesuatu yang berada di luar kebiasaan dan hanya terjadi bagi para Nabi yang menjadi mukjizat bagi mereka. &lt;br /&gt;Seperti halnya pada benda-benda yang telah diciptakan khasiat-khasiatnya, maka pada diri manusia telah diciptakan pula berbagai gharizah (naluri) serta kebutuhan jasmani. &lt;br /&gt;Pada instink dan kebutuhan jasmani ini juga telah ditetapkan khasiat-khasiat seperti halnya pada benda-benda. Misalnya, pada gharizah mempertahankan dan melestarikan keturunan (gharizatun nau') telah diciptakan suatu khasiat yaitu dorongan seksual. Dalam kebutuhan jasmani diciptakan pula khasiat-khasiat seperti lapar, haus, dan sebagainya. Semua khasiat ini dijadikan Allah SWT bersifat baku sesuai dengan sunnatul wujud (peraturan alam yang ditetapkan Allah). &lt;br /&gt;Seluruh khasiat yang diciptakan Allah SWT, baik yang terdapat pada benda maupun naluri serta kebutuhan jasmani manusia, dinamakan qadar (ketetapan). Sebab, Allahlah yang menciptakan benda, naluri, serta kebutuhan jasmani; kemudian menetapkan khasiat-khasiat tertentu di dalamnya. Khasiat-khasiat ini tidak datang dengan sendirinya dari unsur-unsur tersebut. Dan manusia sama sekali tidak memiliki andil atau pengaruh apapun. Oleh karena itu, manusia wajib mengimani bahwa yang menetapkan khasiat-khasiat di dalam unsur-unsur tersebut hanyalah Allah SWT. &lt;br /&gt;Khasiat-khasiat ini memiliki qabiliyah (potensi) untuk digunakan manusia dalam bentuk amal kebaikan apabila sesuai dengan perintah Allah. Bisa juga digunakan untuk berbuat kejahatan apabila melanggar perintah Allah dan larangan-Nya. Baik itu dilakukannya dengan menggunakan khasiat-khasiat yang ada pada benda, atau dengan memenuhi dorongan instink dan kebutuhan jasmaninya. Perbuatannya itu menjadi baik apabila sesuai dengan perintah Allah dan larangan-Nya, dan sebaliknya menjadi jahat apabila melanggar perintah dan larangan-Nya.&lt;br /&gt;Dengan demikian, semua peristiwa yang terjadi pada daerah yang menguasai manusia itu datangnya dari Allah, apakah itu baik ataupun buruk. Juga, khasiat pada benda-benda, instink serta kebutuhan jasmani datangnya dari Allah, baik hal itu akan menghasilkan kebaikan ataupun keburukan. Oleh karena itu, wajib bagi seorang muslim untuk beriman kepada qadla, baik dan buruknya dari Allah SWT. Dengan kata lain, ia wajib meyakini bahwa semua kejadian yang berada di luar kekuasaannya datangnya dari Allah SWT. Wajib pula bagi seorang muslim untuk beriman kepada qadar, baik dan buruknya dari Allah SWT, baik khasiat-khasiat tersebut akan menghasilkan kebaikan ataupun keburukan. Manusia sebagai makhluk tidak mempunyai pengaruh apapun dalam hal ini. Ia tidak punya andil dalam masalah ajal, rizki, dan dirinya. Semua itu dari Allah SWT. Sama halnya dengan kecenderungan seksualnya yang terdapat pada gharizatun nau'. Atau kecenderungan memiliki sesuatu yang terdapat pada instink mempertahankan diri (gharizatul baqa'). Atau rasa lapar dan haus yang ada pada kebutuhan jasmaninya. Semua itu datangnya dari Allah SWT. Penjelasan di atas tadi adalah pembahasan yang berkaitan dengan kejadian-kejadian pada daerah yang menguasai manusia dan pada khasiat-khasiat seluruh benda yang ada. Adapun daerah yang dikuasai oleh manusia, adalah daerah dimana manusia berjalan secara sukarela di atas nizham (peraturan) yang dipilihnya, apakah itu syariat Allah ataupun syariat-syariat lainnya. &lt;br /&gt;Dalam daerah ini, terjadi peristiwa dan perbuatan yang berasal dari manusia atau menimpanya karena kehendaknya sendiri. Misalnya ia berjalan, makan, minum, dan bepergian, kapan saja sesuka hatinya dan kapan saja boleh ditinggalkannya. Ia membakar dengan api dan memotong dengan pisau, sesuai dengan kehendaknya. Begitu pula ia memuaskan keinginan seksualnya, keinginan memiliki barang, atau keinginan memenuhi perutnya sesuai dengan keinginannya. Ia bisa melakukannya atau tidak melakukannya dengan sukarela. Oleh karena itu, terhadap semua perbuatan yang dilakukan di daerah ini, manusia akan ditanya dan diminta pertanggungjawaban.&lt;br /&gt;Meskipun khasiat-khasiat yang ada pada benda mati, naluri, serta kebutuhan jasmani yang telah ditaqdirkan oleh Allah dan dijadikannya bersifat baku, mempunyai efek/pengaruh yang menghasilkan suatu perbuatan, akan tetapi bukan khasiat-khasiat ini yang melakukan perbuatan, melainkan manusialah yang melakukannya pada saat ia menggunakan khasiat-khasiat itu. Sebagai contoh, dorongan seksual yang ada pada gharizatun-nau', memang mempunyai potensi kebaikan atau keburukan. Begitu pula rasa lapar yang ada pada kebutuhan jasmani, juga mempunyai potensi kebaikan atau keburukan. Akan tetapi yang melakukan perbuatan baik atau buruk adalah manusianya itu sendiri, bukan instink atau kebutuhan jasmaninya. Sebab, Allah SWT telah menciptakan akal bagi manusia. Dan di dalam tabiat akal diciptakan kemampuan memahami serta mempertimbangkan. Oleh karena itu, Allah telah menunjukkan kepada manusia jalan yang baik dan yang buruk, sebagaimana firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَهَدَيْنَاهُ النَّجْدَيْنِ&lt;br /&gt;"Telah kami tunjukkan kepadanya dua jalan hidup (baik dan buruk)" (Al-Balaad 10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, Allah jadikan di dalam naluri dan kebutuhan jasmani itu kemampuan untuk menimbang-nimbang, mana perbuatan yang maksiat dan mana perbuatan yang baik (taqwa), sebagaimana firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا&lt;br /&gt;"lalu memberikan kepada jiwa manusia potensi untuk mengerjakan yang maksiat dan yang taqwa"(Asy-Syams 8).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, apabila manusia memuaskan dorongan naluri dan kebutuhan jasmaninya sesuai dengan perintah Allah dan larangan-Nya, berarti ia telah melakukan kebaikan dan berjalan pada jalan taqwa. Namun bila manusia memenuhi dorongan naluri dan kebutuhan jasmaninya seraya berpaling dari perintah Allah dan larangan-Nya, berarti ia telah melakukan perbuatan buruk dan berjalan di atas jalan kemaksiatan. &lt;br /&gt;Dalam dua keadaan tadi, manusialah yang menghasilkan perbuatan. Tidak perduli, apakah perbuatan itu baik ataupun buruk, dan tanpa melihat lagi apakah perbuatan itu berasal dari dirinya atau yang menimpanya. Dia sendirilah yang memenuhi kebutuhannya sesuai dengan perintah Allah dan larangan-Nya, sehingga ia termasuk telah berbuat baik. Dia sendiri pula yang memenuhi kebutuhannya dengan menentang perintah Allah dan larangan-Nya, sehingga ia digolongkan telah berbuat buruk. Atas dasar inilah manusia diminta pertanggungjawabannya terhadap semua perbuatan yang terjadi pada daerah yang ia kuasai. Lalu diberi pahala atau disiksa, tergantung perbuatannya. Sebab, ia melakukannya secara sukarela tanpa ada paksaan sedikitpun.&lt;br /&gt;Walaupun khasiat naluri dan kebutuhan jasmani itu berasal dari Allah, serta potensinya untuk melakukan perbuatan baik atau buruk yang juga berasal dari Allah, namun Allah tidak menciptakan khasiat-khasiat itu dalam bentuk yang dapat memaksa manusia untuk melakukan suatu perbuatan, baik perbuatan itu diridlai Allah atau dimurkai-Nya, dan atau berupa perbuatan jahat ataupun baik. Khasiat membakar yang terdapat pada api, misalnya, tidak diciptakan untuk memaksa manusia melakukan pembakaran --baik yang diridlai Allah atau dibenci-Nya--, melainkan dijadikan Allah agar bisa berfungsi apabila digunakan oleh manusia dalam bentuk yang tepat. Demikian juga, pada saat Allah menciptakan manusia berikut naluri dan kebutuhan jasmaninya, seraya diciptakan-Nya pula akal yang sanggup membeda-bedakan, maka diberikan-Nya pula kepada manusia kebebasan memilih untuk melakukan perbuatan, atau meninggalkannya tanpa pernah dipaksa. &lt;br /&gt;Allah tidak pernah menciptakan khasiat-khasiat benda, naluri, atau kebutuhan jasmani sebagai sesuatu yang dapat memaksa manusia untuk melakukan suatu perbuatan atau meninggalkannya. Oleh karena itu, manusia bebas melakukan suatu perbuatan ataupun meninggalkannya dengan menggunakan akalnya --yang memang mampu untuk membeda-bedakan dan telah dijadikan sebagai sandaran (manath) pembebanan kewajiban syariat. &lt;br /&gt;Berdasarkan hal ini, Allah menyediakan pahala bagi perbuatan baik manusia, karena akalnya telah memilih menjalani perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Sedangkan untuk perbuatan buruk, manusia telah disediakan siksa, oleh karena akalnya telah memilih untuk melanggar perintah Allah dan larangan-Nya, yaitu saat manusia memenuhi tuntutan naluri serta kebutuhan jasmaninya bukan dengan cara yang telah diperintahkan Allah. Jadi, balasan terhadap perbuatan semacam ini merupakan balasan yang haq serta adil, karena manusia bebas memilih tanpa ada paksaan apapun. Dalam masalah ini tidak ada urusannya dengan qadla dan qadar. Tetapi masalahnya adalah tindakan si hamba sendiri dalam melakukan suatu perbuatan secara sukarela. Oleh karena itu, manusia bertanggung jawab penuh atas perbuatannya, sebagaimana firman Allah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;كُلُّ نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْ رَهِينَةٌ&lt;br /&gt;"Setiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya" (Al-Mudatstsir 38).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun mengenai Ilmu Allah, sesungguhnya tidaklah ilmu-Nya memaksa manusia untuk melakukan suatu perbuatan. Sebab, Allah telah mengetahui sebelumnya bahwa manusia akan melakukan perbuatannya secara sukarela. Perbuatannya itu tidak didasarkan pada Ilmu Allah, melainkan telah menjadi Ilmu Allah yang azali, bahwasanya manusia akan melakukan perbuatan tersebut. &lt;br /&gt;Mengenai adanya tulisan di dalam Lauhul Mahfudz, tidak lain merupakan perlambang tentang betapa Maha Luasnya Ilmu Allah yang meliputi segala sesuatu.&lt;br /&gt;Demikian pula halnya dengan Iradah Allah, yang tidak memaksa manusia untuk melakukan suatu perbuatan. Sebab, yang dimaksud dengan Iradah Allah adalah "tidak akan terjadi sesuatu apapun di malakut (alam kekuasaan)-Nya kecuali dengan kehendak-Nya". Dengan kata lain, tidak ada sesuatu di alam ciptaan-Nya ini yang terjadi berlawanan dengan kehendak-Nya. Jadi, apabila manusia melakukan suatu perbuatan tanpa dicegah Allah, tanpa dipaksa, dan ia dibiarkan melakukan secara sukarela, maka pada hakekatnya perbuatan manusia tersebut berdasarkan Iradah Allah, bukan berlawanan dengan kehendak-Nya. Perbuatan tersebut dilakukan oleh manusia secara sukarela berdasarkan pilihannya. Sedangkan Iradah Allah tidak memaksanya untuk berbuat seperti itu.&lt;br /&gt;Demikianlah penjelasan tentang qadla dan qadar. Masalah inilah yang dapat mendorong manusia untuk melakukan kebaikan dan menjauhi keburukan bila ia sadar bahwa Allah senantiasa mengawasinya serta akan meminta tanggung jawabnya. Juga, manusia akan sadar bahwa Allah SWT telah memberikan kepadanya kebebasan memilih untuk melakukan suatu perbuatan ataupun meninggalkannya. Apabila manusia tidak pandai-pandai menggunakan hak pilihnya itu, tentulah ia akan terperosok ke dalam jahanam dengan mendapatkan siksa yang pedih. Seorang mukmin sejati yang memahami hakekat qadla dan qadar, hakekat nikmat akal dan nikmat hak pilih yang telah dikaruniakan Allah, akan kita dapati bahwa orang tersebut akan waspada dan takut kepada Allah SWT. Ia akan selalu berusaha melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, karena takut ditimpa azab Allah serta merindukan jannah-Nya. Bahkan Ia akan menginginkan apa yang lebih besar dari itu, yang tidak lain adalah keridlaan Allah SWT.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8385213785005063202-3068805956057220905?l=agusinternet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agusinternet.blogspot.com/feeds/3068805956057220905/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://agusinternet.blogspot.com/2009/12/qadla-dan-qadar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8385213785005063202/posts/default/3068805956057220905'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8385213785005063202/posts/default/3068805956057220905'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agusinternet.blogspot.com/2009/12/qadla-dan-qadar.html' title='QADLA DAN QADAR'/><author><name>Abu Hafidz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12439619222524772190</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_hfHC-YyHkl0/So1FDj84VKI/AAAAAAAAABM/KWaQ3ltbrWE/S220/I_053_~1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8385213785005063202.post-2157489000511195764</id><published>2009-12-11T10:38:00.000+07:00</published><updated>2009-12-11T10:38:44.095+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nizhamul Islam'/><title type='text'>JALAN MENUJU IMAN</title><content type='html'>Bangkitnya manusia tergantung pada pemikirannya tentang hidup1), alam semesta, dan manusia, serta hubungan ketiganya dengan Zat yang ada sebelum alam kehidupan dan alam yang ada sesudah kehidupan dunia. Oleh karena itu, harus ada perubahan yang mendasar dan menyeluruh terhadap pemikiran manusia dewasa ini, untuk kemudian diganti dengan pemikiran lain agar ia mampu bangkit. Sebab, pemikiranlah yang membentuk mafahim2) terhadap segala sesuatu serta yang memperkuatnya. Selain itu, manusia selalu mengatur tingkah lakunya di dalam kehidupan ini sesuai dengan mafahim-nya terhadap kehidupan. Sebagai contoh, mafahim seseorang terhadap orang yang dicintainya akan membentuk perilaku terhadap orang tersebut, yang nyata-nyata berlawanan terhadap orang lain yang dibencinya,  dimana ia memiliki mafahim kebencian terhadapnya. Begitu juga akan berbeda terhadap orang yang sama sekali tidak dikenalnya, dimana ia tidak memiliki mafhum apapun terhadap orang tersebut. Demikianlah, tingkah laku manusia selalu berkaitan erat dengan mafahim yang dimilikinya. &lt;br /&gt;Maka dari itu, apabila kita hendak mengubah tingkah laku manusia yang rendah menjadi luhur, tidak ada jalan lain kecuali harus mengubah mafhum-nya terlebih dahulu. Dalam hal ini, Allah SWT berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ اللهَ لاَ يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ&lt;br /&gt;"Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, sebelum kaum itu sendiri mengubah apa yang ada pada diri mereka" (Ar-Ra'd 11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Satu-satunya jalan untuk mengubah mafahim seseorang adalah dengan mewujudkan suatu pemikiran tentang kehidupan dunia sehingga dapat terwujud mafahim yang benar akan kehidupan tersebut pada dirinya. Namun, pemikiran seperti ini tidak akan melekat erat dan memberikan hasil yang berarti, kecuali jika terbentuk dalam dirinya pemikiran tentang alam semesta, manusia, dan hidup; tentang Zat yang ada sebelum kehidupan dunia dan alam yang ada sesudahnya; disamping juga keterkaitan kehidupan dunia dengan Zat yang ada sebelumnya dan alam yang ada sesudahnya. Semua itu dapat dicapai dengan memberikan kepada manusia pemikiran menyeluruh dan sempurna tentang apa yang ada di balik ketiga unsur utama tadi. Sebab, pemikiran menyeluruh dan sempurna semacam ini merupakan landasan berpikir (al-qa’idatul fikriyah) yang dapat melahirkan seluruh pemikiran cabang tentang kehidupan dunia. Memberikan pemikiran yang menyeluruh mengenai ketiga unsur tadi merupakan pemecahan al-uqdatul kubra3) pada diri manusia. Apabila al-uqdatul kubra ini teruraikan, maka terurailah berbagai permasalahan lainnya, karena seluruh problema kehidupan pada dasarnya merupakan cabang dari al-uqdatul kubra tadi. Namun demikian, pemecahan tersebut tidak akan mengantarkan kita kepada kebangkitan yang benar, kecuali apabila pemecahan itu sendiri adalah benar, yaitu pemecahan yang sesuai dengan fithrah manusia, memuaskan akal, dan memberikan ketenangan hati. &lt;br /&gt;  Pemecahan yang benar itu tidak akan dapat ditempuh kecuali dengan al-fikrul mustanir --yaitu pemikiran yang sangat dalam, yang mencakup hakekat segala sesuatu, termasuk semua hal yang berhubungan dengannya-- tentang alam semesta, manusia, dan hidup. Bagi mereka yang menghendaki kebangkitan dan menginginkan kehidupannya berada pada jalan yang mulia, mau tidak mau terlebih dahulu harus memecahkan al-uqdatul kubra ini dengan benar. Caranya, melalui al-fikrul mustanir tadi. Pemecahan inilah yang menghasilkan aqidah, sekaligus menjadi landasan berpikir yang melahirkan pemikiran-pemikiran cabang tentang perilaku manusia di dunia ini serta peraturan-peraturannya. &lt;br /&gt; Islam telah menangani al-uqdatul kubra ini, serta telah dipecahkan untuk manusia dengan cara yang sesuai dengan fitrah, memuaskan akal, dan memberikan ketenangan jiwa. Ditetapkannya pula bahwa untuk memeluk agama Islam tergantung sepenuhnya pada pengakuan terhadap pemecahan ini, yaitu pengakuan yang betul-betul muncul dari akal. Oleh sebab itu, Islam dibangun di atas satu dasar, yaitu aqidah. Aqidah ini menjelaskan bahwa di balik alam semesta, manusia, dan hidup, terdapat Pencipta (Al-Khaliq) yang telah meciptakan ketiganya, serta telah meciptakan segala sesuatu yang lainnya. Dialah Allah SWT. Bahwasanya Pencipta telah menciptakan segala sesuatu dari tidak ada menjadi ada. Ia bersifat wajibul wujud, wajib adanya, sebab kalau tidak demikian, berarti Ia tidak mampu menjadi Khaliq. Ia bukanlah makhluk, karena sifat-Nya sebagai Pencipta memastikan bahwa diri-Nya bukan makhluk.  