Laman

Senin, 19 Oktober 2009

I. Film

Hampir sebagian besar para produsen perfilman Amerika (Holywood, ed.) dikuasai kaum Yahudi. Mereka merasa yakin bahwa dengan mencekoki film mereka tersebut, pandangan umat manusia dapat dengan mudah diubah, untuk kepentingan cita-cita zionis. Diantara produser beserta perusahaannya yang terkenal tersebut antara lain Paramount Cooperation milik Hod Dixon serta Warner and Brook Cooperation milik Henry Warner. Dan nuansa kegiatan di Holywood mencerminkan kehidupan kaum Yahudi yang sangat bebas, penuh dengan materi yang gemerlapan. Para bintang film yang mampu menaiki tangga teratas dan populer harus mendapatkan dukungan dan berkenalan dengan jaringan sponsor Yahudi. Para bintang film Yahudi terkenal antara lain: Tonny Curtis, Jack Nicholson, Gary Grant, Barbara Streissand, Elizabeth Taylor, Jerry Lewis; dan sebagainya

Industri film sebagai bagian dari videocracy (penguasa media) harus dikemas dan dikembangkan secara unggul. Dalam rangka membangun pendapat publik, kesan, dan impresi yang mendalam akan keunggulan kaum Yahudi, Amerika, dan dunia Barat Dunia film yang ditayangkan melalui televisi merupakan alat yang paling ampuh untuk menanamkan kepatuhan dan jiwa budak umat manusia Dengan berhasilnya kampanye yang ditayangkan melalui film, televisi, radio, dan media massa lainnya, umat manusia dapat dikendalikan dari meja kerja pimpinan kaum Iluminasi. Melalui para ahli psikologi massa serta ahli komunikasi, kaum Iluminasi sangat yakin bahwa keunggulan dalam rekayasa bidang teknologi komunikasi dan informasi, serta penguasaan keseluruhan bidang-bidang tersebut akan menjadikan diri mereka menjadi penguasa dunia yang tidak dapat digugat sampai akhir zaman.

Sebagaimana dalam film, sebagai media membangun image Yahudi maka dalam dunia media cetak, mereka membangun jaringan berita yang merangkum seluruh dunia. Karena keprofesionalannya, menyebabkan media massa milik Yahudi mampu bersaing dan sekaligus menyisipkan cara-cara propagandanya yang sangat halus. Kantor berita milik Yahudi yang mempunyai tingkat internasional antara lain Associated Press (1848) yang menguasai surat kabar dan majalah di seluruh Amerika. Tahun 1907. Sheribs dan Howard mendirikan Sheribs Howard United Press. Pada tahun 1958, perusahaan tersebut bergabung dengan International News Service milik William Hearst menjadi The United Press International (UPI). Demikian juga, surat kabar Amerika seperti The New York Times serta Washington Post didominasi oleh Yahudi. Di Inggris sendiri, media massa sama halnya dengan Amerika, dikuasai oleh orang Yahudi melalui kekuatan Rothchild yang mendirikan The Times, yang kemudian dibeli dan dikembangkan oleh Rupert Murdoch.

Jaringan stasiun televisi yang menguasai dunia akan menjadi "pedang perdamaian" dan sekaligus "sang guru bijaksana" di muka bumi. Mereka memujikannya dengan membuat pelesetan namanya: CNN (Christ News Network; Jaringan Berita Kristus), CNBC (Christ News Bibel Church; Jaringan Gereja Bibel Kristus), dan ABC (All Bibel and Christ; Semua Kristus dan Bibel).

H. Makanan (food)

Multinasional di bidang industri makanan, tidak saja untuk menguasai perut seluruh bangsa, tetapi menguasai pula teknologi biokimia. Sehingga komponen bahan kimia makanan dibuat dengan perencanaan tertentu yang dapat mempengaruhi mental dan sikap perilaku bangsa-bangsa agar tunduk pada kemauan mereka. Sedikit demi sedikit, bangsa di muka bumi harus beralih pada makanan yang diproduksi kaum Iluminasi dan bersifat massal, sehingga memberikan keuntungan ganda, yaitu secara ekonomis memperkuat "portofolio" dunia perbankan, secara ideologis menanamkan kebanggaan warga dunia semesta.

Pabrik makanan dan minuman yang mendunia harus dipupuk dan dikembangkan menjadi bagian dari gaya hidup seluruh bangsa. Mereka harus bangga dengan makanan produksi kaum Iluminasi. Pada saat yang bersaman, gerakan tersebut mematikan pula segala bentuk produksi makanan dan minuman negara lain yang dianggap primitif.