Dipastikan pula bahwa Ia mutlak adanya, karena segala sesuatu menyandarkan wujud atau eksistensinya kepada diri-Nya; sementara Ia tidak bersandar kepada apapun.&lt;br /&gt;  Bukti bahwa segala sesuatu mengharuskan adanya Pencipta yang menciptakannya dapat diterangkan sebagai berikut: bahwa segala sesuatu yang dapat dijangkau oleh akal terbagi dalam tiga unsur, yaitu manusia, alam semesta, dan hidup. Ketiga unsur ini bersifat terbatas, lemah, serba kurang, dan saling membutuhkan satu dengan yang lain. Misalnya manusia. Manusia terbatas sifatnya, karena ia tumbuh dan berkembang sampai pada batas tertentu yang tidak dapat dilampuinya lagi. Jadi, amat jelas bahwa manusia bersifat terbatas. Begitu pula halnya dengan hidup,  bersifat terbatas, karena penampakannya bersifat individual. Apa yang kita saksikan selalu menunjukkan bahwa hidup ini berakhir pada satu individu saja. Dengan demikian, jelas bahwa hidup itu bersifat terbatas. Alam semesta pun demikian, memiliki sifat terbatas. Sebab, alam semesta merupakan kumpulan dari benda-benda angkasa, yang setiap bendanya memiliki keterbatasan. Sementara kumpulan segala sesuatu yang terbatas, tentu terbatas pula sifatnya. Jadi, alam semesta pun bersifat terbatas. Dengan demikian jelaslah bagi kita bahwa manusia, hidup, dan alam semesta, ketiganya bersifat terbatas. &lt;br /&gt; Apabila kita melihat kepada segala sesuatu yang bersifat terbatas, akan kita simpulkan bahwa semuanya tidak azali. Sebab bila bersifat azali (tidak berawal dan tidak berakhir), tentu tidak mempunyai keterbatasan. Dengan demikian jelaslah bahwa segala yang terbatas pasti diciptakan oleh ''sesuatu yang lain''. ''Sesuatu yang lain'' inilah yang disebut Al-Khaliq. Dialah yang menciptakan manusia, hidup, dan alam semesta.&lt;br /&gt; Dalam menentukan keberadaan Pencipta ini akan kita dapati tiga kemungkinan. Pertama, Ia diciptakan oleh yang lain. Kedua, Ia menciptakan diri-Nya sendiri. Ketiga, Ia bersifat azali dan wajibul wujud. Kemungkinan pertama bahwa Ia diciptakan oleh yang lain adalah kemungkinan yang bathil, tidak dapat diterima oleh akal. Karena, bila benar demikian, tentu Ia bersifat terbatas. Begitu pula dengan kemungkinan kedua, yang menyatakan bahwa Ia menciptakan diri-Nya sendiri. Jika memang demikian berarti Dia sebagai makhluk dan Khaliq pada saat yang bersamaan. Suatu perkara yang jelas-jelas tidak dapat diterima. Oleh karena itu, Al-Khaliq harus bersifat azali dan wajibul wujud. Dialah Allah SWT.&lt;br /&gt; Sesungguhnya siapa saja yang mempunyai akal akan mampu membuktikan --hanya dengan adanya benda-benda yang dapat diindera-- bahwa di balik benda-benda itu pasti terdapat Pencipta yang telah menciptakannya. Sebab, kenyataan menunjukkan bahwa semua benda itu bersifat serba kurang, sangat lemah, dan saling membutuhkan. Ini saja sudah menunjukkan bahwa segala sesuatu yang ada hanyalah makhluk. Jadi untuk membuktikan adanya Al-Khaliq Yang Maha Pengatur, sebenarnya cukup hanya dengan mengarahkan perhatian manusia terhadap benda-benda yang ada di alam semesta, fenomena hidup, dan diri manusia sendiri. Dengan mengamati salah satu planet yang ada di alam semesta, atau dengan merenungi fenomena hidup, atau meneliti salah satu bagian dari diri manusia, akan kita dapati bukti nyata dan meyakinkan akan adanya Allah SWT. &lt;br /&gt; Di dalam Al-Quran, kita jumpai ajakan untuk mengarahkan perhatian manusia terhadap benda-benda yang ada, seraya mengajak untuk turut mengamati dan memfokuskan perhatian terhadap benda-benda tersebut serta segala sesuatu yang ada di sekelilingnya, atau yang berhubungan dengannya, dalam rangka pembuktian adanya Allah SWT. Dengan mengamati benda-benda tadi, bagaimana satu dengan yang lainnya saling membutuhkan, akan memberikan suatu pemahaman yang meyakinkan dan pasti tentang keberadaan Allah Yang Maha Pencipta lagi Maha Pengatur. Al-Quran telah membeberkan ratusan ayat yang berhubungan dengan perkara ini, antara lain firman-firman Allah SWT :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَاخْتِلاَفِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لآيَاتٍ لأُولِي اْلأَلْبَابِ&lt;br /&gt;"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang, terdapat tanda-tanda (ayat) bagi orang yang berakal"  (Ali Imran 190).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمِنْ آيَاتِهِ خَلْقُ السَّمَوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَاخْتِلاَفِ أَلْسِنَتِكُمْ وَأَلْوَانِكُمْ&lt;br /&gt;"(Dan) Di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah diciptakan-Nya langit dan bumi serta berlain-lainannya bahasa dan warna kulitmu"   (Ar-Rum 22).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَفَلاَ يَنْظُرُونَ إِلَى اْلإِبِلِ كَيْفَ خُلِقَتْ، وَإِلَى السَّمَاءِ كَيْفَ رُفِعَتْ، وَإِلَى الْجِبَالِ كَيْفَ نُصِبَتْ، وَإِلَى اْلأَرْضِ كَيْفَ سُطِحَتْ&lt;br /&gt;"Apakah mereka tidak memperhatikan unta, bagaimana ia diciptakan? Dan langit, bagaimana ia ditinggikan? Dan gunung-gunung, bagaimana ia ditegakkan? Dan bumi, bagaimana ia dihamparkan?"  (Al-Ghasyiyah 17-20).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَلْيَنْظُرِ اْلإِنْسَانُ مِمَّ خُلِقَ، خُلِقَ مِنْ مَاءٍ دَافِقٍ، يَخْرُجُ مِنْ بَيْنِ الصُّلْبِ وَالتَّرَائِبِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hendaklah manusia memperhatikan dari apa ia diciptakan? Dia diciptakan dari air memancar, yang keluar dari antara tulang sulbi laki-laki dengan tulang dada perempuan" &lt;br /&gt;(At-Thariq 5-7).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَاخْتِلاَفِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَالْفُلْكِ الَّتِي تَجْرِي فِي الْبَحْرِ بِمَا يَنْفَعُ النَّاسَ وَمَا أَنْزَلَ اللهُ مِنَ السَّمَاءِ مِنْ مَاءٍ فَأَحْيَا بِهِ اْلأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِنْ كُلِّ دَابَّةٍ وَتَصْرِيفِ الرِّيَاحِ وَالسَّحَابِ الْمُسَخَّرِ بَيْنَ السَّمَاءِ وَاْلأَرْضِ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ&lt;br /&gt;"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi. Silih bergantinya malam dan siang. Berlayarnya bahtera di laut yang membawa apa yang berguna bagi manusia. Dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Ia hidupkan bumi sesudah matinya (kering). Dan Ia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan. Dan pengisaran air dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi. Sesungguhnya (semua itu) terdapat tanda-tanda (Keesaan dan Kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan"   (Al-Baqarah 164).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Banyak lagi ayat-ayat yang serupa, yang mengajak manusia untuk memperhatikan benda-benda alam dengan seksama, dan melmperhatikan apa yang ada di sekelilingnya maupun yang berhubungan dengan keberadaan dirinya. Ajakan itu untuk dijadikan petunjuk akan adanya Pencipta yang Maha Pengatur, sehingga dengan demikian imannya kepada Allah SWT menjadi iman yang mantap, yang berakar pada akal dan bukti yang nyata.&lt;br /&gt; Memang benar, bahwa iman kepada adanya Pencipta Yang Maha Pengatur merupakan hal yang fitri pada setiap manusia. Hanya saja, iman yang fitri ini muncul dari perasaan yang berasal dari hati nurani. Cara seperti ini bila dibiarkan begitu saja, tanpa dikaitkan dengan akal, sangatlah riskan akibatnya serta tidak dapat dipertahankan lama. Pada kenyataannya, perasaan tersebut sering menambah-nambah apa yang diimani, dengan sesuatu yang tidak ada hakikatnya. Bahkan ada yang mengkhayalkannya dengan sifat-sifat tertentu yang dianggap lumrah terhadap apa yang ia imani. Tanpa sadar, cara tersebut justru menjerumuskannya ke arah kekufuran dan kesesatan. Penyembahan berhala, khurafat (cerita bohong) dan ajaran kebathinan, tidak lain akibat kesalahan perasaan hati ini. Karena itulah, Islam tidak membiarkan perasaan hati sebagai satu-satunya jalan menuju iman. Ini dimaksudkan agar seseorang tidak menambah-nambah sifat Allah SWT dengan sifat yang bertentangan dengan sifat-sifat ketuhanan; atau memberinya kesempatan untuk mengkhayalkan penjelmaan-Nya dalam bentuk materi; atau beranggapan bahwa untuk mendekatkan diri kepada-Nya dapat ditempuh melalui penyembahan benda-benda, sehingga menjurus ke arah kekufuran, syirik, khurafat, dan imajinasi yang keliru yang senantiasa ditolak oleh iman yang lurus. Oleh karena itu, Islam menegaskan agar selalu menggunakan akal disamping adanya perasaan hati. Islam mewajibkan atas setiap umatnya untuk menggunakan akal dalam beriman kepada Allah SWT, melarang taqlid dalam masalah aqidah. Untuk itu, Islam telah menjadikan akal sebagai timbangan dalam beriman kepada Allah, sebagaimana yang difirmankan Allah SWT :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَاخْتِلاَفِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لآيَاتٍ لأُولِي اْلأَلْبَابِ&lt;br /&gt;"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang, terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal"   (Ali Imran 190).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian setiap muslim wajib menjadikan imannya betul-betul muncul dari proses berfikir, selalu meneliti dan memperhatikan serta senantiasa bertahkim (merujuk) kepada akalnya secara mutlak dalam beriman kepada Allah SWT. Ajakan untuk memperhatikan alam semesta dengan seksama, dalam rangka mencari sunatullah serta guna memperoleh petunjuk untuk beriman terhadap Penciptanya, telah disebut ratusan kali oleh Al-Quran dalam berbagai surat yang berbeda. Semuanya ditujukan kepada potensi akal manusia untuk diajak berfikir dan merenung, sehingga imannya betul-betul muncul dari akal dan bukti yang nyata. Disamping untuk memperingatkannya agar tidak mengambil jalan yang telah ditempuh oleh nenek moyangnya, tanpa meneliti dan menguji kembali sejauh mana kebenarannya.&lt;br /&gt; Inilah iman yang diserukan oleh Islam. Iman semacam ini bukanlah seperti yang dikatakan orang sebagai imannya orang-orang lemah, melainkan iman yang berlandaskan pemikiran yang cemerlang dan meyakinkan, yang senantiasa mengamati (alam sekitarnya), berpikir dan berpikir, kemudian lewat pengamatan dan perenungannya akan sampai kepada keyakinan tentang adanya Allah Yang Maha Kuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kendati wajib atas manusia menggunakan akalnya dalam mencapai iman kepada Allah SWT, namun tidak mungkin ia menjangkau apa yang ada di luar batas kemampuan indera dan akalnya. Sebab akal manusia terbatas. Kekuatannya terbatas sekalipun meningkat dan bertambah, hingga batas yang tidak dapat dilampauinya lagi; terbatas pula jangkauannya. Melihat kenyataan ini, maka perlu diingat bahwa akal tidak mampu memahami Zat Allah dan hakekat-Nya. Sebab, Allah SWT berada di luar ketiga unsur pokok alami (alam semesta, manusia, dan hidup) di atas. Sedangkan akal manusia tidak mampu memahami apa yang ada di luar jangkauannya. Walhasil, ia tidak akan mampu memahami Zat Allah. Perlu digarisbawahi bukan berarti lalu mengatakan "Bagaimana mungkin orang (dapat) beriman kepada Allah SWT, sedang akalnya sendiri tidak mampu memahami Zat Allah ?" Tentu, kita tidak mengatakan demikian, karena pada hakekatnya iman itu adalah percaya terhadap wujud (keberadaan) Allah SWT. Sementara wujud-Nya dapat diketahui melalui makhluk-makhluk-Nya, yang meliputi alam semesta, manusia, dan hidup. Tiga unsur ini berada dalam batas jangkauan akal manusia. Dengan memahami ketiga perkara itu, orang dapat memahami adanya Pencipta, yaitu Allah SWT. Oleh karena itu, iman terhadap adanya Allah dapat dicapai melalui akal dan berada dalam jangkauan akal. &lt;br /&gt;  Lain halnya dengan usaha manusia untuk memahami hakekat Zat Allah SWT yang tergolong dalam perkara mustahil untuk dicapai. Sebab, Zat Allah berada di luar unsur alam semesta, manusia, dan hidup. Dengan kata lain berada di luar jangkauan kemampuan akal. Akal tidak mungkin memahami hakekat apa yang ada di luar cakupan kemampuannya, karena perannya amat terbatas. Malah seharusnya keterbatasannya itu justru menjadi faktor penguat iman, bukan sebaliknya menjadi penyebab keragu-raguan dan kebimbangan. &lt;br /&gt;  Sesungguhnya, apabila iman kita kepada Allah SWT telah dicapai melalui proses berfikir, maka kesadaran kita terhadap eksistensi Allah akan menjadi sempurna. Apabila perasaan hati kita (yang timbul dari wijdan, pent.) mengisyaratkan adanya Allah, kemudian dikaitkan dengan akal, tentu perasaan tersebut akan mencapai suatu tingkat yang meyakinkan. Lebih dari itu akan memberikan pemahaman yang sempurna serta perasaan yang meyakinkan terhadap sifat-sifat ketuhanan. Dengan sendirinya, cara tersebut akan meyakinkan kita bahwa manusia tidak sanggup memahami hakekat Zat Allah, bahkan sebaliknya hal ini justru akan memperkuat iman kita kepada-Nya. Disamping keyakinan seperti ini, kita juga wajib berserah diri terhadap seluruh perkara yang dikabarkan Allah SWT tentang berbagai hal yang tidak sanggup dicerna atau yang tidak dapat dicapai oleh akal. Ini disebabkan karena lemahnya akal manusia yang memiliki ukuran-ukuran nisbi, yang serba terbatas kemampuannya untuk memahami apa yang ada di luar jangkauan akalnya. Padahal untuk memahami hal semacam ini, diperlukan ukuran-ukuran yang tidak nisbi dan tidak terbatas, yang justru tidak dimiliki dan tidak akan pernah dimiliki manusia. &lt;br /&gt; Adapun bukti kebutuhan manusia terhadap para Rasul, dapat kita lihat dari kenyataan bahwa manusia adalah makhluk Allah SWT dan bahwa beragama adalah sesuatu yang fitri pada diri manusia, karena termasuk salah satu naluri yang ada pada manusia.  