Dengan kemampuan mereka melakukan rekayasa di bidang bahan kimia makanan serta "mesin makanan perekayasa genetika" (genetically engineered food), ini memungkinkan gerakan zionis mampu memanipulasi struktur genetik manusia, disesuaikan dengan keinginan mereka. Bahkan, beberapa zat aditif di bidan industri makanan direkayasa sedemikian rupa, hingga mempunyai cita-rasa yang lezat, sekaligus ada semacam "maksud" tersembunyi yang secara sangat rahasia disisipkan dalam bentuk pelezat dan pengawet makanan --seperti zat aditif: gelatin, pemanis buatan (aspartime/nutrasweet), zat pewarna, monosodium glutamate, kafein, dan sebagainya.

Sebagai contoh kecilnya, zat MSG (monosodium glutamate) atau dikenal vetsin yang dikonsumsi cukup besar oleh masyarakat kita. Ternyata, MSG membawa pada berbagai akibat sampingan yang cukup serius. Bahkan, di negara maju telah diprotes pemakaian MSG tersebut Bila MSG dikonsumsi melebihi dosis tertentu dapat menyebabkan beberapa akibat sampingan, seperti di bawah ini:
- sakit kepala (headache), pusing (migrain),
- sakit perut (stomach upset),
- diare,
- serangan asma (asthamatic attacks),
- sesak nafas (shortness of breath),
- keluar ingus dari hidung (runny nose),
- rasa takut dan tegang (anxiety and panic),
- depresi dan sebagainya.

Juga apabila dikonsumsi melebihi dosis, vetsin dapat pula menyebabkan daya ingat pengonsumsinya menurun serta sindrom kehilangan ingatan (symptom memory loss) dan mudah marah. Lantas kita berpikir, "Jangan-jangan banyak terjadinya tawuran dan mudahnya masyarakat terprovokasi dikarenakan masyarakat banyak memakan vetsin?" Wallahu 'alam.

Kaum Iluminasi menyadari bahwa cita-cita menguasai "dunia baru" berarti harus membuat kesejahteraan dan menciptakan manusia unggul yang direkayasa melalui bio-engineering, seleksi sel pembawa keturunan (DNA); atau dengan kata lain menciptakan bio-robotic, sosok manusia unggul yang dapat dikendalikan. Walaupun bagi orang awam, hal tersebut semacam dongeng atau fiksi belaka. Akan tetapi, bagi kaum Iluminasi bukan hal yang luar biasa. Kemajuan di dunia kedokteran, biokimia, pengkloningan merupakan evolusi ilmu pengetahuan yang dimanfaatkan tanpa mempertunbangkan etika, apalagi moral agama.

Oleh karena itu, "warga negara dunia" harus mempunyai gizi yang tinggi agar dapat menjadi manusia-manusia yang unggul, sebagaimana yang diimpikan Friedrich W. Nietzsche dengan Ubermensch-nya (manusia unggulan) yang hanya dapat mengendalikan dunia.

Tidak hanya makanan dan minuman, kaum Iluminasi juga harus cerdas dan terus mengembangkan teknologi canggih dalam biokimia, khususnya "obat-obat" setan (seperti LSD, ekstasi, obat bius serta psikotropika, mariyuana, narkotik, dan sebagainya) yang harus ditangani dan diorganisasi secara rapi. Generasi muda harus dibius dengan obat-obat setan tersebut, sehingga secara mental, mereka tidak mampu tampil sebagai generasi yang potensial dan karenanya lebih mudah memusnahkannya dari muka bumi. Hukum alam akan menyeleksi mereka. Hanya "bibit unggul" yang akan lolos dari pertarungan membangun dunia baru tersebut.

G. Lembaga Keuangan(The Fianance,Funds)

Untuk mewujudkan mimpi-mimpinya, pada tahun 1999 ini, seluruh wilayah belahan bumi sudah dikuasai oleh jaringan kekuasaan Lucifer. Semua umat manusia harus memandang pada satu arah, yaitu kekuatan mata uang, sebagaimana yang dilambangkan oleh mata uang satu dolar Amerika --novus ordo seclorum. Seluruh struktur perekonomian global telah dikuasai oleh kaum Iluminasi, gerak World Bank dan IMF telah menjadi "dewa Lucifer" yang akan menyelamatkan umat manusia sekaligus menguasainya.