Dalam fitrahnya, manusia senantiasa mensucikan Penciptanya. Aktivitas ini biasa dinamakan ibadah, yang berfungsi sebagai tali penghubung antara manusia dengan Penciptanya. Apabila hubungan ini dibiarkan begitu saja tanpa aturan, tentu akan menimbulkan kekacauan ibadah, bahkan dapat menyebabkan terjadinya penyembahan kepada selain Pencipta yang sebenarnya. Jadi harus ada aturan tertentu, yang mengatur hubungan ini dengan suatu peraturan yang benar. Hanya saja, aturan ini tidak boleh datang dari manusia. Sebab, manusia tidak mampu memahami hakekat Al-Khaliq (maksudnya tentang perbuatan, apakah perbuatan itu diterima atau ditolak, pent.) sehingga dapat meletakkan aturan antara dirinya dengan Pencipta. Maka aturan tersebut harus datang dari Al-Khaliq. Dan karena aturan ini harus sampai ke tangan manusia, tidak boleh tidak harus ada para Rasul yang menyampaikan agama Allah ini kepada umat manusia.&lt;br /&gt;  Bukti lain akan kebutuhan manusia terhadap para Rasul adalah bahwa pemuasan manusia akan tuntutan gharizah (naluri) serta kebutuhan-kebutuhan jasmani, adalah suatu keharusan yang sangat diperlukan. Pemuasan semacam ini apabila dibiarkan berjalan tanpa aturan akan menjurus ke arah pemuasan yang salah dan menyimpang, yang pada gilirannya akan menyebabkan kesengsaraan umat manusia. Maka dari itu, harus ada aturan yang mengatur setiap naluri dan kebutuhan jasmani ini. Hanya saja aturan ini tidak boleh datang dari pihak manusia. Sebab, pemahaman manusia dalam mengatur naluri dan kebutuhan jasmani selalu berpeluang terjadinya perbedaan, perselisihan, pertentangan, dan terpengaruh lingkungan tempat tinggalnya. Apabila manusia dibiarkan membuat aturannya sendiri, pasti aturan tersebut memungkinkan terjadinya perbedaan, perselisihan, dan pertentangan, yang malah akan menjerumuskannya ke dalam kesengsaraan. Oleh karena itu aturan tersebut harus datang dari Allah SWT melalui para Rasul. &lt;br /&gt; Mengenai bukti bahwa Al-Quran itu datang dari Allah, dapat dilihat dari kenyataan bahwa Al-Quran adalah sebuah kitab berbahasa Arab yang dibawa oleh Rasulullah Sayyidina Muhammad SAW. Dalam menentukan darimana asal Al-Quran, akan kita dapatkan tiga kemungkinan. Pertama, kitab itu merupakan karangan orang Arab. Kedua, karangan Muhammad SAW. Ketiga, berasal dari Allah SWT saja. Tidak ada lagi kemungkinan selain dari yang tiga ini. Sebab Al-Quran adalah khas Arab, baik dari segi bahasa maupun gayanya.&lt;br /&gt; Kemungkinan pertama yang mengatakan bahwa Al-Quran adalah karangan orang Arab merupakan kemungkinan yang tertolak. Dalam hal ini Al-Quran sendiri telah menantang mereka untuk membuat karya yang serupa. Sebagaimana tertera dalam ayat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قُلْ فَأْتُوا بِعَشْرِ سُوَرٍ مِثْلِهِ&lt;br /&gt;"Katakanlah: 'Maka datangkanlah sepuluh surat yang (dapat) menyamainya"  (Hud 13).&lt;br /&gt;Di dalam ayat lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قُلْ فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِثْلِهِ&lt;br /&gt;"Katakanlah: ('Kalau benar apa yang kamu katakan), maka cobalah datangkan sebuah surat yang menyerupainya"&lt;br /&gt;(Yunus 38).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang Arab telah berusaha keras mencobanya, akan tetapi tidak berhasil. Ini membuktikan bahwa Al-Quran bukan berasal dari perkataan mereka. Mereka tidak mampu menghasilkan karya yang serupa, kendati ada tantangan dari Al-Quran dan usaha dari mereka untuk menjawab tantangan itu. Kemungkinan kedua yang mengatakan bahwa Al-Quran itu karangan Muhammad SAW, adalah kemungkinan yang juga tidak dapat diterima oleh akal. Sebab, Muhammad SAW adalah orang Arab juga. Bagaimanapun jeniusnya, tetaplah ia sebagai seorang manusia yang menjadi salah satu anggota dari masyarakat atau bangsanya. Selama seluruh bangsa Arab tidak mampu menghasilkan karya yang serupa, maka masuk akal pula apabila Muhammad --yang juga termasuk salah seorang dari bangsa Arab-- tidak mampu menghasilkan karya yang serupa. Oleh karena itu, jelas bahwa Al-Quran itu bukan karangan Muhammad.  Terlebih lagi dengan banyaknya hadits shahih yang berasal dari Nabi Muhammad SAW --yang sebagian malah diriwayatkan lewat cara yang tawatur, yang kebenarannya tidak diragukan lagi. Apabila setiap hadits dibandingkan dengan ayat manapun dalam Al-Quran, maka tidak akan dijumpai adanya kemiripan dari segi gaya bahasanya. Padahal Nabi Muhammad SAW, disamping selalu membacakan setiap ayat-ayat yang diterimanya, dalam waktu yang bersamaan juga mengeluarkan hadits. Namun, ternyata keduanya tetap berbeda dari segi gaya sastranya. Bagaimanapun kerasnya usaha seseorang untuk menciptakan berbagai macam gaya bahasa dalam pembicaraannya, tetap saja akan terdapat kemiripan antara gaya yang satu dengan yang lain. Karena semua itu merupakan bagian dari ciri khasnya dalam berbicara. Oleh karena memang tidak ada kemiripan antara gaya bahasa Al-Quran dengan gaya bahasa hadits, berarti Al-Quran itu bukan perkataan Nabi Muhammad SAW. Sebab, pada masing-masing keduanya terdapat perbedaan yang tegas dan jelas. Itulah sebabnya tidak seorang pun dari bangsa Arab --orang-orang yang paling tahu gaya dan sastra bahasa arab-- pernah menuduh bahwa Al-Quran itu perkataan Muhammad SAW, atau mirip dengan gaya bicaranya. Satu-satunya tuduhan yang mereka lontarkan adalah bahwa Al-Quran itu disadur Muhammad SAW dari seorang pemuda Nasrani yang bernama Jabr. Tuduhan ini pun telah ditolak keras oleh Allah SWT dalam firman-Nya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلَقَدْ نَعْلَمُ أَنَّهُمْ يَقُولُونَ إِنَّمَا يُعَلِّمُهُ بَشَرٌ لِسَانُ الَّذِي يُلْحِدُونَ إِلَيْهِ أَعْجَمِيٌّ وَهَذَا لِسَانٌ عَرَبِيٌّ مُبِينٌ&lt;br /&gt;"(Dan) Sesungguhnya Kami mengetahui mereka berkata: 'Bahwasanya Al-Quran itu diajarkan oleh seorang manusia kepadanya (Muhammad). Padahal bahasa orang yang mereka tuduhkan (bahwa) Muhammad belajar kepadanya (adalah) bahasa 'ajami (non-Arab), sedangkan Al-Quran itu dalam bahasa arab yang jelas"   (An-Nahl 103).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Jika telah terbukti bahwa Al-Quran itu bukan karangan bangsa Arab, bukan pula karangan Muhammad SAW, maka sesungguhnya Al-Quran itu adalah firman Allah, kalamullah, yang menjadi mukjizat bagi orang yang membawanya.&lt;br /&gt;  Dan oleh karena Nabi Muhammad SAW adalah orang yang membawa Al-Quran --yang merupakan firman dan syari'at Allah, serta tidak ada yang membawa syariat-Nya melainkan para Nabi dan Rasul-- maka berdasarkan akal dapat diyakini secara pasti bahwa Muhammad SAW itu adalah seorang Nabi dan Rasul. Inilah dalil aqli tentang iman kepada Allah, kerasulan Muhammad SAW, dan bahwa Al-Quran itu merupakan firman Allah.&lt;br /&gt;  Jadi iman kepada Allah itu dapat dicapai melalui akal, dan memang harus demikian. Iman kepada Allah akan menjadi dasar kuat bagi kita untuk beriman terhadap perkara-perkara ghaib dan segala hal yang dikabarkan Allah SWT. Jika kita telah beriman kepada Allah SWT yang memiliki sifat-sifat ketuhanan itu, maka wajib pula bagi kita untuk beriman terhadap apa saja yang dikabarkan oleh-Nya. Baik hal itu dapat dijangkau oleh akal maupun tidak, karena semuanya dikabarkan oleh Allah SWT.  Dari sini kita wajib beriman kepada Hari Kebangkitan dan Pengumpulan di Padang Mahsyar, Surga dan Neraka, hisab serta siksa. Juga beriman akan adanya malaikat, jin, dan syaitan, serta apa saja yang telah diterangkan Al-Quran dan hadits qath'i. Iman seperti ini, walaupun diperoleh dengan jalan 'mengutip' (naql) dan 'mendengar' (sama'), tetapi hakekatnya merupakan iman yang aqli juga. Sebab dasarnya telah dibuktikan oleh akal. Jadi aqidah seorang muslim itu harus bersandar kepada akal atau pada sesuatu yang telah terbukti kebenaran dasarnya oleh akal. Seorang muslim wajib meyakini (menjadikannya sebagai aqidah) segala sesuatu yang telah terbukti dengan akal atau yang datang dari sumber berita yang yakin dan pasti (qath'i), yaitu apa saja yang telah ditetapkan oleh Al-Quran dan hadits qath'i yaitu hadits mutawatir. Apa saja yang tidak terbukti oleh kedua jalan tadi, yaitu akal serta nash Al-Quran dan hadits mutawatir, haram baginya untuk mengimaninya (menjadikannya sebagai aqidah). Aqidah tidak boleh diambil kecuali melalui jalan yang pasti.&lt;br /&gt; Berdasarkan penjelasan ini, maka kita wajib beriman kepada apa yang ada sebelum kehidupan dunia, yaitu Allah SWT; dan kepada kehidupan setelah dunia, yaitu Hari Akhirat. Bila sudah diketahui bahwa penciptaan dan perintah-perintah Allah merupakan pokok pangkal adanya kehidupan dunia, sedangkan perhitungan amal perbuatan manusia atas apa yang ia kerjakan di dunia merupakan mata rantai dengan kehidupan setelah dunia, maka kehidupan dunia ini harus dihubungkan dengan apa yang ada dengan sebelum dan sesudah dunia. Disamping itu, hal ikhwal manusia harus terikat dengan hubungan ini. Oleh karena itu, manusia wajib berjalan dalam kehidupan ini sesuai dengan peraturan Allah dan wajib meyakini bahwa ia akan di-hisab di hari Kiamat nanti atas segala perbuatan yang dilakukannya di dunia.&lt;br /&gt; Dengan demikian terbentuklah al-fikru al-mustanir tentang apa yang ada di balik alam semesta, fenomena hidup, dan manusia. Telah terbentuk pula al-fikru  al-mustanir tentang apa yang ada dengan sebelum dan sesudah kehidupan dunia. Dan bahwasannya kehidupan tersebut memiliki hubungan antara apa yang ada dengan sebelum dan sesudahnya. Berdasarkan hal ini terurailah al-uqdatu  al-kubra secara paripurna dengan aqidah Islamiyah. &lt;br /&gt; Apabila manusia berhasil memecahkan perkara ini, maka ia dapat beralih memikirkan kehidupan dunia serta mewujudkan mafahim yang benar dan produktif tentang kehidupan ini. Pemecahan inilah yang menjadi dasar bagi berdirinya suatu mabda (ideologi) yang dijadikan sebagai jalan menuju kebangkitan. Pemecahan itu pula yang menjadi dasar bagi berdirinya hadlarah yaitu suatu peradaban yang bertitik tolak dari mabda tadi. Disamping menjadi dasar yang melahirkan peraturan-peraturan, dan sebagai dasar berdirinya Negara Islam. Dengan demikian, dasar bagi berdirinya Islam --baik secara fikrah (ide dasar) maupun thariqah (metoda pelaksanaan bagi fikrah)-- adalah aqidah Islam.  Allah SWT berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا آمِنُوا بِاللهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَى رَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي أَنْزَلَ مِنْ قَبْلُ وَمَنْ يَكْفُرْ بِاللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلاَلاً بَعِيدًا &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada Kitab yang diturunkan Allah kepada Rasul-Nya dan kepada Kitab yang diturunkan sebelumnya. Dan siapa saja yang mengingkari Allah dan Malaikat-Nya dan Kitab-Kitab-Nya dan Rasul-Rasul-Nya dan Hari Akhir maka ia telah sesat sejauh-jauh kesesatan" &lt;br /&gt;(An-Nisa 136).&lt;br /&gt;Apabila semua ini telah terbukti, sedangkan iman kepada-Nya adalah suatu keharusan, tentulah wajib bagi setiap muslim untuk beriman kepada syariat Islam secara keseluruhan. Karena seluruh syariat ini telah tercantum dalam Al-Quran dan dibawa oleh Rasulullah SAW.  Apabila tidak beriman, tentu ia kafir. Oleh karena itu penolakan seseorang terhadap hukum-hukum syara' secara keseluruhan, atau hukum-hukum qath'i secara rinci, dapat menyebabkan kekafiran, baik hukum-hukum itu berkaitan dengan ibadat, muamalah, ‘uqubat (sanksi), ataupun math'umat (yang berkaitan dengan makanan). Jadi kufur terhadap ayat :          وَأَقِيْمُوا الصَّلاَة&lt;br /&gt;"Dirikanlah shalat", sama saja kufur terhadap ayat :&lt;br /&gt;وَأَحَلَّ اللهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا&lt;br /&gt;"Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba"    (Al-Baqarah 275). &lt;br /&gt;وَالسَّارِقُ وَالسَّارِقَةُ فَاقْطَعُوا أَيْدِيَهُمَا&lt;br /&gt;"Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya"   (Al-Maidah 38). &lt;br /&gt;Atau ayat :&lt;br /&gt;حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللهِ بِهِ&lt;br /&gt;"Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, dan (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah"&lt;br /&gt;(Al-Maidah 3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diketahui bahwa iman terhadap syar'iat Islam tidak cukup dilandaskan pada akal semata, tetapi harus disertai sikap penyerahan total dan penerimaan secara mutlak terhadap segala yang datang dari sisi-Nya, sebagaimana firman Allah SWT :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَلاَ وَرَبِّكَ لاَ يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ، ثُمَّ لاَ يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا&lt;br /&gt;"Maka demi Rabbmu, mereka itu (pada hakekatnya) tidak beriman sebelum mereka menjadikan kamu (Muhammad) sebagai hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa didalam hati mereka suatu keberatan terhadap putusan yang engkau berikan, dan mereka menerima (pasrah) dengan sepenuhnya"   (An-Nisa 65).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8385213785005063202-2157489000511195764?l=agusinternet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agusinternet.blogspot.com/feeds/2157489000511195764/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://agusinternet.blogspot.com/2009/12/jalan-menuju-iman.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8385213785005063202/posts/default/2157489000511195764'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8385213785005063202/posts/default/2157489000511195764'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agusinternet.blogspot.com/2009/12/jalan-menuju-iman.html' title='JALAN MENUJU IMAN'/><author><name>Abu Hafidz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12439619222524772190</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_hfHC-YyHkl0/So1FDj84VKI/AAAAAAAAABM/KWaQ3ltbrWE/S220/I_053_~1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8385213785005063202.post-4199286685668007329</id><published>2009-10-19T20:09:00.002+07:00</published><updated>2009-10-19T20:09:31.963+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Iluminasi Freemason'/><title type='text'>I. Film</title><content type='html'>Hampir sebagian besar para produsen perfilman Amerika (Holywood, ed.) dikuasai kaum Yahudi. Mereka merasa yakin bahwa dengan mencekoki film mereka tersebut, pandangan umat manusia dapat dengan mudah diubah, untuk kepentingan cita-cita zionis. Diantara produser beserta perusahaannya yang terkenal tersebut antara lain Paramount Cooperation milik Hod Dixon serta Warner and Brook Cooperation milik Henry Warner. Dan nuansa kegiatan di Holywood mencerminkan kehidupan kaum Yahudi yang sangat bebas, penuh dengan materi yang gemerlapan. Para bintang film yang mampu menaiki tangga teratas dan populer harus mendapatkan dukungan dan berkenalan dengan jaringan sponsor Yahudi. Para bintang film Yahudi terkenal antara lain: Tonny Curtis, Jack Nicholson, Gary Grant, Barbara Streissand, Elizabeth Taylor, Jerry Lewis; dan sebagainya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Industri film sebagai bagian dari videocracy (penguasa media) harus dikemas dan dikembangkan secara unggul. Dalam rangka membangun pendapat publik, kesan, dan impresi yang mendalam akan keunggulan kaum Yahudi, Amerika, dan dunia Barat Dunia film yang ditayangkan melalui televisi merupakan alat yang paling ampuh untuk menanamkan kepatuhan dan jiwa budak umat manusia Dengan berhasilnya kampanye yang ditayangkan melalui film, televisi, radio, dan media massa lainnya, umat manusia dapat dikendalikan dari meja kerja pimpinan kaum Iluminasi. Melalui para ahli psikologi massa serta ahli komunikasi, kaum Iluminasi sangat yakin bahwa keunggulan dalam rekayasa bidang teknologi komunikasi dan informasi, serta penguasaan keseluruhan bidang-bidang tersebut akan menjadikan diri mereka menjadi penguasa dunia yang tidak dapat digugat sampai akhir zaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana dalam film, sebagai media membangun image Yahudi maka dalam dunia media cetak, mereka membangun jaringan berita yang merangkum seluruh dunia. Karena keprofesionalannya, menyebabkan media massa milik Yahudi mampu bersaing dan sekaligus menyisipkan cara-cara propagandanya yang sangat halus. Kantor berita milik Yahudi yang mempunyai tingkat internasional antara lain Associated Press (1848) yang menguasai surat kabar dan majalah di seluruh Amerika. Tahun 1907. Sheribs dan Howard mendirikan Sheribs Howard United Press. Pada tahun 1958, perusahaan tersebut bergabung dengan International News Service milik William Hearst menjadi The United Press International (UPI). Demikian juga, surat kabar Amerika seperti The New York Times serta Washington Post didominasi oleh Yahudi. Di Inggris sendiri, media massa sama halnya dengan Amerika, dikuasai oleh orang Yahudi melalui kekuatan Rothchild yang mendirikan The Times, yang kemudian dibeli dan dikembangkan oleh Rupert Murdoch.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaringan stasiun televisi yang menguasai dunia akan menjadi "pedang perdamaian" dan sekaligus "sang guru bijaksana" di muka bumi. Mereka memujikannya dengan membuat pelesetan namanya: CNN (Christ News Network; Jaringan Berita Kristus), CNBC (Christ News Bibel Church; Jaringan Gereja Bibel Kristus), dan ABC (All Bibel and Christ; Semua Kristus dan Bibel).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8385213785005063202-4199286685668007329?l=agusinternet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agusinternet.blogspot.com/feeds/4199286685668007329/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://agusinternet.blogspot.com/2009/10/i-film.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8385213785005063202/posts/default/4199286685668007329'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8385213785005063202/posts/default/4199286685668007329'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agusinternet.blogspot.com/2009/10/i-film.html' title='I. Film'/><author><name>Abu Hafidz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12439619222524772190</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_hfHC-YyHkl0/So1FDj84VKI/AAAAAAAAABM/KWaQ3ltbrWE/S220/I_053_~1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8385213785005063202.post-3880227188573751880</id><published>2009-10-19T20:04:00.000+07:00</published><updated>2009-10-19T20:04:49.610+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Iluminasi Freemason'/><title type='text'>H. Makanan (food)</title><content type='html'>Multinasional di bidang industri makanan, tidak saja untuk menguasai perut seluruh bangsa, tetapi menguasai pula teknologi biokimia. Sehingga komponen bahan kimia makanan dibuat dengan perencanaan tertentu yang dapat mempengaruhi mental dan sikap perilaku bangsa-bangsa agar tunduk pada kemauan mereka. Sedikit demi sedikit, bangsa di muka bumi harus beralih pada makanan yang diproduksi kaum Iluminasi dan bersifat massal, sehingga memberikan keuntungan ganda, yaitu secara ekonomis memperkuat "portofolio" dunia perbankan, secara ideologis menanamkan kebanggaan warga dunia semesta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pabrik makanan dan minuman yang mendunia harus dipupuk dan dikembangkan menjadi bagian dari gaya hidup seluruh bangsa. Mereka harus bangga dengan makanan produksi kaum Iluminasi. Pada saat yang bersaman, gerakan tersebut mematikan pula segala bentuk produksi makanan dan minuman negara lain yang dianggap primitif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kemampuan mereka melakukan rekayasa di bidang bahan kimia makanan serta "mesin makanan perekayasa genetika" (genetically engineered food), ini memungkinkan gerakan zionis mampu memanipulasi struktur genetik manusia, disesuaikan dengan keinginan mereka. Bahkan, beberapa zat aditif di bidan industri makanan direkayasa sedemikian rupa, hingga mempunyai cita-rasa yang lezat, sekaligus ada semacam "maksud" tersembunyi yang secara sangat rahasia disisipkan dalam bentuk pelezat dan pengawet makanan --seperti zat aditif: gelatin, pemanis buatan (aspartime/nutrasweet), zat pewarna, monosodium glutamate, kafein, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh kecilnya, zat MSG (monosodium glutamate) atau dikenal vetsin yang dikonsumsi cukup besar oleh masyarakat kita. Ternyata, MSG membawa pada berbagai akibat sampingan yang cukup serius. Bahkan, di negara maju telah diprotes pemakaian MSG tersebut Bila MSG dikonsumsi melebihi dosis tertentu dapat menyebabkan beberapa akibat sampingan, seperti di bawah ini:&lt;br /&gt;- sakit kepala (headache), pusing (migrain),&lt;br /&gt;- sakit perut (stomach upset), &lt;br /&gt;- diare,&lt;br /&gt;- serangan asma (asthamatic attacks), &lt;br /&gt;- sesak nafas (shortness of breath),&lt;br /&gt;- keluar ingus dari hidung (runny nose),&lt;br /&gt;- rasa takut dan tegang (anxiety and panic), &lt;br /&gt;- depresi dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga apabila dikonsumsi melebihi dosis, vetsin dapat pula menyebabkan daya ingat pengonsumsinya menurun serta sindrom kehilangan ingatan (symptom memory loss) dan mudah marah. Lantas kita berpikir, "Jangan-jangan banyak terjadinya tawuran dan mudahnya masyarakat terprovokasi dikarenakan masyarakat banyak memakan vetsin?" Wallahu 'alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum Iluminasi menyadari bahwa cita-cita menguasai "dunia baru" berarti harus membuat kesejahteraan dan menciptakan manusia unggul yang direkayasa melalui bio-engineering, seleksi sel pembawa keturunan (DNA); atau dengan kata lain menciptakan bio-robotic, sosok manusia unggul yang dapat dikendalikan. Walaupun bagi orang awam, hal tersebut semacam dongeng atau fiksi belaka. Akan tetapi, bagi kaum Iluminasi bukan hal yang luar biasa. Kemajuan di dunia kedokteran, biokimia, pengkloningan merupakan evolusi ilmu pengetahuan yang dimanfaatkan tanpa mempertunbangkan etika, apalagi moral agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, "warga negara dunia" harus mempunyai gizi yang tinggi agar dapat menjadi manusia-manusia yang unggul, sebagaimana yang diimpikan Friedrich W. Nietzsche dengan Ubermensch-nya (manusia unggulan) yang hanya dapat mengendalikan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya makanan dan minuman, kaum Iluminasi juga harus cerdas dan terus mengembangkan teknologi canggih dalam biokimia, khususnya "obat-obat" setan (seperti LSD, ekstasi, obat bius serta psikotropika, mariyuana, narkotik, dan sebagainya) yang harus ditangani dan diorganisasi secara rapi. Generasi muda harus dibius dengan obat-obat setan tersebut, sehingga secara mental, mereka tidak mampu tampil sebagai generasi yang potensial dan karenanya lebih mudah memusnahkannya dari muka bumi. Hukum alam akan menyeleksi mereka. Hanya "bibit unggul" yang akan lolos dari pertarungan membangun dunia baru tersebut.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8385213785005063202-3880227188573751880?l=agusinternet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agusinternet.blogspot.com/feeds/3880227188573751880/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://agusinternet.blogspot.com/2009/10/h-makanan-food.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8385213785005063202/posts/default/3880227188573751880'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8385213785005063202/posts/default/3880227188573751880'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agusinternet.blogspot.com/2009/10/h-makanan-food.html' title='H. Makanan (food)'/><author><name>Abu Hafidz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12439619222524772190</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_hfHC-YyHkl0/So1FDj84VKI/AAAAAAAAABM/KWaQ3ltbrWE/S220/I_053_~1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8385213785005063202.post-2262651583189010835</id><published>2009-10-19T19:58:00.001+07:00</published><updated>2009-12-11T10:05:15.318+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Iluminasi Freemason'/><title type='text'>G. Lembaga Keuangan(The Fianance,Funds)</title><content type='html'>Untuk mewujudkan mimpi-mimpinya, pada tahun 1999 ini, seluruh wilayah belahan bumi sudah dikuasai oleh jaringan kekuasaan Lucifer. Semua umat manusia harus memandang pada satu arah, yaitu kekuatan mata uang, sebagaimana yang dilambangkan oleh mata uang satu dolar Amerika --novus ordo seclorum. Seluruh struktur perekonomian global telah dikuasai oleh kaum Iluminasi, gerak World Bank dan IMF telah menjadi "dewa Lucifer" yang akan menyelamatkan umat manusia sekaligus menguasainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini sesuai dengan ucapan Prof. J.S. Malan, seorang ahli ekonomi dari Universitas Sao Paolo yang mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Setiap bangsa akan menanggung utang yang berat dan mereka tidak akan mampu membayarnya, sehingga mereka harus menebusnya sebagai budak yang setia dan patuh terhadap perintah. Kekuatan IMF sangat absolut sehingga tidak akan ada satu negara pun yang mampu mendapatkan satu sen pun, kecuali atas persetujuan atau arahan dari IMF"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuasaan IMF adalah perpanjangan tangan dari gerakan zionis yang merupakan perwujudan dari perintah Tuhan, "Orang kaya menguasai orang miskin yang berutang menjadi budak dari yang mengutangi. " (Amsal 22:7).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka harus menguasai seluruh ladang karena berat kelaparan yang ditanggung bangsa-bangsa di muka bumi. Kaum zionis akan menjadikan seluruh bangsa merangkak dan mengemis kepada kekuasaannya (Kejadian 47: 13-20).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap tamak dan memakan harta secara batil ini telah diingatkan Allah kepada orang-orang beriman agar tidak mencontoh dan mengikuti sikap kaum Yahudi dan Nasrani tersebut, sebagaimana fiman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya sebagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan yang batil dan mereka menghalangi-halangi (manusia) dari jalan Allah...." (at-Taubah: 34) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaitan dengan ayat tersebut, orang-orang alim Yahudi atau Ahbar adalah orang yang mempunyai pengetahuan dalam urusan tertentu, yaitu para eksekutif Yahudi yang telah "memakan" seluruh kekuatan ekonomi dunia untuk kepentingan misi zionisme mereka, seraya menjadikan dana yang mereka kumpulkan untuk menghalangi orang beriman menegakkan hukum dan syariat yang telah ditetapkan Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang dikategorikan sebagai Ahbar tersebut telah eksis; jauh sebelum kedatangan Nabi Muhammad saw, yaitu perilaku sebuah kaum jahiliah di kalangan Ahli Kitab yang sangat tercela dan kemudian dikembangkan dari generasi ke generasi berikutnya. Untuk mengukuhkan ambisinya, kita dapat melihat peristiwa yang luput dari pengamatan umat Islam selama ini, yaitu peristiwa menjelang hari kemerdekaan Amerika Serikat --diperingati setiap 4 Juli (ed.) . Pada saat itu dibentuk panitia untuk membuat mata uang Amerika (dolar) yang terdiri atas: Benyamin Franklin, Thomas Jefferson, John Adam, dan Pierre du Simitiere yang semuanya adalah para anggota Iluminasi freemason tingkat ke-33, bahkan Thomas Jefferson adalah pengikut mistik agama Desime yang menjadi pelopor lahirnya pemikiran unitarian-universalist.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat itu, pemikiran Adam Weishaupt serta bukunya Novus ordo Seclorum telah merasuki jiwa para anggota freemason. Sebagai penghargaan kepada Adam Weishaupt sebagai tokoh sentral zionis, maka mereka menyepakati bahwa lambang satu dolar Amerika memakai simbol-simbol dari Iluminasi dan mencantumkan nama judul buku Weishaupt tersebut sebagai motto pada uang dolar Amerika. Mereka tidak memilih mata uang dalam bentuk pecahan lima, sepuluh, atau dua puluh dolar, karena pecahan satu dolar mewakili pemikiran "satu dunia baru". Itulah sebabnya pada pecahan satu dolar tersebut sarat dengan falsafah Iluminasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prof. J.S. Malan dalam tulisannya, New Age Reforms bahwa seluruh sumber daya alam dunia, seperti moneter dan industri harus dikontrol sepenuhnya oleh "pemerintahan dunia" karena dengan cara seperti ini, sistem persamaan ekonomi serta kesejahteraaan dunia dapat dilaksanakan serta dinikmati secara merata. Seluruh dunia hanya mempunyai satu sistem moneter yang pengawasannya di bawah satu badan yang tersentralisasi. Dengan cara seperti ini memungkinkan "pemerintahan dunia" menjalankan kebijaksanaannya untuk mengendalikan seluruh negara dan rakyatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia harus "tunduk" dan "menyembah" kepada dolar sebagai medium untuk mendapatkan karunia dari tuhan (setan) Lucifer. Mereka yang mendapatkan limpahan dolar akan mampu menjadi manusia unggul. Dan mereka yang menguasai dolar --di bidang ekonominya-- adalah mereka yang menguasai dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh lembaga keuangan internasional yang telah dirintis oleh Meyer Rothchild harus menunjukkan keperkasaannya dalam bidang finansial. Pemilikan saham perbankan, multinasional, dan teknologi termasuk microchip harus dimiliki secara mayoritas oleh persaudaraan anggota freemason.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8385213785005063202-2262651583189010835?l=agusinternet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agusinternet.blogspot.com/feeds/2262651583189010835/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://agusinternet.blogspot.com/2009/10/g-lembaga-keuanganthe-fianancefunds.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8385213785005063202/posts/default/2262651583189010835'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8385213785005063202/posts/default/2262651583189010835'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agusinternet.blogspot.com/2009/10/g-lembaga-keuanganthe-fianancefunds.html' title='G. Lembaga Keuangan(The Fianance,Funds)'/><author><name>Abu Hafidz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12439619222524772190</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_hfHC-YyHkl0/So1FDj84VKI/AAAAAAAAABM/KWaQ3ltbrWE/S220/I_053_~1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8385213785005063202.post-6795247369139713109</id><published>2009-09-26T18:16:00.003+07:00</published><updated>2009-12-11T10:05:15.321+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Iluminasi Freemason'/><title type='text'>E. Abad Aquarius &amp; F. Mewujudkan Impian</title><content type='html'>Bab 1 : E. Abad Aquarius &lt;br /&gt;Sebelum memasuki orde dunia baru yang bersifat total menyeluruh, umat manusia akan memasuki abad aquarius yang merupakan waktu transisi, sebagaimana dinukilkan di dalam Bibel:&lt;br /&gt;"Ketahuilah, apabila kamu memasuki kota, kamu akan bertemu dengan seorang yang membawa kendi berisi air (aquarius). Ikutlah dia ke dalam rumah yang dimasukinya." (Lukas 22:10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para Iluminasi menafsirkan ayat tersebut sebagai pertanda suatu zaman, di mana para anggota freemason harus aktif mencurahkan pencerahan kepada umat manusia, melakukan berbagai reformasi di segala bidang menuju kepada satu arah pandangan umat manusia. Peradaban dunia baru akan diantarkan oleh Iluminasi dengan bantuan berbagai organisasi yang dikendalikannya akan menuntun umat manusia untuk memasuki altar atau sinagog (tempat ibadah orang Yahudi, ed.) si pembawa kendi. Dengan air suci dari kendi itu, umat manusia akan dicerahkan dan disadarkan bahwa mereka adalah manusia yang satu (homo universalis). David Spangler merupakan tokoh yang sangat aktif memperkenalkan "warga negara planet" (planetary citizen).