Hal ini sesuai dengan ucapan Prof. J.S. Malan, seorang ahli ekonomi dari Universitas Sao Paolo yang mengatakan:

"Setiap bangsa akan menanggung utang yang berat dan mereka tidak akan mampu membayarnya, sehingga mereka harus menebusnya sebagai budak yang setia dan patuh terhadap perintah. Kekuatan IMF sangat absolut sehingga tidak akan ada satu negara pun yang mampu mendapatkan satu sen pun, kecuali atas persetujuan atau arahan dari IMF"

Kekuasaan IMF adalah perpanjangan tangan dari gerakan zionis yang merupakan perwujudan dari perintah Tuhan, "Orang kaya menguasai orang miskin yang berutang menjadi budak dari yang mengutangi. " (Amsal 22:7).

Mereka harus menguasai seluruh ladang karena berat kelaparan yang ditanggung bangsa-bangsa di muka bumi. Kaum zionis akan menjadikan seluruh bangsa merangkak dan mengemis kepada kekuasaannya (Kejadian 47: 13-20).

Sikap tamak dan memakan harta secara batil ini telah diingatkan Allah kepada orang-orang beriman agar tidak mencontoh dan mengikuti sikap kaum Yahudi dan Nasrani tersebut, sebagaimana fiman-Nya:

"Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya sebagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan yang batil dan mereka menghalangi-halangi (manusia) dari jalan Allah...." (at-Taubah: 34)

Berkaitan dengan ayat tersebut, orang-orang alim Yahudi atau Ahbar adalah orang yang mempunyai pengetahuan dalam urusan tertentu, yaitu para eksekutif Yahudi yang telah "memakan" seluruh kekuatan ekonomi dunia untuk kepentingan misi zionisme mereka, seraya menjadikan dana yang mereka kumpulkan untuk menghalangi orang beriman menegakkan hukum dan syariat yang telah ditetapkan Allah SWT.

Mereka yang dikategorikan sebagai Ahbar tersebut telah eksis; jauh sebelum kedatangan Nabi Muhammad saw, yaitu perilaku sebuah kaum jahiliah di kalangan Ahli Kitab yang sangat tercela dan kemudian dikembangkan dari generasi ke generasi berikutnya. Untuk mengukuhkan ambisinya, kita dapat melihat peristiwa yang luput dari pengamatan umat Islam selama ini, yaitu peristiwa menjelang hari kemerdekaan Amerika Serikat --diperingati setiap 4 Juli (ed.) . Pada saat itu dibentuk panitia untuk membuat mata uang Amerika (dolar) yang terdiri atas: Benyamin Franklin, Thomas Jefferson, John Adam, dan Pierre du Simitiere yang semuanya adalah para anggota Iluminasi freemason tingkat ke-33, bahkan Thomas Jefferson adalah pengikut mistik agama Desime yang menjadi pelopor lahirnya pemikiran unitarian-universalist.

Pada saat itu, pemikiran Adam Weishaupt serta bukunya Novus ordo Seclorum telah merasuki jiwa para anggota freemason. Sebagai penghargaan kepada Adam Weishaupt sebagai tokoh sentral zionis, maka mereka menyepakati bahwa lambang satu dolar Amerika memakai simbol-simbol dari Iluminasi dan mencantumkan nama judul buku Weishaupt tersebut sebagai motto pada uang dolar Amerika. Mereka tidak memilih mata uang dalam bentuk pecahan lima, sepuluh, atau dua puluh dolar, karena pecahan satu dolar mewakili pemikiran "satu dunia baru". Itulah sebabnya pada pecahan satu dolar tersebut sarat dengan falsafah Iluminasi.

Prof. J.S. Malan dalam tulisannya, New Age Reforms bahwa seluruh sumber daya alam dunia, seperti moneter dan industri harus dikontrol sepenuhnya oleh "pemerintahan dunia" karena dengan cara seperti ini, sistem persamaan ekonomi serta kesejahteraaan dunia dapat dilaksanakan serta dinikmati secara merata. Seluruh dunia hanya mempunyai satu sistem moneter yang pengawasannya di bawah satu badan yang tersentralisasi. Dengan cara seperti ini memungkinkan "pemerintahan dunia" menjalankan kebijaksanaannya untuk mengendalikan seluruh negara dan rakyatnya.

Dunia harus "tunduk" dan "menyembah" kepada dolar sebagai medium untuk mendapatkan karunia dari tuhan (setan) Lucifer. Mereka yang mendapatkan limpahan dolar akan mampu menjadi manusia unggul. Dan mereka yang menguasai dolar --di bidang ekonominya-- adalah mereka yang menguasai dunia.

Seluruh lembaga keuangan internasional yang telah dirintis oleh Meyer Rothchild harus menunjukkan keperkasaannya dalam bidang finansial. Pemilikan saham perbankan, multinasional, dan teknologi termasuk microchip harus dimiliki secara mayoritas oleh persaudaraan anggota freemason.