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka mengakui bahwa tantangan terbesar dalam abad aquarius adalah adanya konflik, fitnah dan tantangan dari agama-agama, serta mereka yang masih menginginkan statusquo kekuasaannya. Mereka inilah yang menjadi sasaran reformasi kaum Iluminasi agar mengenal pintu pencerahan (enlightement). Prof. Malan mengakui hal tersebut dan berkata:&lt;br /&gt;"Tantangan terbesar saat ini (abad aquarius) adalah mereka yang masih menginginkan atau berpegang teguh pada statusquo (the big challenge of our time is to convince those people who still cling to the old order)."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada abad aquarius ini atau menjelang berakhirnya abad 20, Iluminasi telah membuka berbagai organisasi pencerahan di seluruh pelosok negara maju, yang tugas utamanya meningkatkan nilai-nilai kemanusiaan, mengikat tali persaudaraan menuju cita-cita "satu dunia baru" (novus ordo seclorum) tersebut. Beberapa pimpinan puncak organisasi dunia selalu dijabat oleh orang keturunan Yahudi yang sangat memahami misinya antara lain, sebagai berikut:&lt;br /&gt;01. The World Alliance of Reformed Churches&lt;br /&gt;02. Tara &lt;br /&gt;03. New Group of World Servers &lt;br /&gt;04. World Future Society &lt;br /&gt;05. The Theosophical Society &lt;br /&gt;06. The Association of Humanistic Movement &lt;br /&gt;07. Global2000 &lt;br /&gt;08. Club of Rome &lt;br /&gt;09. World Bank &lt;br /&gt;10. IMF (International Monetery Fund)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang berakhirnya abad 20, seluruh paham Iluminasi sudah mulai merambah ke pelosok dunia. Yaitu, merambah sampai ke pranata sosial, kebudayaan, dan politik yang telah direncanakan akan menerima paham humanisme, liberalisme, sosialisme, serta keyakinan baru yang disisipkan ke tubuh para penganut agama tentang pentingnya: satu dunia baru, ekologi baru, serta suasana hidup yang baru. Berbagai organisasi kemasyarakatan sekuler harus menjadi "prajurit" dan "budak setia" untuk membuka jalan dan sekaligus sebagai koridor menuju cita-cita novus ordo seclorum. Berbagai publikasi, buku-buku bermutu, telekomunikasi, media massa harus menjadi satu jaringan dengan satu suara, dan satu nuansa kehidupan untuk menegakkan hukum kebebasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh organisasi yang ada harus membawa pesan-pesan simpatik dan membumi, misalnya: lingkungan hidup, kemanusiaan, liberalisme, dan sebagainya. Gerakan rahasia freemason harus memasuki seluruh tubuh organisasi, mencuci otak para intelektualnya, membebaskan diri dari dogma agama yang tidak toleran, serta politik despotisme (paham tentang kekuasaan tidak terbatas, ed.). 18&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum freemason sangat membanggakan Patung Kemerdekaan Amerika (statue of liberty) di New York sebagai lambang yang merepresentasikan jiwa dan semangat kebebasan dunia baru. Patung tersebut merupakan persembahan dari Auguste Bartholdi yang juga anggota tingkat ke-33 freemasonry. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bab 1 : F. Mewujudkan Impian &lt;br /&gt;Melihat kecenderungannya yang selalu mengkaitkan ajaran ketuhanan dengan nilai-nilai mistik/gaib (okultisme), perbintangan dan kejadian alam semesta, serta penafsiran-penafsiran kitab suci Bibel, sungguh sangat jelas bahwa Iluminasi dan freemason merupakan organisasi rahasia dengan nafas sinkretisasi, okultisme, dan sangat berbau mistik. Cita-citanya untuk menjadikan satu agama, menggabungkan ajaran konvensional yang dianut mayoritas manusia menunjukkan bentuk sikretisasi tersebut, yaitu menggabungkan seluruh paham kepercayaan dan agama menjadi satu agama yang tunduk pada Lucifer atau penyembahan kepada setan. Kentalnya ritual yang berbau mistik menunjukkan bentuk kebatinan dengan berbagai metode untuk mempengaruhi jiwa manusia. Mereka memanfaatkan segala bentuk kekuatan jiwa manusia, mulai dari telepati sampai vodoo (ilmu mistik Jamaika, ed.), karenanya mereka pun menganggap bahwa manusia merupakan sentral kekuatan di muka bumi ini. Segala macam penyembahan dan penuhanan harus dihapuskan melalui semangat kesatuan yang mendunia, di mana setiap manusia adalah "warga negara planet" dan makhluk alam semesta (homo universalis).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mewujudkan impian Kerajaan Namrud (Nimrod) dan Menara Babil, bukan hanya bersifat pasif menunggu nasib, melainkan harus diusahakan melalui pemikiran yang cerdas, terencana, dan merasionalkan seluruh lambang-lambang atau ayat-ayat mistik yang berada dalam kitab suci yang bersifat multi-interpretasi dan fleksibel. Sebagai contoh adalah ayat yang terdapat pada Perjanjian Baru, Wahyu 13: 18:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang penting di sini ialah hikmat berangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya adalah enam ratus enampuluh enam (666)."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka menafsirkan segala sesuatu menurut rencana-rencana pendirian satu pemerintahan. Walaupun begitu, kalangan agama Kristen lainnya mempunyai argumentasi, bahkan menolak penafsiran kaum iluminasi atau agama Kristen Jehovah yang menurutnya tidak berdasar atau bersifat subjektif:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku Novus Ordo Seclorum yang dikarang Adam Weishaupt selesai tanggal 1 Mei 1776 dan juga menjadi tanggal perayaan lahirnya Komunis, yang mereka anggap telah diberkati Tuhan. Terbukti bahwa komponen bilangan dari tanggal bulan dan tahun tersebut secara sengaja mengandung the Beast 666. (19)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi kaum Iluminasi segala sesuatu yang ada di muka bumi ini selalu saling berkaitan dan mempunyai makna terhadap ajaran setan Lucifer, dan the Beast 666. Tidak ada satu kegiatan pun kecuali rencana dari "kebangkitan" dari Lucifer sebagai utusan dari kosmik Kristus yang di pimpin oleh Tuhan Jehovah. Setiap warga dunia harus menjadi saksi Jehovah, bersatu dalam satu kehidupan, cinta, dan kebebasan (life, love, and liberty).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1999 merupakan "tahun setan". Pada tahun tersebut, kerusakan dan huru-hara akan timbul dari belahan bumi bagian timur Bila 1999 dibaca diari kanan ke kiri maka menjadi 666 dan 1.20 Mereka meramalkan bahwa tahun 1999 berarti tahun kekuasaan the Beast 666 yang berusaha untuk menegakkan "satu kekuasaan" (uno universum) dan sekaligus sebagai jembatan untuk menuju tahun kembalinya: kekuasaan Israel di muka bumi, Kerajaan Jehovah dan berdirinya menara Bibel, serta berkuasanya Kerajaan Namrud (Nimrod) yang menunjukkan awal dari kerajaan matahari yang cemerlang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8385213785005063202-6795247369139713109?l=agusinternet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agusinternet.blogspot.com/feeds/6795247369139713109/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://agusinternet.blogspot.com/2009/09/e-abad-aquarius-f-mewujudkan-impian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8385213785005063202/posts/default/6795247369139713109'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8385213785005063202/posts/default/6795247369139713109'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agusinternet.blogspot.com/2009/09/e-abad-aquarius-f-mewujudkan-impian.html' title='E. Abad Aquarius &amp; F. Mewujudkan Impian'/><author><name>Abu Hafidz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12439619222524772190</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_hfHC-YyHkl0/So1FDj84VKI/AAAAAAAAABM/KWaQ3ltbrWE/S220/I_053_~1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8385213785005063202.post-692657827616159164</id><published>2009-09-15T20:58:00.003+07:00</published><updated>2009-10-19T20:04:07.610+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Iluminasi Freemason'/><title type='text'>D. Satu Dunia Baru</title><content type='html'>Gerakan Iluminasi yang dipelopori Adam Weishaupt terus berkembang. Sebagai organisasi rahasia, mereka tidak memerlukan wadah yang dikenal oleh orang banyak, melalui kampanye terbuka atau iklan. Cita-cita untuk mewujudkan "dunia baru" yang bebas dari segala dogma dan tirani agama. Gerakan ini mirip dengan "pengganti agama" dan organisasinya hanya sekadar alat belaka. Organisasi boleh hancur, tetapi tidak untuk sebuah cita-cita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku karangan Adam Weishaupt yang berjudul Novus Ordo Seclorum14 atau 'Menuju Dunia Baru' telah memberi aspirasi yang sangat mendalam di kalangan Iluminasi. Tema universalisme, unitarianisme, kemanusiaan membawa misi antiagama, terutama Kristen (anti-Christ). Mereka mengakomodasi apa saja, selama itu mendukung cita-citanya. Ritus yang bersifat kebatinan merupakan bagian dari warna Iluminasi dan freemasonry. Upacara yang berbau mistik, seperti penyembahan setan dapat dilihat dari ritual freemason atau para penyembah setan yang dikoordinasikan oleh sebuah lembaga yang disebut dengan "Lembaga Penyembah Setan" (The Council of Satanic Worship) dengan cabang-cabang menyebar di berbagai kota metropolitan peradaban dunia Barat. Mereka ingin menunjukkan keunggulan "kebatinan" dunia Barat yang mempertajam pengetahuan astrologi atau ilmu perbintangan yang sudah mereka anggap sebagai bagian dari budaya Judaism (paham Judas) sejak dahulu kala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1875, Helena Petrovna Blavatsky pendiri masyarakat Theosophyst15 NewYork mengembangkan "gerakan abad baru". Blavatsky mengaku telah mendapatkan wahyu dan mempunyai kekuatan telepati untuk meyakinkan masyarakat. Dia mengaku sebagai medium dari kekuatan supranatural (gaib). Untuk memperkenalkan ajarannya, dia mengarang buku ISIS Unveiled tahun 1877 yang diantaranya meyakinkan pembacanya bahwa setan dan Jehovah adalah identik dengan menyerukan umat manusia menuju satu agama, satu pemerintahan, dan satu tuhan. Pada tahun 1879, Blavatsky mengarang buku yang lebih rinci berjudul The Secret Doctrine dengan memaparkan bahwa tuhan semua manusia adalah Jehovah (Jhvh) yang identik dengan setan, sebagaimana tertulis dalam Bibel. 16&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keyakinan mereka terhadap matahari, bintang, dan astronomi memberikan warna yang sangat kental terhadap sistem keyakinan kaum freemason. Kristus adalahTuhan yang unik, sehingga Kristus yang asli, bukanlah Yesus, melainkan Lucifer yang mempunyai "roh" dari Tuhan dengan membawa misi menjadikan "satu dunia baru" (novus ordo seclorum).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan terwujudnya dunia baru maka seluruh kekuatan terpusat dalam satu garis komando Iluminasi. Yaitu, dunia yang satu, tanpa batas, tanpa fanatisme kebangsaan maupun agama harus dijadikan summum bonum (tujuan tertinggi) serta pemikiran peradaban termodern masa depan. Ferguson berkata, "Bumi ini adalah tanpa batas negara." (The whole earth is boarderless country).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prof. J. S. Malan --dari North University Capetown dan seorang ahli ekonomi dari Universitas Sao Paolo-- mempertegas "misi abad baru" kehidupan, ia mengatakan bahwa kuartal terakhir abad 20 merupakan awal kebangkitan gerakan dunia baru yang sudah direncanakan. Saat itu merupakan kondisi kondusif untuk memperkenalkan ajaran Iluminasi tentang "kehidupan abad baru" dengan mendukung gerakan kemanusiaan, kemerdekaan, dan sosialisme. Sebagai konsekuensinya, mereka harus berusaha mengikis rasa nasionalisme serta agama Kristen fundamental. 17&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8385213785005063202-692657827616159164?l=agusinternet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agusinternet.blogspot.com/feeds/692657827616159164/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://agusinternet.blogspot.com/2009/09/d-satu-dunia-baru.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8385213785005063202/posts/default/692657827616159164'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8385213785005063202/posts/default/692657827616159164'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agusinternet.blogspot.com/2009/09/d-satu-dunia-baru.html' title='D. Satu Dunia Baru'/><author><name>Abu Hafidz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12439619222524772190</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_hfHC-YyHkl0/So1FDj84VKI/AAAAAAAAABM/KWaQ3ltbrWE/S220/I_053_~1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8385213785005063202.post-8213609467255964942</id><published>2009-09-15T20:57:00.003+07:00</published><updated>2009-12-11T10:05:15.325+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Iluminasi Freemason'/><title type='text'>C. Penafsiran Baru tentang Setan</title><content type='html'>Penafsiran baru tentang setan merupakan inti ajaran Iluminasi. Mereka menganggap bahwa setan adalah malaikat yang jatuh dari surga dan sengaja "dibumikan", yaitu untuk menebus dosanya dengan cara menjadi penyelamat bagi umat manusia dari kepalsuan agama Kristen. Mereka menganggap bahwa kesalahan fatal umat Kristen adalah menjadikan Yesus sebagai Tuhan dan gereja sebagai pusat dogma yang menjadi "penjara" kebebasan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka menganggap tuduhan kepada setan bahwa ia sebagai makhluk yang sesat dan berdosa adalah salah sama sekali. Justru, setan adalah lambang dari keberanian, keterbukaan, dan rasa tanggung jawab. Sikapnya yang membangkang kepada Tuhan bukanlah sebuah kesalahan, melainkan tanggung jawab dan rasa cintanya terhadap manusia. Setan adalah sosok malaikat yang berani mengambil risiko dalam rangka memberikan pelajaran demokrasi kepada manusia. Setan adalah "bapaknya demokrasi" dan "bapaknya kebebasan", yang memberikan semangat paling orisinal dalam memperjuangkan demokrasi dan kebebasan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai konsekuensinya, setan menerima hukuman, sementara di lain pihak, ia menganggap dirinya sebagai malaikat yang turun (the fallen angel). Hukuman yang sekaligus sebagai misi suci adalah membela martabat manusia. Tentu saja, hal ini banyak diprotes dan menjadi bahan perdebatan diantara kaum Yahudi dan Kristen sebagai upaya untuk memporak-porandakan agama di muka bumi. Juga sekaligus menodai makna dasar demokrasi dan kebebasan itu sendiri. Akan tetapi, Bibel sendiri penuh dengan cerita yang terbuka untuk berbagai penafsiran tentang hal ini, sebagaimana beberapa contoh sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Lukas 10: 17-18&lt;br /&gt;"Kemudian ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan berkata, Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu. Lalu kata Yesus kepada mereka, 'Aku melihat iblis jatuh seperti kilat dari langit'…"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Wahyu 12: 3-4 &lt;br /&gt;"Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota. Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Yesaya 23: 8 &lt;br /&gt;"Siapakah yang memutuskan ini atas Tirus, kota yang pernah menghadiahkan mahkota yang saudagar-saudagarnya pembesar dan pedagang-pedagangnya orang-orang mulia di bumi?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Ayub 1: 6; 2: 1&lt;br /&gt;"Pada suatu hari datanglah anak-anak Allah menghadap Tuhan dan diantara mereka datanglah juga setan. Maka bertanyalah Tuhan kepada iblis, 'Dari mana saja engkau?' Lalu setan menjawab, 'Dari perjalanan mengelilingi dan menjelajah bumi'..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setan adalah "roh" yang diiringi anak buahnya diturunkan ke bumi untuk menyempurnakan misi penyelamatan manusia (the fallen angel and the savior) mempunyai misi yang mulia, yaitu mengangkat manusia untuk hidup di bumi dengan sejahtera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara kerja setan seperti digambarkannya bagaikan seorang "pedagang" dengan merujuk kepada Yehezkiel 28:16.13 "Pedagang" yang merupakan terjemahan dari rekulla (bahasa Yahudi) dari kata asli rakal atau rakil yag artinya: 'tukang umpat, fitnah', memberikan kesan bahwa setan pada dasarnya adalah "roh kebenaran" yang cara-caranya bersifat bebas, penuh persaingan, dan berorientasi pada keuntungan. Mereka menganggap bahwa selama ini umat Kristen telah salah tafsir terhadap misi setan yang mulia. Mereka hanya melihat sisi gelap dari setan sebagai "tuhan kegelapan", padahal misi akhir dari setan adalah menjadikan manusia untuk dapat menikmati kehidupan surgawi sebagaimana awal penciptaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setan merupakan simbol dari "roh" (devil, spirit, dan demon) yang akan menyucikan manusia dan akan mendirikan satu dunia baru: menjadi penguasa dan hakim di muka bumi --sekarang berlangsung penghakiman atas dunia ini; sekarang juga penguasa dunia ini akan dilemparkan ke luar (Yohanes 12: 31).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setan memiliki sifat suci, sebagaimana malaikat pula mengemban amanat untuk mewujudkan kerajaan di bumi dan menunjukkan kemegahannya. Dan iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya (Matius 4: 8).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang memberikan pelayanan dan penyembahah kepada setan (satanic worship) akan mendapatkan pencerahan dan berhak untuk memperoleh kemenangan kerajaan serta ikut mewujudkan dunia baru. Untuk itu, kaum Iluminasi meyakini bahwa Kristus yang sebenarnya adalah Yahweh atau Jehovah, yang kemudian menjadi agama kontroversial di kalangan Kristen, karena ajarannya yang secara sangat halus menyisipkan misi anti-Kristus dan membawa manusia untuk menerima setan sebagai malaikat penolong.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8385213785005063202-8213609467255964942?l=agusinternet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agusinternet.blogspot.com/feeds/8213609467255964942/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://agusinternet.blogspot.com/2009/09/c-penafsiran-baru-tentang-setan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8385213785005063202/posts/default/8213609467255964942'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8385213785005063202/posts/default/8213609467255964942'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agusinternet.blogspot.com/2009/09/c-penafsiran-baru-tentang-setan.html' title='C. Penafsiran Baru tentang Setan'/><author><name>Abu Hafidz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12439619222524772190</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_hfHC-YyHkl0/So1FDj84VKI/AAAAAAAAABM/KWaQ3ltbrWE/S220/I_053_~1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8385213785005063202.post-2990233047403152202</id><published>2009-09-14T19:35:00.001+07:00</published><updated>2009-12-11T10:05:15.328+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Iluminasi Freemason'/><title type='text'>B. Jahbulon (Jah-bul-on)  lanjutan.....</title><content type='html'>Banyak penafsiran tentang arti Jahbulon, walaupun mereka sepakat bahwa Jahbulon adalah bentuk lain dari Tuhan dengan fungsinya seperti juga "Trinitas".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jah berasal dari bahasa Kaldea artinya 'Tuhan' dan di dalam bahasa Yahudi berarti 'kehendak Tuhan yang tidak terbatas kehendak-Nya'. Kata jah menunjukkan kekuatan yang nyata, harapan masa depan, dan sifat abadi (external existence of the most high).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bul berasal dari bahasa Syiria artinya 'Tuhan yang mutlak disembah karena mempunyai kekuatan dalam segala hal'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;On diambil dari kebiasaan masyarakat Mesir kuno, yang artinya 'bapak kami yang berada di surga'. Sehingga gabungan dari ketiga komponen bahasa tersebut, Jah-bul-on adalah 'Tuhan yang Mahakuasa dalam segala hal, yang patut disembah karena kekuasaannya tersebut'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, ditafsirkan pula bahwa jah artinya 'yahweh'. Bul berasal dari 'baal' dan on mempunyai makna sama dengan Osiris (dewa Mesir kuno). Jadi, Jahbulon adalah gabungan kata antara: yahweh, baal, dan Osiris yang juga merupakan kekuatan dari Tuhan Jehovah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok bahasa dari gereja Inggris menyimpulkan penelitiannya bahwa Jahbulon berasal dari tiga huruf alpabetis Yahudi, yaitu a-b-l yang disusun dalam segitiga piramida (Fir'aun), al-Bal artinya 'Tuhan Bapak' dan Lab Bal artinya 'ruh Tuhan' (spirit Lord).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh nafas Jahbulon adalah sifatnya Jehovah yang harus dimani oleh para pengikut agama Jehovah tersebut --mereka menyebutnya sebagai "saksi Jehovah" (Jehovah witnesses). Gerakan saksi Jehovah semakin pesat dan menjadi pesaing baru dalam dunia Kristiani, khususnya saingan Gereja Katolik Roma. Mengingat bahwa paham Iluminasi sangat antidogma dan Kerajaan Roma yang dianggapnya tiran, serta menyesatkan ajaran Kristus yang sebenarnya (anti-Christ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum freemason atau Iluminasi dan para saksi Jehovah sangat dekat dengan angka dan mistik. Setiap angka dan huruf mempunyai arti dan simbol yang sakral. Monumen Washington yang disebut sebagai "setan besar" (the great satan) terdiri atas 555 kaki tingginya yang menurut huruf Yahudi berati: 5+5+5=15. Dalam susunan alpabet menunjukkan huruf ke-10, yaitu Y (Yahweh, Jehovah) dan huruf ke-5 untuk jah yang melambangkan proklamasi kehadiran "dunia baru".9&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yahweh sebagaimana juga Elohim adalah nama Tuhan sebagaimana tertulis di dalam Kitab Bilangan 10:35. Mereka pun yakin terhadap angka 666, angka 33, dan angka 13 sebagai angka yang mempunyai kekuatan magis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, mereka membuat ramalan-ramalan yang dikaitkan dengan hari kiamat --the end of time atau the Armageddon- yang sebenarnya bukanlah ramalan melainkan "rencana". Bila mereka mengatakan "Hendaklah waspada pada tanggal enam bulan enam akan terjadi huruhara." Maka untuk mewujudkan ramalannya, mereka merekrut para pengikutnya untuk membuat huru-hara, sehingga masyarakat terpengaruh bahwa seakan-akan ramalannya terbukti dengan tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerakan Iluminasi dan freemasonry seringkali dikelompokkan sebagai sekte bid'ah yang menyempal dari ajaran Roma Katolik. Dan dapat ditelusuri dari kesejarahannya yang modern, sejak tumbuhnya kelompok agama Advent10 dan William Miller begitu terobsesi dengan kitab Daniel dan kitab Wahyu, sehingga membuat penelitian bahwa Kristus akan datang ke bumi antara tanggal 21 Maret 1843 dan 21 Maret 1844. Walau~un perhitungan tersebut tidak terbukti, tetapi para pengikut Advent menafsirkannya secara lain. Dan salah satu golongan Advent yang terkenal adalah "Advent hari ketujuh" (seventh-day Adventist) yang mempercayai bahwa manusia setelah mati, jiwa, dan tubuhnya tersebut dalam keadaan tidur dan akan terjaga di hari kebangkitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, Yesus akan memerintah selama 1.000 tahun dan semua orang yang tidak percaya akan dimusnahkan. Mereka mengharamkan membaptis anak-anak dan semua anggotanya mengorbankan sepersepuluh dari pendapatannya. Organisasinya sangat rapi dan dilaksanakan oleh para anggotanya dengan penuh suka cita. Di samping pengikut Advent, berkembang pula pemahaman baru yang disebut dengan "saksi Jehovah" yang didirikan oleh Charles Rusle (meninggal 1916) dan oleh Rutherford (meninggal 1942). Mereka merasa yakin bahwa Kristus akan datang ke bumi tahun 1914, sehingga pecahnya Perang Dunia I dihubungkan dengan kitab Wahyu 12: 7-12. Mereka sangat yakin dengan akan datangnya "dunia baru" (novus ordo seclorum). Negara dianggapnya sebagai "alat setan" dan mengharamkan anggotanya untuk ikut dinas militer dan politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penafsiran serta berdirinya berbagai sekte, aliran, organisasi-organisasi di lingkungan Kristen, sangat dimungkinkan; mengingat ayat ayat yang ada di dalam kitab Injil Perjanjian Baru atau Perjanjian Lama penuh dengan dongeng yang terbuka dengan penafsiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Edmon Jacob mengatakan:&lt;br /&gt;"Adalah sangat mungkin bahwa apa yang dikisahkan di dalam Perjanjian Lama tentang Nabi Musa dan pemimpin-pemimpin agama Yahudi tidak sesuai dengan yang terjadi dalam sejarah, akan tetapi para tukang dongeng yang dapat membuat kisah secara indah dengan imajinasi untuk merangkai episode...." 11&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, Iluminasi memanfaatkan berbagai penafsiran serta kontradiksi diantara agama Yahudi dan Kristen yang telah berlangsung dalam kurun waktu yang sangat lama. Adam Weishaupt yang semula adalah seorang pastor Jesuit, tentunya sangat mendalami segala aspek teologi Kristen serta liturgi (peribadatan umat kristen, ed.) yang dialaminya dengan baik selama kesaksiannya sebagai pastor Katolik. Penyebalan dirinya pada gereja.dan mendirikan aliran-aliran bid'ah telah&lt;br /&gt;"memperkaya" kontradiksi yang semakin melebar di kalangan Kristen itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_hfHC-YyHkl0/Sq44aK4aFjI/AAAAAAAAADs/vzYKGJfAMV8/s1600-h/untitled2.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_hfHC-YyHkl0/Sq44aK4aFjI/AAAAAAAAADs/vzYKGJfAMV8/s400/untitled2.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Gambar 2: Lambang Gerakan Zionis di bidang Agama (JAHBULON)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Lingkaran berarti tanda kesatuan alam semesta (universum, sphere, dunia, planetarium).&lt;br /&gt;2. Piramida artinya tanda kekuasaan dewa Osiris: ra dan isis (lambang kuburan Fir'aun yang monumental. Fir'aun mengaku sebagai Tuhan).&lt;br /&gt;3. Heksagram artinya hexa 'enam', gramma 'tulisan atau gambar' yang merupakan dua piramida terbalik adalah lambang Kerajaan Sulaiman dan bintang Daud yang juga simbol pemerintahan "dunia baru" yang masing-masing sudut mempunyai muatan falsafah: pengetahuan (scire), keberanian (audere), keinginan (velle), kerahasiaan (tacere), kekinian (nouvere, seculare), dan kebebasan (libre).&lt;br /&gt;4. Angka 33 artinya menunjukkan tingkatan atau degree, sistem kepangkatan bagi para anggota freemason pilihan.&lt;br /&gt;5. Angka 13 artinya angka kekuasaan "setan kegelapan" (prince of darkness).&lt;br /&gt;6. Angka 666 artinya angka yang mempresentasikan universal hexagram, dewa atau Tuhan.&lt;br /&gt;7. Matahari artinya makrokosmos yang merupakan lambang ke-satuan universal yang suci --the holly union-- atau the Beast 666. 12&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk melumpuhkan agama Kristen, para pengikut Iluminasi secara terang terangan mengajarkan doktrinnya melalui penyembahan kepada setan. Juga membuat penafsiran radikal yang menjungkir-balikkan keyakinan konvesional yang selama ini dianut oleh umat Kristen. Inti ajaran mereka berpusat pada keyakinan bahwa justru setanlah yang malaikat yang membawa misi untuk membebaskan manusia dari dogma dan tirani gereja. Dengan sangat bangga, mereka mengakuinya sebagai pengikut anti-Kristus dengan menamakan diri sebagai Ordo Antichrist Iluminati (OAI).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa mereka mengaku sebagai anti-Kristus? Hal itu karena mereka menganggap bahwa para pengikut Kristen konservatif --sebagaimana yang dikenal saat ini-- serta Kerajaan Roma Katolik telah menyesatkan umat manusia dengan menganggap Yesus sebagai Tuhan. Mereka anti-Kristus dalam pengertian tidak mempercayai "Trinitas" maupun Yesus sebagai "roh suci". Kristus yang sebenarnya justru adalah Jehovah atau Yahweh yang akan segera turun dengan nama Lucifer untuk menyelamatkan umat manusia dan menjadikan satu bumi (uno universum).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibentuknya ordo tersebut dimaksudkan pula sebagai alat propaganda anti-Kristus dan memperkenalkan Lucifer sang pembawa cahaya, bintang pagi, dan kesempurnaan, penuh dengan kebijaksanaan, sempurna dalam kecantikannya dan membimbing manusia menuju kesempurnaan sejati bagaikan awal penciptaannya di surga. Umat manusia harus diluruskan kembali keyakinannya. Mereka harus dibebaskan dari "penjara" dogma yang menganggap Yesus sebagai Tuhan. Umat manusia harus mengenal kembali setan sebagai malaikat sejati --kekuatan langit, penguasa bumi (the son of Baphomet; the child of Beast 666). Umat manusia harus diantarkan menuju millennium baru, sebuah peradaban yang hanya satu ordo di bawah kekuatan Iluminasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;David Cherubim seorang pendeta dari ordo anti-Kristus mengatakan:&lt;br /&gt;"Lucifer akan menyeru umat manusia yang akan menjadikan umat manusia di muka bumi menyembah binatang yang mempunyai lambang '666' dan mengguncangkan agama Kristen, serta agama lainnya untuk menuju millennium baru yang bebas dari ajaran Kristen yang palsu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Who shall cause the people of the earth to worship the Beast 666, to forsake religion of Christianity and to spiritually initiate the new millennium "kingdom" of the anti-Christ.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ordo anti-Kristus akan membimbing umat manusia menuju kebahagiaan sejati. Jiwa yang melangit melintasi bintang-bintang, dimana mereka akan menemukan cinta, hidup, dan kemerdekaan sejati. Mereka bercita cita untuk melakukan gerakan reformasi total yang menyeluruh. Menghancurkan sistem gereja dan agama-agama di muka bumi, sebagaimana seruan para pemimpin mereka:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Datanglah kepadaku, wahai semua. Aku adalah anti-Kristus, kita akan melintasi istana bintang-bintang yang semuanya bercahaya dan raihlah kehidupan dan kebebasan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Come into me, all of you, children of the sun. I'm an anti-Christ, shall uplift to the palace of the stars, where all is light, life and liberty).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pelopor ordo harus dipimpin oleh seorang Yahudi. Walaupun tidak semua Yahudi adalah pengikut Iluminasi, tetapi para pemimpin Iluminasi atau freemason pastilah seorang Yahudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fanatisme keyahudian mereka tidak bisa diubah. Betapapun mereka menjadi warga negara di suatu negara, tetap saja mereka merasa bangga akan dirinya sebagai "manusia pilihan Tuhan" (the choosen god). Sebagaimana dikatakan seorang tokoh Yahudi, Rabbi Stephen S. Wise, yang juga pemimpin Iluminasi di Amerika berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya seorang Yahudi. Saya bukan warga negara Amerika, tetapi warga negara Dunia. Saya menjadi orang Amerika selama 63 tahun, tetapi menjadi seorang Yahudi selama 4000 tahun."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(I am a Jew. I am not an American citizen. I am a citizen of the world. I have been an American for 63 years but I have been a Jew for 4.000 years). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota atau para pemeluk Ordo Antichrist Illuminati (OAI) adalah anak anak "dewa matahari" yang harus mandiri dan mempunyai iman serta keinginan yang kuat akan terwujudnya "dunia baru" di mana dalam era tersebut seluruh umat manusia hidup bagaikan di surga dalam satu semangat anti-Kristus, yaitu terbentuknya: kesatuan bangsa-bangsa dan satu agama. Juga terbentuknya kegigihan untuk melawan seluruh kekuatan agama. Untuk itu, jaringan anggota freemason dan Iluminasi sebagai komando puncaknya harus menguasai Persatuan Bangsa-bangsa (PBB; United Nations) agar dapat mengendalikan seluruh negara yang ada di muka bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanggaan seorang Yahudi harus tetap ditanamkan dan diindoktrinasikan bahwa mereka adalah "ras unggulan" yang telah dipilih Tuhan. Ucapan Moses Hess (1812-1875) salah seorang tokoh sentral zionis modern berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yahudi adalah lebih dari sekadar pengikut suatu agama, tetapi mereka ini adalah satu ras, satu bangsa yang penuh dengan ikatan persaudaraan."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8385213785005063202-2990233047403152202?l=agusinternet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agusinternet.blogspot.com/feeds/2990233047403152202/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://agusinternet.blogspot.com/2009/09/b-jahbulon-jah-bul-on-lanjutan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8385213785005063202/posts/default/2990233047403152202'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8385213785005063202/posts/default/2990233047403152202'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agusinternet.blogspot.com/2009/09/b-jahbulon-jah-bul-on-lanjutan.html' title='B. Jahbulon (Jah-bul-on)  lanjutan.....'/><author><name>Abu Hafidz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12439619222524772190</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_hfHC-YyHkl0/So1FDj84VKI/AAAAAAAAABM/KWaQ3ltbrWE/S220/I_053_~1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_hfHC-YyHkl0/Sq44aK4aFjI/AAAAAAAAADs/vzYKGJfAMV8/s72-c/untitled2.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8385213785005063202.post-6264359169586776534</id><published>2009-09-13T23:24:00.001+07:00</published><updated>2009-12-11T10:05:15.332+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Iluminasi Freemason'/><title type='text'>A. Adam Weishaupt</title><content type='html'>Adam Weishaupt adalah sosok manusia yang paling dikenal di kalangan zionis dan freemason. Tidak ada revolusi apa pun pada abad ini kecuali dihubungkan dengan nama dan cita-citanya. Revolusi Perancis, Revolusi Bolshevik Rusia; selalu berakhir pada mata rantai pemikiran dan strategi brilian dari pemikirannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awalnya, dia adalah seorang pastor Katolik yang kemudian membelot menjadi pelopor yang paling gigih dalam menentang agama Kristen serta agama lainnya. Gerakan rahasia Iluminasi berkembang dengan jaringan yang "menggurita" dikarenakan dukungan dari keluarga Rothchild.6 Meyer Amschel Rothchild (1743-1812) merupakan tokoh perbankan yang sangat dominan di Jerman dan disebut sebagai dinasti, karena keturunannya memegang jaringan kerajaan dunia perbankan di Eropa dengan ambisi- ambisinya untuk menguasai perekonomian dunia. Salah satu ucapan Rothchild yang terkenal adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Beri aku kesempatan untuk mengendalikan ekonomi suatu bangsa, dan aku tidak akan pedulikan siapa yang berkuasa (give me control over a nations economic, and I don't care who writes its laws)." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Motto Rothchild ini memberikan kekuatan serta dorongan seluruh anggota Iluminasi untuk tidak melewatkan segala aspek yang menggiring mereka pada diktator ekonomi yang mampu menguasai dan mengendalikan pemerintahan di pelosok dunia. Bahkan, salah satu Presiden Amerika ke-20, yaitu James Abram Garfield yang juga anggota Iluminasi berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa mengendalikan uang atau perekonomian suatu bangsa, maka ia akan menguasai bangsa tersebut (whomever that control the money or economic of nation, they would control the nation too)." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adam Weishaupt juga seorang Jesuit, profesor di bidang hukum dan mengajar di Universitas Ingoldstadt, Bavaria, Jerman, sampai tahun 1770. Kekecewaan dirinya terhadap dogma-dogma Kristen Katolik menyebabkan dirinya keluar dari jabatannya sebagai pastor dan mulai mengabdikan diri pada gerakan zionis untuk mendirikan satu pemerintahan dunia (one world government) yang akan menegakkan martabat manusia dengan menghapuskan agama di muka bumi, kecuali paham setan (abolition of all religion, except satanism).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jabatannya sebagai pastor dan Jesuit ditinggalkannya karena merasa bertentangan dengan pemikirannya yang bersifat kosmopolitan dan universalitas. Hal ini merupakan awal dari terbentuknya ordo Iluminasi. Dikatakan oleh Albert G. Mackey:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Weishaupt yang berpandangan kosmopolitan yang mengetahui ajaran tahayul para pastor yang sewenang-wenang di bidang hukum, telah mendirikan partai oposisi di Universitas. Ini adalah awal rencana Iluminasi atau 'penerangan'. (Weishaupt whose views were cosmopolitan and who new condemned the bigotry and supertision of the priest, established opposing party in the university. This is the beginning of the order of Illuminati or the enlightened)."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah keluar dari gereja Katolik, dia mendirikan jaringan konspirasi baru yang disebut dengan Lucifer Conspiracy serta Gereja Setan (The Synagogue of Satan). Menurutnya, setan bukanlah makhluk yang hina, melainkan kekuatan yang melambangkan kejujuran, keberanian, dan kebebasan. Setan sebagai makhluk telah mendapatkan pengampunan Tuhan dan sebagai bukti penebusannya setan ingin menyelamatkan manusia. Ajaran ini ditanamkan kepada para anggota Iluminasi bahwa paham Satanism merupakan bentuk evolusi kemanusiaan, lambang kebebasan manusia, dan mencakup jaringan denyut kehidupan dunia secara global (Satanism is about the evolution of humanity and the promotion of freedom on individual and global scales).7&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama lima tahun dia menyusun buku yang berjudul The Novus Ordo Seclorum yang berisi konsep-konsep, doktrin, serta teori tentang pemerintahan global. Buku tersebut selesai pada tanggal 1 Mei 1776. Sebagai penghormatan terhadap dirinya, tanggal 1 Mei dijadikan sebagai hari perayaan Komunis di seluruh dunia. Menurut Myron Pagan, langkah-langkah strategis yang ditulis Weishaupt untuk mewujudkan ambisinya tersebut antara lain, sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;l. Iluminasi harus menguasai para pejabat tinggi pemerintahan dari beberapa tingkatan jabatan, bila perlu dilakukan cara-cara kotor dengan menyogok, baik dengan uang maupun perempuan. (Monetary and sex bribery was to used to obtain control of men already in high places in the various levels of all governments and other field of endeavor).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Iluminasi melakukan perekrutan terhadap aktivis mahasiswa yang potensial, yang mempunyai bakat dan dari keturunan yang unggul untuk dilatih sebagai anggata Iluminasi yang prospektif di masa depan. (The Illuminati who were on the faculty of colleges and universities were to cultivate students processing exceptional mental ability and who belong to well-bred families with international leanings and recommend them for special training in internationalism).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Mereka yang sudah terperangkap dalam jaringan Iluminasi, termasuk mahasiswa yang telah dilatih dan diberikan pengetahuan khusus tentang dunia internasional, serta cita-cita Iluminasi akan dijadikannya sebagai agen Iluminasi di beberapa negara dan ditempatkan sebagai staf ahli atau spesialis yang mendampingi pejabat kunci pemerintah. (All influential people who were trapped to&lt;br /&gt;come under the control of Illuminati, plus the students who had been specially educated and trained, were to be used as agents and placed behind the scenes of all governments as experts and specialist).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Iluminasi akan menguasai seluruh saluran media massa, baik media elektronik maupun cetak, memiliki dan mengontrolnya pemerintah sedemikian rupa sebagai satu-satunya solusi sehingga mampu membentuk opini publik. (They were to obtain absolute control of the press so that all news and information could be slanted to convince the masses that a one word government is the only solution to our many and varied problems. They were also to own and control all the national radio and TV channels).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemikiran Weishaupt dikembangkan pula pada pola pemikiran filosof Friedrich W Nietzsche yang mengkampanyekan slogan "God is dead!" sebagai salah satu bentuk serangan terhadap agama Kristen. Dogma Kristen yang mempertuhankan Yesus adalah jiwa budak yang harus dibebaskan. Manusia hanya akan menjadi "manusia" selama dia bebas, kuat, dan melepaskan diri dari jerat dogma agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keanggotaan Iluminasi sangat selektif, yaitu semua anggotanya berkualifikasi sampai ke tingkat atas yang didasarkan pada keunggulan fisik dan intelektual (bibit, bobot, dan bebet). Para anggotanya terdiri atas orang-orang penting di pemerintahan, para ahli keuangan yang mampu mengendalikan sistem perekonomian seluruh negara. 8&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjaga kerahasiaan, setiap anggota dikategorikan dalam beberapa.tingkat, di mana tingkat yang satu tidak dapat mengetahui anggotanya di tingkat yang lain. Para anggota Iluminasi diklasifikasikan ke dalam beberapa tingkatan dan dikelompokkan dalam tiga kategori besar, yaitu sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkat Pertama Tingkat Kedua Tingkat Ketiga&lt;br /&gt;Man of Earth Lovers Hermit&lt;br /&gt;Birth Life Death&lt;br /&gt;Neophyt Adept Master&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keanggotaan Iluminasi yang ditampung melalui organisasi freemason mencakup seluruh lapisan masyarakat, mulai dari pelacur, pengedar obat, artis, agamawan, intelektual sampai para pemimpin pemerintahan. Para anggotanya ini sangat "ahli" dalam mempercepat kerusuhan serta pergolakan politik di setiap negara. Berbagai revolusi mereka rekayasa, mulai dari Revolusi Perancis, Revolusi Rusia Bolshevik, sampai tata cara untuk menggulingkan sebuah pemerintahan yang dianggap menghambat jaringan organisasinya, selalu saja ada keterlibatan pemikiran Iluminasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pokoknya, tidak ada gerakan revolusi, reformasi, dan evolusi kecuali diamati dengan saksama oleh para tokoh puncak yang disebut dengan grand master atau dalam kelompok freemason termasuk dalam tingkat ketiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1785, seorang anggota Iluminasi (ordo anti-Christ) yang bernama Lanze tertangkap di Ratisbon, Jerman, pada saat membawa dokumen rahasia yang akan diserahkan ke Grand Orient cabang lluminasi di Perancis. Dokumen tersebut berisi rencana Revolusi Perancis yang harus dilaksanakan tahun 1789. Dokumen tersebut tersimpan dengan baik sampai saat ini di musium Munich.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1848, Karl Marx menulis Manifesto Komunis yang dipandu dan di arahkan oleh satu grup tingkat atas dari Iluminasi. Pada saat yang sama, anggota Iluminasi lainnya, yaitu Profesor Karl Ritter membuat anti tesis yang seakan-akan menantang buku Karl Marx. Padahal semuanya itu merupakan bagian dari strategi Iluminasi untuk memecah belah masyarakat, dan lebih memudahkan kelompok Iluminasi untuk melumpuhkan kedua kelompok yang saling berhadapan tersebut. Kemudian Iluminasi memutarbalikkan fakta dan "mencuci" otak kedua kelompok tersebut, lalu disuplainya senjata agar mereka saling memusnahkan satu sama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tata cara dan gerakan Iluminasi tidak mengenal moral, hukum, dan aturan kecuali hanya satu, yaitu aturan yang telah di.tuangkan dalam "protokol" (program) yang dibuat sebagai tata laksana atau prosedur para anggotanya. Mereka mempopulerkan satu hukum dengan menghalalkan segala cara --akhir dari nilai suatu hukum (the end justifies the means)--dan karenanya tidak segan membunuh anggotanya yang berkhianat atau menghalangi laju gerakan jaringannya. Peristiwa pembunuhan para tokoh pemerintahan, termasuk presiden Amerika, seringkali dikaitkan dengan gerakan Iluminasi atau freemason, dan sudah dapat diduga para pembunuhnya tidak pernah diketahui dengan pasti, menjadi misteri, atau disebut pula sebagai dark case; alias tidak bisa diungkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewasa ini, Iluminasi sudah memasuki seluruh kehidupan peradaban bangsa di dunia. Dia melakukan kendali politik dari jarak jauh. Mengadu domba antara rakyat dan pemerintahnya. Semuanya itu dilakukannya dalam rangka melemahkan bangsa tersebut agar menjadi budak "dunia baru" yang dicita-citakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doktrin Iluminasi ialah menjadikan manusia sebagai tuhan dengan kekuatan dari setan Lucifer. Manusia harus bebas dan boleh berbuat apa saja. Ia harus gigih berjuang melawan agama-agama yang ada, terutama Kristen. Itulah sebabnya, mereka membentuk satu ideologi yang sangat kental, sebuah keyakinan yang harus dihayati dan dijadikan bentuk credo 'keyakinan' di kalangan anggotanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan Iluminasi hanyalah mendirikan satu pemerintahan yang secara tersembunyi mampu mengatur dunia baru. Mereka tidak perlu menguasai jabatan negara secara formal, tetapi mampu "mencuci otak" (brainwashed) para pengambil keputusannya agar melaksanakan rencana-rencana mereka. Di suatu negara, presidennya dapat saja orang yang non Yahudi (goyim), tetapi jiwa pemerintahan, struktur budaya, serta perekonomiannya harus tunduk dan diperbudak oleh sistem Iluminasi Yahudi. Untuk itu, mereka harus menguasai Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) dengan cara melakukan berbagai lobi tingkat tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iluminasi telah menetapkan tujuh prinsip utamanya, yaitu sebagai berikut.&lt;br /&gt;l. Menghapuskan seluruh pemerintahan yang berorientasi kepada nasionalisme (aboliton of all national government).&lt;br /&gt;2. Menghapuskan seluruh agama kecuali ajaran setan (abolition of all religions except satanism).&lt;br /&gt;3. Menghapuskan nilai-nilai kehidupan keluarga --individu harus tunduk kepada kehidupan kolektif, massa, atau partai (abolition of the family).&lt;br /&gt;4. Menghapuskan hak pemilikan pribadi (abolition of private property). &lt;br /&gt;5. Menghapuskan nilai pajak yang tinggi (abolition of inheritance by high inheritance taxes).&lt;br /&gt;6. Menghapuskan-jiwa patriot (abolition of patriotism).&lt;br /&gt;7. Menciptakan pemerintahan dunia dengan memperalat Perserikatan Bangsa-bangsa yang telah dikuasai kaum Iluminasi (Creation of the world government under the United Nations by Illuminati).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_hfHC-YyHkl0/Sq0chd24zsI/AAAAAAAAADc/6vTjJMhfjVM/s1600-h/untitled.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_hfHC-YyHkl0/Sq0chd24zsI/AAAAAAAAADc/6vTjJMhfjVM/s320/untitled.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kemerdekaan manusia tidak pernah akan tercapai selama di belenggu oleh dogma-dogma agama, sebagaimana kerinduan Nietzsche yang memimpikan Ubermensch (manusia unggul) --sebab Iluminasi menekankan falsafah kegiatannya kepada kekuasaan. Manusia baru menjadi manusia apabila mereka bebas tanpa ikatan. Manusia baru berdiri di atas kepribadiannya sendiri yang kuat melalui falsafahnya pada "3L" yaitu: life, love, and liberty (hidup, cinta, dan kebebasan) sebagai motto kehidupan yang akan membebaskannya dari "racun" agama. Dalam setiap pembicaraan atau komunikasi, mereka selalu menuliskan, "Cinta adalah hukum dan cinta di bawah kendali keinginan (love is the law, love under will)."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar 1: love is the law, love under will&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintahan Dunia Baru adalah tegaknya hukum kebebasan. Kebebasan serta kemauan manusia tidak bisa dibatasi. Mereka yang membatasi kemauan manusia adalah tirani. Oleh karena itu, mereka yang membatasi harus dihancurkan. Bagi kaum Iluminasi, tidak ada Tuhan kecuali manusia itu sendiri (there is no God but man). Manusialah yang menentukan segalanya di bawah bimbingan kekuasaan setan Lucifer, sebagaimana lima prinsip anggota Iluminasi sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;l. Manusia mempunyai hak untuk hidup dengan hukumnya sendiri, yaitu hukum yang memberikan kebebasan hidup, sesuai dengan cara manusia itu sendiri: bekerja sesuai dengan keinginannya; bermain sesuai dengan keinginannya; dan mati sesuai dengan kehendaknya, yaitu kapan dan bagaimana ia mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Manusia mempunyai hak untuk memakan apa pun yang diinginkannya; meminum apa pun yang diinginkannya; bertempat tinggal sesuai dengan kehendaknya, serta berpindah tempat tinggal di mana pun ia suka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Manusia mempunyai hak untuk berpikir, untuk berbicara, membaca, menggambar, mencat, mengukir bentuk suatu bangunan, sesuai dengan kehendaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Manusia mempunyai hak untuk mencintai yang dikehendakinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Manusia mempunyai hak untuk membunuh siapapun yang dianggap merintangi kehendaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia adalah tuhan, mempunyai ''roh" tuhan dan berasal dari surga yang bersifat bebas. Manusia harus membebaskan dirinya dari segala ikatan bila ingin menjadi manusia yang suci seperti awal penciptaan mereka. Manusia adalah homo liberalis yang harus berusaha menjadikan dirinya sebagai "tuan" bagi dirinya sendiri (the grand master). Dia harus menuju pada satu bentuk wujud manusia unggul (Ubermensch) sebagaimana yang dicita-citakan Friedrich W. Nietzsche, seorang filosof Yahudi warga negara Jerman yang juga anggota tingkat ke-33 freemason.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan doktrin-doktrinnya yang memikat serta bersifat seculum-matrialis, gerakan Iluminasi bertambah subur di dunia Barat (anglo saxon). Di Amerika dipelopori oleh James Abram Garfield, seorang anak muda jenius yang menjadi pahlawan Shilo dalam perang saudara dan atas jasanya tersebut, dia dipromosikan sebagai mayor jenderal, sehingga dia merupakan jenderal paling muda (30 tahun) dalam sejarah Amerika. Garfield adalah angggota Iluminasi pada tingkat puncak (grand orient), menjadi anggota Kongres Amerika Serikat selama 17 tahun. Pada Maret 1881, dia terpilih sebagai presiden Amerika paling singkat Tanggal 2 Juli 1881, dia di tembak oleh Charles Guiteau dan pada tanggal 19 September 1881, dia mati secara misterius, kemungkinan dibunuh oleh sesama anggota freemason pula. Sejak itu, setiap presiden Amerika selalu dalam jaringan atau restu Iluminasi dan freemason. Keputusan presiden Amerika telah dikoordinasikan dengan para anggota kongres dan senat, yang juga menjadi angggota Iluminasi dengan berbagai tingkatan. Dengan mengendalikan pucuk pimpinan pemerintahan, konglomerat, jurnalis, dan seluruh lapisan masyarakat, pihak Iluminasi dapat mewujudkan seluruh rencananya untuk menguasai dunia. Sebagai bukti penghargaan terhadap para Iluminasi, didirikanlah sebuah monumen di Washington atas saran seorang anggota Iluminasi tingkat puncak (grand orient) yang mempunyai nama sandi Priapic Senuseret. Monumen Washington merupakan simbol Amerika sebagai "setan besar". Pada zaman Revolusi Iran menjadi jargon perjuangan mahasiswa dan Pasdaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh pemikiran, konsep Iluminasi, dikukuhkan dalam Kongres Zionis yang pertama di Bazel Swiss yang dipimpin oleh tokoh zionis aliran keras (ekstrem), yaitu Theodore Hertzl.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8385213785005063202-6264359169586776534?l=agusinternet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agusinternet.blogspot.com/feeds/6264359169586776534/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://agusinternet.blogspot.com/2009/09/adam-weishaupt.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8385213785005063202/posts/default/6264359169586776534'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8385213785005063202/posts/default/6264359169586776534'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agusinternet.blogspot.com/2009/09/adam-weishaupt.html' title='A. Adam Weishaupt'/><author><name>Abu Hafidz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12439619222524772190</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_hfHC-YyHkl0/So1FDj84VKI/AAAAAAAAABM/KWaQ3ltbrWE/S220/I_053_~1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_hfHC-YyHkl0/Sq0chd24zsI/AAAAAAAAADc/6vTjJMhfjVM/s72-c/untitled.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8385213785005063202.post-7723158425954417199</id><published>2009-09-13T23:14:00.002+07:00</published><updated>2009-12-11T10:05:15.390+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Iluminasi Freemason'/><title type='text'>BAB 1 Iluminasi &amp; Zionisme</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;Gerakan Konspirasi Global &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang Yahudi dan Nasrani &lt;br /&gt;tidak pernah akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. &lt;br /&gt;Katakanlah, "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)." Dan &lt;br /&gt;sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang &lt;br /&gt;kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.&lt;br /&gt;(al-Baqarah: 120)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak mudah untuk menjelaskan eksistensi gerakan rahasia kaum zionis. Bukan saja karena sifatnya yang rahasia, tetapi tenggang waktu gerakannya yang sudah berlangsung ratusan tahun dan warna sejarahnya yang panjang menyebabkan berbagai spekulasi dan hipotesis tentang gerakan tersebut. Memang pada awalnya, zionisme lahir dari aspirasi kaum Yahudi untuk memenuhi panggilan "tanah yang dijanjikan" atau Ezrat Yisrail. Akan tetapi, dalam perkembangannya, zionisme menjadi sebuah ideologi imperialisme baru yang ingin "mengangkangi" dunia dengan melemahkan potensi umat beragama termasuk agama Yahudi itu sendiri. Dengan kata lain, zionis adalah Yahudi sedangkan zionisme adalah ideologi atau gerakan sekuler-materialistis berskala internasional untuk mengkafirkan umat beragama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu, keyakinan-keyakinan terhadap agama, serta berbagai kontroversi sekitar ketuhanan Yesus dan kedatangannya kembali ke dunia; menjadi suatu bahan kajian kaum zionis, yang melahirkan berbagai pemikiran pencerahan berupa mistik atau bid'ah yang bertentangan dengan konvesi di lingkungan Gereja.l&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerakan zionisme berkaitan dengan sejarah kaum Yahudi itu sendiri. Suatu bangsa yang sangat unik, yang bertebaran ke berbagai sudut dunia yang dihubungkannya dengan simbol angka "13" yang bila dijumlahkan menjadi 4 (1+3), yang menunjukkan cita-cita mewujudkan kesatuan dunia serta panggilan seluruh bangsa Yahudi yang tersebar (diaspora) di empat penjuru angin: utara, timur, selatan, dan barat. 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana kita ketahui, sejak pembuangan di Babel, 3 kaum Yahudi mulai bertebaran (diaspora; terserak) ke seluruh pelosok dunia. Oleh karena waktu yang cukup lama, hal ini menyebabkan mereka tidak lagi menjadikan bahasa Ibrani sebagai bahasa sehari-hari, melainkan mereka menggunakan bahasa Yunani (Koine). Juga oleh sebab, Injil Perjanjian Lama diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani sekitar 200 SM. Dan pertama kali terbit di Mesir dengan nama Septuaginta 4 dan menurut hikayat alasan memberi nama Septuaginta dikarenakan disusun oleh tujuh puluh ahli bahasa yang mengarangnya --Berkhof dan Enklaar 1996.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa pun penyebaran mereka ke berbagai kelompok. Ikatan kesejarahan, emosi, dan khususnya keyakinan akan kitab sucinya serta kebanggaan pada jati dirinya sebagai bangsa pilihan tuhan (the choosen people) telah membentuk bangsa tersebut untuk selalu menjadi pembicaraan di atas panggung sejarah peradaban manusia. Penderitaan dan kekecewaan bersatu padu dalam cinta dan harapan, sehingga melahirkan satu bangsa yang unik. Falsafah hidupnya selalu melambangkan jiwanyayang penuh dengan tantangan. Pandangan hidupnya yang bertumpu pada kekuatan, kebijaksanaan, kemanusiaan, dan cinta --dengan karakternya yang cerdik dan licik-- menyebabkan lahirnya tokoh-tokoh dunia di segala bidang. Sederetan nama, seperti Karl Marx (tokoh komunis), Friedrich Wilhelm Nietzsche (seorang filosof kontroversial), Albert Einstein (teori relativitas), Steven Spielberg (sineas Amerika), dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu rapinya organisasi ini, baik dalam bentuk maupun kecerdasannya yang tinggi dalam menyiasati gerak kehidupan manusia. Menyebabkan seluruh jaringan serta aspirasinya secara sangat halus telah membentuk warna dunia global, seperti yang kita rasakan saat ini. Seorang musuh Yahudi yang paling membencinya sekalipun tanpa terasa akan mendukung "warna" budaya Yahudi. Keberhasilannya membangun kerajaan teknologi informasi, industri, dan keuangan, menyebabkan mereka mudah untuk mengontrol gerak dan denyut perkembangan suatu bangsa dan pemerintahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mewujudkan cita-cita mereka tersebut, berbagai bidang strategis harus dikuasainya dan tidak memberikan peluang kepada selain Yahudi (goyim). Mereka menguasai dunia informasi karena dibutuhkan satu global image yang positif untuk kelangsungan kegiatannya dalam jangka panjang. Mereka kuasai seluruh lembaga keuangan dunia, karena dengan menguasai perekonomian global, roda kehidupan suatu bangsa lebih mudah mereka kontrol, dan sekaligus membuka jalan menuju cita-citanya kembali ke tanah yang dijanjikan (zion).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya di bidang materi-teknologi informasi dan lembaga keuangan --di bidang filsafat dan agama pun mereka sangat gigih untuk melakukan reformasi pemikiran. Walaupun pada akhir perkembangan reformasinya --lebih mengarah kepada agama palsu (pseudo-religion) dalam bentuk aliran kebatinan, mistik (occultism), takhayul (supertition)-- dengan cerdik mereka pun mencoba menantang dominasi kekuasaan Gereja Katolik Roma, dan lahirlah saksi Jehovah (Jehovah witnesses) yang cenderung mengubah seluruh penafsiran baru terhadap Bibel, terutama Perjanjian Lama. Secara terselubung, mereka menolak Yesus sebagai Kristus. Bahkan, debat yang panjang antara Jehovah, Adventis, Protestan, Katolik, dan Pantekosta, sekitar teologi Kristus dan Yesus terus berlangsung sampai saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iluminasi yang diartikan sebagai "penerangan" (enlightenment)serta gerakan organisasi freemason 5 telah dianggap kelompok bid'ah, berkaitan dengan cara mereka menafsirkan Kristus dan penolakan terhadap Yesus sebagai Mesiah; serta penafsiran radikal dan tata cara ritual yang telah dianggap terlepas dari akarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para anggota freemason secara definitif (pasti) menolak sama sekali kekuasaan Katolik Roma yang mereka anggap sebuah tiran yang harus dimusnahkan. Mereka mengatakan, :&lt;br /&gt;"Apabila didefinisikan, rezim gereja adalah tirani bagi freemason, sebab jika mereka (rezim gereja) hendak membuat dogma atau peraturan tidak perlu seizin pemerintah. Karena alasan inilah, freemason selalu berlawanan dengan Gereja Katolik Roma, sejak mengklaim bahwa kekuasaan Tuhanlah yang mengatur sesuatu yang gaib."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(By definition, a church regime is tyrannical for the freemason if it seeks to make dogmas or to rule without consent of the governed. For this reason, freemason have always detested the Roman Catholic church, since they claims power from heaven to teach supernatural doctrines).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8385213785005063202-7723158425954417199?l=agusinternet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://agusinternet.blogspot.com/feeds/7723158425954417199/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://agusinternet.blogspot.com/2009/09/bab-1-iluminasi-zionisme.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8385213785005063202/posts/default/7723158425954417199'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8385213785005063202/posts/default/7723158425954417199'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agusinternet.blogspot.com/2009/09/bab-1-iluminasi-zionisme.html' title='BAB 1 Iluminasi &amp; Zionisme'/><author><name>Abu Hafidz</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12439619222524772190</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_hfHC-YyHkl0/So1FDj84VKI/AAAAAAAAABM/KWaQ3ltbrWE/S220/I_053_~1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
